Perjalanan Ramadhan Sananta bersama DPMM FC akhirnya resmi berakhir. Klub asal Brunei Darussalam yang tampil di Malaysia Super League 2025/2026 itu mengumumkan perpisahan dengan striker Timnas Indonesia tersebut pada Rabu (13/5/2026) malam WIB.
Kabar ini sekaligus menutup satu musim yang tidak mudah bagi Sananta di kompetisi luar negeri. Datang dengan ekspektasi besar sebagai salah satu penyerang muda terbaik Indonesia, performa Sananta bersama DPMM FC ternyata belum mampu memenuhi harapan banyak pihak.
Meski begitu, DPMM FC tetap memberikan penghormatan dan ucapan terima kasih atas kontribusi yang telah diberikan sang pemain selama membela klub berjuluk The Wasps tersebut.
DPMM FC Ucapkan Salam Perpisahan
Dalam pernyataan resminya, DPMM FC tidak hanya mengucapkan selamat tinggal kepada Ramadhan Sananta, tetapi juga kepada kiper asing mereka, Michel.
Klub yang berbasis di Bandar Seri Begawan itu menyampaikan apresiasi atas perjuangan kedua pemain sepanjang musim 2025/2026.
DPMM FC menyebut dedikasi, kerja keras, dan semangat yang ditunjukkan Sananta akan selalu dikenang oleh klub maupun para suporter.
Beberapa poin yang disampaikan DPMM FC dalam pesan perpisahan mereka antara lain:
- Mengapresiasi kontribusi Sananta sepanjang musim
- Menyebut perjuangan pemain akan selalu dikenang
- Mengucapkan terima kasih atas dedikasi kepada klub
- Mendoakan kesuksesan karier Sananta ke depannya
- Menegaskan hubungan keluarga dengan mantan pemain tetap terjaga
Pesan emosional tersebut menunjukkan bahwa meski performanya tidak terlalu menonjol, Sananta tetap meninggalkan kesan positif di lingkungan klub.
Statistik Ramadhan Sananta Bersama DPMM FC
Musim perdana Ramadhan Sananta di luar negeri sebenarnya cukup menarik perhatian publik Indonesia. Banyak yang berharap eks striker PSM Makassar itu mampu berkembang pesat di kompetisi Malaysia.
Namun perjalanan Sananta bersama DPMM FC tidak berjalan mulus. Ia kesulitan mendapatkan konsistensi performa dan tidak selalu menjadi pilihan utama di lini depan.
Sepanjang musim 2025/2026, Sananta mencatatkan:
- 27 pertandingan di semua kompetisi
- 4 gol
- 2 assist
Catatan tersebut tentu masih jauh dari ekspektasi terhadap striker utama Timnas Indonesia.
Meski beberapa kali tampil cukup baik, Sananta belum benar-benar mampu menjadi mesin gol utama DPMM FC. Persaingan ketat di lini serang serta adaptasi dengan gaya bermain baru disebut menjadi tantangan terbesar yang dihadapinya musim ini.
Adaptasi di Luar Negeri Tidak Selalu Mudah
Bermain di luar Indonesia memang menjadi tantangan besar bagi banyak pemain lokal. Selain harus beradaptasi dengan lingkungan baru, pemain juga dituntut memahami kultur sepak bola yang berbeda.
Hal itu tampaknya juga dirasakan Ramadhan Sananta selama bermain di Malaysia Super League.
Beberapa faktor yang diduga memengaruhi performa Sananta antara lain:
- Adaptasi dengan sistem permainan baru
- Persaingan ketat di lini depan
- Tekanan sebagai pemain Timnas Indonesia
- Minim konsistensi menit bermain
- Ekspektasi tinggi dari publik sepak bola Indonesia
Meski statistiknya belum terlalu impresif, pengalaman bermain di luar negeri tetap menjadi modal penting bagi perkembangan karier Sananta ke depan.
Apalagi usianya masih relatif muda untuk ukuran seorang striker, yakni 23 tahun.
Masa Depan Sananta Jadi Sorotan
Setelah resmi berpisah dengan DPMM FC, masa depan Ramadhan Sananta kini mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan pecinta sepak bola Indonesia.
Ada beberapa kemungkinan yang bisa terjadi pada bursa transfer mendatang. Sananta bisa memilih tetap berkarier di luar negeri untuk mencari pengalaman baru, atau kembali ke Indonesia demi mendapatkan menit bermain lebih stabil.
Beberapa klub Liga 1 Indonesia disebut berpotensi tertarik menggunakan jasanya karena kualitas Sananta masih dianggap menjanjikan.
Sebagai pemain yang rutin memperkuat Timnas Indonesia, Sananta tentu masih memiliki nilai jual tinggi.
Kecepatan, kemampuan duel udara, dan insting mencetak gol tetap menjadi kelebihan utama pemain kelahiran Lingga tersebut.
Karier Sananta Masih Panjang
Meski musim bersama DPMM FC berjalan cukup berat, karier Ramadhan Sananta masih jauh dari kata selesai. Di usia muda, ia masih punya banyak kesempatan untuk bangkit dan berkembang.
Pengalaman satu musim di kompetisi luar negeri bisa menjadi pelajaran penting bagi perjalanan profesionalnya sebagai pesepak bola.
Tidak sedikit pemain yang sempat kesulitan pada awal karier luar negeri sebelum akhirnya menemukan performa terbaiknya.
Karena itu, keputusan Sananta berikutnya akan sangat menentukan arah kariernya ke depan.
Jika mampu memilih klub yang tepat dan mendapatkan kepercayaan penuh, bukan tidak mungkin performanya akan kembali meningkat seperti saat bersinar bersama PSM Makassar dan Timnas Indonesia.
Publik Menanti Langkah Berikutnya
Kini perhatian suporter sepak bola Indonesia tertuju pada langkah selanjutnya dari Ramadhan Sananta. Apakah ia akan bertahan di luar negeri atau kembali meramaikan Liga 1 Indonesia musim depan masih menjadi tanda tanya besar.
Yang jelas, perpisahan dengan DPMM FC menjadi akhir dari satu fase penting dalam perjalanan karier sang striker.
Meski statistiknya belum terlalu mengesankan, pengalaman bermain di Malaysia Super League tetap menjadi bagian berharga bagi perkembangan Sananta sebagai pemain profesional.
Publik sepak bola Indonesia tentu berharap striker Timnas Indonesia itu bisa segera bangkit dan menemukan kembali ketajamannya di klub berikutnya.
BACA JUGA :












