Persaingan papan bawah BRI Super League musim 2025/2026 semakin memanas dan penuh tekanan. Setiap pertandingan terasa seperti final bagi tim-tim yang masih berjuang keluar dari zona degradasi. Situasi ini tidak hanya menguji kemampuan pemain di lapangan, tetapi juga mental para pelatih dalam mengambil keputusan penting di tengah tekanan yang terus meningkat.
Salah satu sosok yang merasakan intensitas tersebut adalah Mario Lemos, pelatih Persijap. Arsitek asal Portugal itu harus memutar otak agar timnya bisa bertahan di kasta tertinggi. Hingga pekan ke-26, Persijap masih tertahan di peringkat ke-14 dengan koleksi 22 poin, posisi yang belum sepenuhnya aman dari ancaman degradasi.
Persaingan Ketat di Zona Degradasi
Ketatnya persaingan papan bawah BRI Super League terlihat dari selisih poin yang sangat tipis. Persijap hanya unggul dua angka dari Madura United yang berada di peringkat ke-16, batas atas zona degradasi. Sementara itu, Semen Padang mengoleksi 20 poin dan PSBS dengan 18 poin masih terus membayangi.
Situasi ini membuat setiap hasil pertandingan memiliki dampak besar terhadap posisi klasemen. Satu kekalahan saja bisa membuat posisi tim langsung merosot ke zona merah. Tekanan inilah yang membuat suasana kompetisi semakin menegangkan, baik bagi pemain maupun pelatih.
Mario Lemos mengakui bahwa kondisi ini menghadirkan campuran emosi antara harapan dan kecemasan. Ia menyadari bahwa setiap laga menjadi penentu nasib timnya di akhir musim.
Strategi Unik: Pilih Tidur Ketimbang Pantau Rival
Di tengah tekanan tinggi, Mario Lemos mengambil pendekatan yang cukup unik. Alih-alih memantau langsung pertandingan tim rival, ia justru memilih untuk beristirahat.
“Saya pilih tidur daripada nonton live pertandingan para tim rival. Setelah bangun, baru saya lihat hasilnya. Saya ingin pikiran tetap fresh dan tidak terganggu,” ujarnya.
Keputusan tersebut bukan tanpa alasan. Lemos ingin menjaga fokus dan kondisi mentalnya agar tetap stabil menjelang pertandingan timnya sendiri. Baginya, terlalu larut dalam memikirkan hasil tim lain justru bisa mengganggu konsentrasi utama.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa dalam persaingan ketat seperti BRI Super League, manajemen mental menjadi aspek yang sama pentingnya dengan strategi di lapangan.
Fokus Penuh Hadapi Laga Sendiri
Bagi Mario Lemos, kunci bertahan di papan bawah bukanlah bergantung pada hasil tim lain, melainkan memaksimalkan performa tim sendiri. Ia menegaskan bahwa fokus utama Persijap adalah meraih poin di setiap pertandingan.
Hal ini terbukti saat Persijap berhasil menahan imbang Persik tanpa gol di Stadion Brawijaya, Kediri. Hasil tersebut mungkin terlihat sederhana, namun memiliki arti besar dalam perjuangan mereka menjauh dari zona degradasi.
“Setiap poin sangat berarti di situasi seperti ini. Apalagi kami bisa mendapat poin di laga tandang. Target kami jelas, menang di kandang dan mencuri poin di luar,” kata Lemos.
Strategi tersebut menjadi fondasi penting dalam upaya Persijap bertahan di BRI Super League. Konsistensi dalam meraih poin, sekecil apa pun, bisa menjadi pembeda di akhir musim.
Peran Doa dan Keyakinan dalam Tekanan Kompetisi
Selain kerja keras di lapangan, Mario Lemos juga mengandalkan kekuatan mental dan spiritual. Ia mengaku selalu berdoa sebelum pertandingan sebagai bentuk usaha batin untuk mendapatkan hasil terbaik.
“Manusia harus berusaha dan berdoa. Dalam kondisi sulit seperti ini, doa menjadi bagian penting,” ungkapnya.
Menariknya, Lemos juga secara terbuka mengakui bahwa ia berharap tim rival mendapatkan hasil buruk. Baginya, hal tersebut adalah sesuatu yang wajar dalam dunia kompetisi.
“Sebagai manusia, tentu saya juga berharap rival tidak mendapatkan hasil bagus. Itu hal yang normal,” tambahnya.
Pendekatan ini menunjukkan bahwa dalam situasi penuh tekanan, aspek psikologis dan keyakinan pribadi bisa menjadi sumber motivasi tambahan bagi seorang pelatih.
Kerja Keras Jadi Penentu Akhir Musim
Hasil pekan ke-26 memberikan sedikit kelegaan bagi Persijap. Beberapa tim pesaing seperti Semen Padang dan Madura United mengalami kekalahan, sementara hasil lain juga tidak terlalu menguntungkan bagi rival di papan bawah.
Namun, Mario Lemos menegaskan bahwa situasi masih jauh dari aman. Ia menyadari bahwa setiap pekan menghadirkan tantangan baru yang tidak bisa diprediksi.
“Pekan ini saya bahagia, tapi pekan depan belum tentu. Kami harus tetap bekerja keras,” ujarnya.
Persijap kini bersiap menghadapi laga penting melawan Bhayangkara FC. Pertandingan tersebut diprediksi menjadi ujian berat, mengingat kualitas lawan yang cukup kuat.
Lemos menekankan pentingnya kombinasi antara kerja keras, disiplin, dan doa agar timnya mampu meraih hasil maksimal.
Kesimpulan
Persaingan papan bawah BRI Super League musim ini benar-benar menghadirkan drama yang menegangkan hingga akhir kompetisi. Selisih poin yang tipis membuat setiap pertandingan menjadi sangat krusial bagi tim-tim yang berjuang menghindari degradasi.
Mario Lemos menunjukkan bahwa dalam situasi seperti ini, pendekatan yang tepat tidak hanya soal taktik, tetapi juga manajemen mental dan fokus. Keputusannya untuk tidak terlalu memikirkan hasil rival dan lebih memilih menjaga kondisi pikiran menjadi strategi unik yang patut diperhatikan.
Dengan kombinasi kerja keras, fokus, dan keyakinan, Persijap masih memiliki peluang untuk bertahan di BRI Super League. Namun, satu hal yang pasti, perjuangan mereka belum selesai, dan setiap laga ke depan akan menjadi penentu nasib di akhir musim.
BACA JUGA :
- SBOTOP: Thom Haye Apresiasi Performa Beckham di FIFA Series 2026 dengan Rasa Bangga
- SBOTOP: Jerman Amankan Kemenangan Ketat 2-1 atas Ghana dalam Duel Sengit
- SBOTOP: Panpel Persik Resmi Amankan Izin Laga Krusial Kontra Persijap Jepara












