Persik Kediri berhasil menghindari hasil memalukan saat menjamu PSBS Biak dalam laga pekan ke-24 BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, Kamis malam (5 Maret 2026), tim berjuluk Macan Putih itu harus bekerja keras sebelum akhirnya mengamankan kemenangan dramatis dengan skor 2-1.
Kemenangan ini terasa sangat berarti bagi Persik Kediri. Pasalnya, mereka sempat tertinggal lebih dahulu setelah PSBS Biak mencetak gol di awal babak kedua. Situasi tersebut membuat tuan rumah berada dalam tekanan di hadapan para pendukungnya sendiri.
Namun, semangat juang para pemain Persik tidak padam. Berkat dua gol yang justru dicetak oleh pemain bertahan, Macan Putih berhasil melakukan comeback sekaligus mengamankan tiga poin penting di kandang sendiri.
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, mengakui bahwa kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Bahkan, ia menyebut pertandingan tersebut sebagai salah satu laga paling sulit yang dijalani timnya dalam beberapa pekan terakhir.
PSBS Sempat Mengejutkan Persik
Pertandingan antara Persik Kediri dan PSBS Biak berlangsung dengan intensitas tinggi sejak menit awal. Persik yang bermain di kandang langsung mengambil inisiatif menyerang dan berusaha menekan pertahanan tim tamu.
Sepanjang babak pertama, Persik beberapa kali menciptakan peluang berbahaya. Namun, kokohnya lini pertahanan PSBS serta penampilan gemilang kiper mereka, Kadu Monteiro, membuat berbagai peluang tersebut gagal berbuah gol.
Situasi justru berubah pada awal babak kedua. Ketika pertandingan baru berjalan tiga menit setelah jeda, PSBS Biak berhasil mengejutkan tuan rumah melalui gol yang dicetak oleh Ruyery Blanco pada menit ke-48.
Gol tersebut membuat suasana Stadion Brawijaya sempat terdiam. Persik yang sebelumnya mendominasi permainan justru harus tertinggal lebih dahulu akibat satu kesalahan di lini pertahanan.
Bagi Marcos Reina, gol tersebut menjadi pukulan yang cukup berat bagi timnya.
Marcos Reina Akui Terkejut dengan Gol Cepat
Usai pertandingan, Marcos Reina mengakui bahwa gol cepat yang dicetak PSBS di awal babak kedua sempat membuat timnya terkejut.
Menurut pelatih berusia 41 tahun tersebut, Persik sebenarnya sedang berada dalam momentum menyerang sebelum akhirnya melakukan kesalahan yang dimanfaatkan lawan.
“Saat kami asyik menyerang, kemudian kami membuat kesalahan di pertahanan yang membuat gawang kemasukan gol. Ini sangat memukul kami,” ujar Reina.
Meski demikian, ia melihat bahwa gol tersebut justru memicu semangat para pemain Persik untuk bangkit.
Reina menilai para pemainnya menunjukkan mentalitas yang kuat dengan terus berusaha menekan lawan hingga akhir pertandingan.
“Gol itu membuat kami harus bangkit dari awal lagi. Saya sangat berterima kasih kepada para pemain yang sudah bekerja keras. Para penggemar Persik juga mendorong kami untuk menang hari ini,” tambahnya.
Keputusan Berani yang Mengubah Permainan
Dalam situasi tertinggal, Marcos Reina kemudian mengambil keputusan taktis yang cukup berani. Ia melakukan perubahan strategi dengan menambah kekuatan di lini serang.
Reina menarik keluar Kiko dan memasukkan striker Rodrigo Dias untuk memperkuat daya dobrak timnya. Keputusan tersebut dianggap cukup berisiko karena membuat Persik harus lebih terbuka dalam menyerang.
Namun, pelatih asal Spanyol itu merasa langkah tersebut memang harus diambil demi mengejar ketertinggalan.
“Kami tahu sejak awal PSBS bertahan sangat dalam dan sulit ditembus. Maka saya mengubah strategi dengan menarik Kiko dan memasukkan striker Rodrigo Dias,” jelasnya.
“Ini memang berisiko, tetapi kami harus berani menerima konsekuensinya,” lanjut Reina.
Masuknya Rodrigo Dias terbukti memberikan dampak positif. Persik menjadi lebih agresif dalam menekan pertahanan PSBS Biak.
Duet Rodrigo Dias dan Jose Enrique membuat lini belakang PSBS semakin sibuk menghalau berbagai serangan yang datang bertubi-tubi.
Dua Bek Lokal Jadi Penyelamat Persik
Meski sudah menurunkan dua penyerang sekaligus, Persik tetap kesulitan menembus pertahanan rapat PSBS Biak. Namun, keberuntungan akhirnya berpihak kepada tuan rumah pada menit-menit akhir pertandingan.
Gol penyama kedudukan akhirnya tercipta pada menit ke-79 melalui bek Hamra Hehanussa. Gol tersebut menghidupkan kembali semangat para pemain Persik serta para pendukung yang memadati Stadion Brawijaya.
Tak berhenti sampai di situ, Persik kemudian memastikan kemenangan dramatis pada menit ke-88. Kali ini, gol penentu dicetak oleh bek lainnya, Muhammad Firly.
Dua gol dari pemain bertahan tersebut menjadi momen yang cukup unik dalam pertandingan tersebut.
Marcos Reina pun mengaku tidak menyangka bahwa kemenangan timnya justru ditentukan oleh dua pemain bertahan.
“Kami memainkan dua striker bagus, tetapi tetap sulit mencetak gol. Mereka sudah berusaha keras,” ujar Reina.
“Saya pikir salah satu dari penyerang kami yang akan mencetak gol. Tetapi ternyata gol kami justru dicetak oleh dua bek. Sepak bola memang aneh dan kadang tidak logis,” tambahnya.
Tiga Poin Penting bagi Persik Kediri
Kemenangan atas PSBS Biak memberikan tambahan tiga poin penting bagi Persik Kediri di klasemen BRI Super League 2025/2026. Hasil ini juga menjadi bukti bahwa Macan Putih memiliki mentalitas kuat untuk bangkit meski berada dalam situasi sulit.
Marcos Reina menilai kerja keras para pemain menjadi kunci utama keberhasilan timnya meraih kemenangan dalam laga tersebut.
Selain itu, dukungan dari para suporter yang memadati Stadion Brawijaya juga memberikan energi tambahan bagi para pemain untuk terus berjuang hingga peluit akhir berbunyi.
Kesimpulan
Laga antara Persik Kediri dan PSBS Biak di pekan ke-24 BRI Super League menghadirkan drama yang tidak terduga. Persik yang sempat tertinggal akhirnya mampu melakukan comeback berkat dua gol dari pemain bertahan mereka.
Bagi Marcos Reina, kemenangan tersebut menjadi bukti bahwa sepak bola sering menghadirkan kejutan yang sulit dijelaskan secara logika. Dua bek yang biasanya fokus bertahan justru menjadi penentu kemenangan tim.
Dengan tambahan tiga poin ini, Persik Kediri mendapatkan suntikan kepercayaan diri penting untuk menghadapi pertandingan-pertandingan berikutnya di kompetisi. Jika mampu mempertahankan semangat juang yang sama, Macan Putih berpeluang terus memperbaiki posisi mereka di klasemen BRI Super League musim ini.
BACA JUGA :












