1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Erick Thohir Apresiasi Emtek Group sebagai Official Broadcaster BRI Super League

Ketua Umum PSSI Erick Thohir kembali menyoroti sejumlah aspek penting dalam perkembangan sepak bola Indonesia. Mulai dari kualitas kompetisi, kinerja wasit, kesehatan klub, nilai komersial, hingga kualitas siaran menjadi perhatian dalam acara BRI x I.League di SCTV Tower, Jakarta Pusat, Selasa (1/9/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Erick Thohir juga memberikan apresiasi kepada Emtek Group yang dinilainya terus meningkatkan performa dalam menayangkan kompetisi sepak bola Indonesia. Menurutnya, kualitas siaran memiliki hubungan erat dengan rating dan perkembangan industri sepak bola secara keseluruhan.

Tidak hanya itu, Erick juga menyampaikan target yang cukup tinggi. Ia berharap rating kompetisi sepak bola Indonesia terus tumbuh, bahkan mampu melampaui Premier League.

Erick Thohir Analogi Sepak Bola dengan Posisi Pemain

Dalam acara BRI x I.League, Erick Thohir menanggapi pernyataan Direktur Utama I.League Ferry Paulus mengenai Komisaris Utama I.League Yunus Nusi.

Ferry sebelumnya menganalogikan peran Yunus Nusi seperti pencetak gol dalam perkembangan kompetisi. Erick kemudian menggunakan analogi permainan sepak bola untuk menggambarkan bahwa perkembangan kompetisi tidak bisa bergantung pada satu pihak saja.

Menurut Erick, sepak bola membutuhkan kerja sama dari berbagai posisi. Ada pihak yang bertugas mencetak gol, memberikan umpan, hingga menjaga pertahanan.

Ia kemudian mengaitkan analogi tersebut dengan peran BRI dalam ekosistem sepak bola Indonesia.

BRI Dinilai Punya Peran Penting dalam Sepak Bola

Erick Thohir kembali mengingat situasi sepak bola Indonesia pada 2021, ketika kompetisi menghadapi tantangan akibat pandemi Covid-19.

Ia menilai dukungan BRI pada periode tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang dalam menjaga keberlangsungan sepak bola Indonesia.

Dalam analoginya, Erick menyebut BRI sebagai salah satu bagian penting yang berfungsi seperti penjaga gawang. Sementara itu, dalam kondisi saat ini, ia menggambarkan peran BRI seperti gelandang bertahan atau defensive midfielder.

Menurut Erick, peran tersebut berkaitan dengan upaya menjaga keseimbangan sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.

Beberapa aspek yang ia kaitkan dengan peran tersebut meliputi:

  • Pemerataan ekonomi
  • Pertumbuhan UMKM
  • Peningkatan daya beli masyarakat
  • Dukungan terhadap keberlangsungan kompetisi
  • Dampak ekonomi dari industri sepak bola

Dengan demikian, menurut Erick, dukungan terhadap sepak bola tidak berdiri sendiri. Ada hubungan antara kompetisi, industri, sponsor, klub, penonton, dan aktivitas ekonomi masyarakat.

Erick Thohir Apresiasi Emtek Group

Salah satu poin yang mendapat perhatian adalah apresiasi Erick Thohir kepada Emtek Group.

Erick menilai Emtek terus meningkatkan performanya dalam menayangkan kompetisi sepak bola Indonesia. Ia juga menekankan bahwa rating menjadi salah satu indikator penting dalam perkembangan kompetisi.

Bagi sepak bola Indonesia, kualitas siaran menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari upaya memperluas jangkauan pertandingan kepada masyarakat.

Semakin menarik pertandingan dan semakin baik pengalaman penonton, peluang kompetisi mendapatkan perhatian lebih besar juga terbuka.

Karena itu, Erick berharap peningkatan kualitas tidak hanya terjadi di dalam lapangan, tetapi juga pada bagaimana pertandingan disajikan kepada penonton melalui layar televisi.

Akurasi Wasit Jadi Sorotan

Selain aspek komersial dan siaran, kualitas wasit juga menjadi perhatian Erick Thohir.

Ia menyebut berdasarkan catatan yang disampaikannya, tingkat akurasi keputusan wasit meningkat menjadi 90,7 persen tanpa bantuan VAR. Sebelumnya, angka tersebut disebut berada di level 89,3 persen.

Menurut Erick, peningkatan kualitas wasit penting untuk menjaga kepercayaan penonton terhadap kompetisi.

Pertandingan yang berlangsung secara fair akan memberikan pengalaman lebih baik bagi penonton, baik mereka yang hadir langsung di stadion maupun yang menyaksikan melalui televisi.

Erick juga menyebut perkembangan positif di Championship. Tingkat akurasi wasit di kompetisi tersebut disebut meningkat menjadi 92,1 persen tanpa VAR, dari sebelumnya 75 persen.

Ia menekankan bahwa peningkatan tersebut perlu dijaga secara konsisten.

Klub Diminta Sajikan Pertandingan Terbaik

Erick Thohir juga meminta klub dan pelatih memberikan pertandingan terbaik di setiap laga.

Menurutnya, kualitas pertandingan memiliki pengaruh terhadap ketertarikan penonton. Jika pertandingan berlangsung menarik, potensi rating yang lebih baik juga semakin besar.

Ia turut menyinggung regulasi di sejumlah liga luar negeri yang mengatur kewajiban memainkan pemain tertentu.

Dalam konteks kompetisi Indonesia, Erick mengingatkan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi pengaturan pertandingan, terutama ketika kompetisi memasuki fase akhir dan posisi sejumlah tim sudah relatif aman.

Baginya, integritas pertandingan merupakan bagian penting dari upaya membangun kompetisi yang sehat.

Dampak Ekonomi Sepak Bola Hampir Rp10,4 Triliun

Perkembangan sepak bola Indonesia juga dilihat dari sisi ekonomi.

Erick Thohir menyebut dampak ekonomi industri sepak bola saat ini hampir mencapai Rp10,4 triliun. Ia menilai angka tersebut menunjukkan bahwa sepak bola bukan hanya berkaitan dengan pertandingan dan prestasi olahraga.

Ada efek lanjutan yang dapat dirasakan berbagai sektor, termasuk UMKM.

Selain dampak ekonomi, Erick memaparkan peningkatan nilai komersialisasi I.League dalam beberapa musim terakhir.

Angka yang disampaikannya menunjukkan tren peningkatan:

  • 2023/2024: sekitar Rp519 miliar
  • 2024/2025: sekitar Rp658 miliar
  • 2025/2026: sekitar Rp709 miliar
  • 2026/2027: sekitar Rp855 miliar

Pendapatan klub juga disebut mengalami peningkatan dari sekitar Rp7,5 miliar, kemudian Rp12 miliar, Rp19 miliar, hingga Rp27 miliar.

Menurut Erick, peningkatan komersialisasi harus berjalan beriringan dengan kesehatan klub. Liga yang berkembang membutuhkan klub yang juga mampu bertumbuh secara berkelanjutan.

Target Erick Thohir: Rating BRI Super League Lampaui Premier League

Di penghujung pernyataannya, Erick Thohir menyampaikan target yang cukup ambisius.

Ia mengapresiasi BRI dan I.League yang dinilai konsisten mendukung program-program besar PSSI. Erick juga menyampaikan terima kasih kepada media serta para pelatih yang ikut terlibat dalam perkembangan kompetisi.

Namun, target berikutnya bukan sekadar meningkatkan rating.

Erick berharap rating kompetisi sepak bola Indonesia dapat terus naik hingga melampaui Premier League.

Target tersebut tentu bukan perkara sederhana. Dibutuhkan kualitas pertandingan, klub yang sehat, wasit yang semakin akurat, penyajian siaran yang menarik, serta dukungan seluruh pemangku kepentingan.

Pada akhirnya, pesan Erick Thohir cukup jelas: sepak bola Indonesia membutuhkan kolaborasi. PSSI, I.League, klub, sponsor, media, pelatih, wasit, dan suporter memiliki peran masing-masing dalam membangun kompetisi.

Jika seluruh elemen mampu bergerak dalam arah yang sama, peningkatan kualitas dan nilai komersial sepak bola Indonesia bukan sekadar target, tetapi dapat menjadi bagian dari perkembangan industri sepak bola nasional.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE