Persija Jakarta akan menghadapi PSM Makassar dalam pekan ke-22 BRI Super League 2025/2026 di Jakarta International Stadium (JIS), Jumat (20/2/2026). Laga ini menjadi sorotan karena keduanya memiliki sejarah rivalitas panjang, dan kualitas tim yang berbeda musim ini membuat duel antarlini sangat menarik untuk dianalisis. Persija tampil lebih unggul dari segi pertahanan, lini tengah, dan lini depan, menjadikan mereka favorit di laga ini.
Kiper: Andritany vs Reza Arya, Pertaruhan di Bawah Mistar
Di bawah mistar, Persija memiliki Andritany Ardhiyasa yang sedang on fire. Kiper berusia 34 tahun ini berhasil menjaga clean sheet ketika menghadapi Bali United dan telah nirbobol tiga kali dari lima pertandingan musim ini. Kemampuan Andritany menjadi kunci agar Persija bisa memaksimalkan tujuh pemain asing di outfield untuk menekan PSM.
Sementara itu, PSM Makassar akan menurunkan Reza Arya Pratama, kiper berlabel Timnas Indonesia, yang mulai kembali ke posisi utama. Reza dipercaya mampu menghadang serangan Persija, meski menghadapi lini depan yang lebih tajam. Duel kiper ini menjadi salah satu pertaruhan penting dalam menentukan hasil laga.
Lini Belakang: Keunggulan Persija
Lini belakang Persija menjadi salah satu yang terbaik musim ini berkat ketangguhan Rizky Ridho, Jordi Amat, dan Thales Lira. Tim Macan Kemayoran baru kemasukan 16 gol dari 21 pertandingan, menjadikannya pertahanan terbaik kedua setelah Persib Bandung.
PSM, di sisi lain, baru kemasukan 24 gol dari 21 laga. Pemain seperti Yuran Fernandes dan Victor Luiz perlu tampil maksimal untuk menahan gempuran Macan Kemayoran. Koordinasi lini belakang menjadi faktor krusial jika PSM ingin menahan laju Persija.
Lini Tengah: Pengatur Ritme Persija
Di sektor tengah, Fabio Calonego dan Van Basty Sousa menjadi nyawa permainan Persija. Keduanya tidak hanya mengalirkan bola ke lini depan tetapi juga memutus serangan lawan, membuat PSM kesulitan mengembangkan permainan.
PSM akan mengandalkan Gledson dan Savio Roberto untuk menandingi kekuatan duo Persija ini. Namun, kombinasi pengalaman dan ketajaman Calonego-Sousa membuat PSM harus bekerja ekstra keras jika ingin membongkar lini tengah Macan Kemayoran.
Lini Depan: Macan Kemayoran Lebih Tajam
Persija memiliki lini depan yang tertajam kedua di musim ini setelah Malut United, mencetak 37 gol dari 21 pertandingan. Maxwell Souza menjadi pemain paling berbahaya dengan 12 gol, sekaligus top scorer sementara BRI Super League. Kecepatan dan insting golnya menjadi ancaman serius bagi pertahanan PSM.
Sebaliknya, sektor serangan PSM terhitung kurang menggigit. Dari 21 pertandingan, mereka hanya mencetak 23 gol, dengan Alex Tanque sebagai pencetak gol terbanyak dengan enam gol. Ketajaman lini depan PSM menjadi pertanyaan besar menghadapi pertahanan solid Persija.
Analisis Duel Antarlini
Secara keseluruhan, Persija unggul di semua lini. Pertahanan solid, lini tengah kreatif, dan lini depan tajam menjadi modal utama menghadapi PSM. Laskar Ramang harus menemukan strategi baru untuk menahan dominasi Macan Kemayoran.
Selain kualitas pemain, faktor pengalaman dan konsistensi musim ini membuat Persija lebih diunggulkan. PSM harus berhati-hati terhadap serangan balik cepat Persija dan memanfaatkan peluang seefektif mungkin.
Kesimpulan
Duel klasik Persija vs PSM di BRI Super League pekan ke-22 mempertemukan kualitas pertahanan, kreativitas lini tengah, dan ketajaman lini depan. Macan Kemayoran tampil lebih unggul dari segi statistik dan performa musim ini, menjadikan mereka favorit untuk meraih kemenangan.
Bagi PSM, laga ini menjadi ujian berat. Mereka harus tampil disiplin, efektif, dan taktis untuk mengimbangi permainan Persija. Laga ini diprediksi berlangsung sengit, dengan tensi tinggi dan duel antarlini yang akan menentukan siapa yang keluar sebagai pemenang di pertandingan klasik ini.
BACA JUGA :












