1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Di Balik Sukses Borneo FC, Nabil Husein Bongkar Cara Cari Pemain Asing Berkualitas

Sejak promosi ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia pada 2014, Borneo FC menjelma menjadi salah satu kekuatan baru yang sulit diabaikan. Dari tim yang dulu dianggap “pendatang baru”, kini Pesut Etam berubah menjadi kandidat serius juara di BRI Super League 2025/2026.

Perjalanan mereka bisa diibaratkan seperti proses tumbuh manusia: mulai dari merangkak, berjalan, hingga kini berlari kencang mengejar trofi juara. Dalam 11 tahun terakhir, perkembangan Borneo FC benar-benar signifikan, baik dari sisi permainan maupun manajemen klub.

Di bawah kepemimpinan Nabil Husein Said Amin, klub asal Samarinda ini tidak hanya stabil di papan atas, tetapi juga dikenal sebagai salah satu tim dengan rekrutmen pemain asing paling efektif di Indonesia.

Dari Tim Promosi ke Kandidat Juara Liga

Perjalanan Borneo FC tidak selalu mulus. Namun konsistensi mereka dalam membangun skuad membuat klub ini kini berada di level berbeda.

Puncaknya terjadi pada musim 2023/2024 ketika mereka tampil luar biasa dan berhasil memuncaki klasemen akhir Regular Series. Meski gagal juara di fase Championship Series setelah kalah bersaing dengan tim besar, pengalaman itu justru menjadi bahan bakar untuk berkembang lebih jauh.

Kini di musim 2025/2026, Borneo FC kembali bersaing di jalur juara bersama Persib Bandung dan Persija Jakarta. Peluang mereka masih terbuka lebar, dengan syarat harus menjaga konsistensi hingga akhir musim.

Tradisi Emas: Borneo FC dan Striker Asing Berkualitas

Salah satu kunci kekuatan Borneo FC selama ini adalah kemampuan mereka menemukan pemain asing berkualitas tinggi, terutama di lini depan.

Sejak era awal, klub ini sudah dikenal jeli dalam memilih striker asing yang benar-benar berdampak.

Nama seperti Pedro Javier menjadi pionir kesuksesan tersebut. Striker asal Paraguay itu sempat menjadi andalan dan top skor klub pada era ISC dan Torabika Soccer Championship 2016.

Setelah itu, datang Matheus Pato yang tampil fenomenal pada musim 2022/2023 dengan torehan 25 gol dan meraih Sepatu Emas Liga Indonesia.

Tidak berhenti di situ, Borneo FC kembali sukses mendatangkan Leo Gaucho yang juga tampil tajam dengan kontribusi gol penting di musim 2024/2025.

Konsistensi ini menunjukkan bahwa Borneo FC bukan sekadar beruntung, tetapi punya sistem rekrutmen yang benar-benar terstruktur.

Lini Depan Makin Menakutkan di Musim Ini

Musim 2025/2026 menjadi bukti lanjutan betapa tajamnya proses scouting Borneo FC.

Saat ini, lini depan mereka diisi pemain-pemain berkualitas seperti Juan Vila, Mariano Peralta, dan Koldo Obieta.

  • Juan Vila sudah mencetak 11 gol dan 8 assist
  • Mariano Peralta tampil luar biasa dengan 16 gol dan 13 assist
  • Koldo Obieta juga langsung nyetel dengan 7 gol dan 3 assist dari 13 laga

Menariknya, Borneo FC bahkan berani melepas Joel Vinicius ke Arema FC meskipun sang striker sudah mencetak kontribusi positif di paruh musim.

Keputusan ini menunjukkan betapa dalamnya kualitas scouting yang dimiliki klub asal Samarinda ini.

Cara Borneo FC Menemukan Pemain Asing Berkualitas

Manajer tim Borneo FC, Dandri Dauri, memang sempat enggan membocorkan detail sistem rekrutmen klub. Namun ia menegaskan bahwa klub memiliki tim khusus yang bertugas menyeleksi pemain sesuai kebutuhan tim.

Namun cerita lebih menarik justru datang dari Nabil Husein, yang akhirnya membuka sedikit “dapur” rekrutmen pemain Borneo FC.

Menurutnya, klub menggunakan teknologi berbasis data untuk membantu proses scouting pemain asing.

Rahasia di Balik Layar: Teknologi dan Data Jadi Kunci

Dalam sebuah siniar @taktikbytommy, Nabil Husein mengungkap bahwa Borneo FC menggunakan aplikasi khusus berbasis data internasional untuk menganalisis pemain.

Aplikasi tersebut berasal dari kerja sama dengan sistem berbasis luar negeri, termasuk teknologi dari Rusia.

“Memang kita ada software aplikasi yang kita sudah kerja sama. Saya tidak bisa sebutkan detailnya, tapi itu dari Rusia. Kita bayar per tahun,” ujar Nabil.

Software tersebut memungkinkan klub untuk melihat data pemain secara detail, mulai dari kelebihan, kelemahan, hingga catatan performa di berbagai kompetisi.

Bahkan, sistem ini juga membantu menilai apakah seorang pemain cocok dengan gaya bermain Borneo FC atau tidak.

“Di situ ada semua data pemain dunia. Blunder, kelebihan, kekurangan, semuanya ada. Jadi kita bisa lihat cocok atau tidak dengan sistem kita,” tambahnya.

Kombinasi Analisis dan Insting Klub

Meski teknologi menjadi bagian penting, Borneo FC tidak sepenuhnya bergantung pada data.

Klub tetap memiliki tim scouting yang melakukan analisis manual dan observasi langsung terhadap pemain incaran.

Artinya, proses rekrutmen Borneo FC adalah kombinasi antara:

  • Data statistik global
  • Teknologi scouting modern
  • Analisis tim internal
  • Insting manajemen klub

Kombinasi inilah yang membuat Borneo FC konsisten mendapatkan pemain asing berkualitas setiap musim.

Dampak Besar di Persaingan Gelar Juara

Dengan sistem rekrutmen seperti ini, tidak heran jika Borneo FC kini menjadi salah satu kandidat kuat juara di BRI Super League.

Kualitas pemain asing yang mereka datangkan bukan hanya sekadar nama besar, tetapi benar-benar sesuai kebutuhan tim.

Hal ini membuat Borneo FC mampu bersaing ketat dengan klub-klub besar seperti Persib Bandung dan Persija Jakarta dalam perebutan gelar juara musim ini.

Penutup: Model Baru Sepak Bola Indonesia?

Apa yang dilakukan Borneo FC bisa menjadi contoh baru dalam dunia sepak bola Indonesia. Penggunaan data dan teknologi dalam rekrutmen pemain kini mulai menjadi faktor penting, bukan hanya sekadar intuisi.

Dengan sistem yang semakin modern, Borneo FC tidak hanya membangun tim kuat, tetapi juga membentuk identitas sebagai klub yang progresif dan terstruktur.

Jika konsistensi ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin Pesut Etam akan menjadi salah satu kekuatan dominan di sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun ke depan.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE