Kemenangan besar Persijap Jepara atas Persita Tangerang bukan sekadar tambahan tiga poin. Lebih dari itu, hasil 3-0 di Stadion Internasional Banten, Minggu (12/5/2026), menjadi tiket resmi Laskar Kalinyamat untuk bertahan di BRI Super League 2025/2026.
Salah satu momen penting dalam laga tersebut datang dari Carlos Franca. Sang mesin gol Persijap ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-76, sekaligus memastikan timnya benar-benar aman dari ancaman degradasi.
Di tengah euforia keberhasilan itu, Franca justru menyoroti satu hal yang jauh lebih besar: betapa beratnya persaingan di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia musim ini.
Gol Carlos Franca Pastikan Persijap Aman dari Degradasi
Persijap Jepara tampil meyakinkan saat menghadapi Persita Tangerang. Tiga gol tanpa balas menjadi bukti bahwa tim asuhan Mario Lemos benar-benar tampil solid di laga krusial ini.
Gol Carlos Franca menjadi salah satu penentu penting. Winger asal Brasil tersebut menunjukkan ketajamannya di momen yang tepat ketika tim sangat membutuhkannya.
Dengan tambahan tiga poin ini, Persijap naik ke peringkat 13 klasemen sementara dengan koleksi 34 poin. Posisi tersebut memastikan mereka aman dari degradasi karena sudah unggul enam poin dari Persis Solo yang berada di peringkat ke-16.
Bahkan secara perhitungan head-to-head, Persijap juga unggul jika nantinya terjadi kesamaan poin di akhir musim. Hal ini memperkuat status mereka sebagai tim yang resmi bertahan di BRI Super League musim depan.
Carlos Franca: “Ini Liga yang Sangat Berat dan Panjang”
Usai pertandingan, Carlos Franca tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya. Namun di balik itu, ia juga memberikan pandangan jujur tentang ketatnya kompetisi musim ini.
“Seperti yang kita tahu, di liga yang sangat berat, panjang, dan sulit ini, kami bersyukur bisa lolos dari degradasi,” ujar Franca.
Pernyataan tersebut menggambarkan bagaimana kerasnya persaingan di BRI Super League 2025/2026, di mana setiap poin sangat berharga dan kesalahan kecil bisa berdampak besar pada posisi klasemen.
Franca juga memberikan apresiasi kepada seluruh elemen tim yang telah berjuang sejak awal musim hingga akhirnya bisa mengamankan posisi di kasta tertinggi.
“Selamat untuk seluruh elemen tim karena telah memastikan Persijap tetap di BRI Super League musim depan,” tambahnya.
Persembahan Khusus untuk Suporter dan Keluarga
Bagi Carlos Franca, gol ke gawang Persita bukan hanya sekadar statistik. Lebih dari itu, momen tersebut memiliki makna emosional yang dalam.
Ia secara khusus mempersembahkan gol dan kemenangan tersebut untuk suporter Persijap Jepara yang selalu memberikan dukungan tanpa henti sepanjang musim.
“Saya ingin berterima kasih kepada Tuhan. Saya bersyukur bisa mencetak gol dan membantu membawa kemenangan untuk Persijap. Ini sangat berarti buat seluruh masyarakat Jepara,” ucapnya.
Tak hanya itu, Franca juga mendedikasikan pencapaiannya untuk keluarga yang selalu berada di belakangnya dalam setiap situasi.
“Saya mempersembahkan gol dan kemenangan ini untuk keluarga besar saya yang selalu mendukung saya, untuk ibu, istri, dan anak saya. Saya dedikasikan gol ini untuk suporter dan fans Persijap,” lanjutnya.
Peran Penting Carlos Franca di Lini Serang Persijap
Sepanjang musim ini, Carlos Franca menjadi salah satu pemain paling berpengaruh di skuad Laskar Kalinyamat. Dengan status sebagai top skor tim, kontribusinya sangat krusial dalam perjalanan Persijap di BRI Super League.
Dari total 28 pertandingan, Franca sudah mencetak 10 gol dan 3 assist. Catatan tersebut menunjukkan betapa pentingnya peran pemain berusia 31 tahun itu dalam menjaga daya saing Persijap.
Kehadirannya di lini depan memberikan dimensi serangan yang lebih berbahaya, sekaligus menjadi pembeda di banyak pertandingan penting.
Tanpa kontribusi konsisten dari Franca, perjalanan Persijap mungkin tidak akan seaman sekarang.
Kunci Bertahan: Konsistensi di Liga yang Ketat
Kesuksesan Persijap lolos dari degradasi tidak datang secara instan. Konsistensi menjadi faktor utama yang akhirnya membawa mereka keluar dari zona berbahaya.
Carlos Franca menegaskan bahwa BRI Super League musim ini merupakan salah satu kompetisi paling sulit yang pernah ia jalani.
Persaingan yang ketat, jadwal padat, serta kualitas lawan yang merata membuat setiap pertandingan terasa seperti final.
Situasi inilah yang membuat keberhasilan Persijap terasa sangat spesial, bukan hanya bagi pemain, tetapi juga bagi seluruh pendukung setia mereka di Jepara.
Dua Laga Sisa Tanpa Tekanan
Setelah memastikan diri aman dari degradasi, Persijap Jepara masih menyisakan dua pertandingan terakhir musim ini.
Laskar Kalinyamat akan menghadapi Borneo FC pada pekan ke-33, lalu menutup musim dengan laga melawan Persib Bandung di pekan ke-34.
Kedua lawan tersebut masih memiliki ambisi besar dalam perebutan gelar juara. Namun bagi Persijap, laga ini bisa dijalani dengan lebih lepas tanpa tekanan.
Kondisi ini justru bisa menjadi kesempatan bagi pelatih Mario Lemos untuk melakukan rotasi pemain dan memberi menit bermain kepada skuad yang lebih luas.
Penutup: Musim Berat yang Berakhir dengan Lega
Perjalanan Persijap Jepara di BRI Super League 2025/2026 akhirnya mencapai titik aman. Dari tim yang sempat terancam degradasi, kini mereka bisa bernapas lega berkat kerja keras seluruh pemain.
Carlos Franca menjadi salah satu simbol penting dari kebangkitan tersebut. Gol, kerja keras, dan konsistensinya sepanjang musim memberi dampak besar bagi keberhasilan tim.
Kini, fokus Persijap tinggal menyelesaikan dua laga terakhir sebelum benar-benar menutup musim yang penuh tantangan dengan kepala tegak.
BACA JUGA :












