Semen Padang harus mengakui keunggulan Persib Bandung pada laga lanjutan BRI Super League 2025/2026. Pertandingan yang berlangsung di Stadion Haji Agus Salim, Padang, Minggu (5/4/2026) malam WIB, berakhir dengan skor 0-2 untuk kemenangan tim tamu. Meskipun bermain di kandang sendiri, Semen Padang kesulitan menembus lini pertahanan Persib yang solid.
Ramon Tanque Jadi Penentu Kemenangan Persib
Persib Bandung membuka keunggulan pada menit ke-31 melalui aksi penyerang asal Brasil, Ramon Tanque. Gol pertama lahir berkat kerja sama apik dengan rekannya, Berguinho, yang mengirim umpan silang mendatar dari sisi sayap. Ramon dengan tenang memaksimalkan peluang dan menaklukkan kiper Semen Padang.
Gol kedua Persib kembali dicetak Ramon Tanque pada menit ke-69. Kali ini, ia memanfaatkan umpan silang dari Thom Haye di sisi kiri pertahanan Semen Padang dan menanduk bola masuk gawang. Dengan tambahan dua gol ini, Ramon kini mengoleksi tujuh gol dari 22 penampilan bersama Persib Bandung. Keberhasilan Ramon menjadi sorotan utama sekaligus menunjukkan kualitasnya sebagai ujung tombak tim.
Teja Paku Alam Pecahkan Rekor Clean Sheet
Kiper Persib Bandung, Teja Paku Alam, tampil gemilang pada laga ini. Selain menjaga gawang tetap perawan, pencapaian tersebut membuatnya memecahkan rekor clean sheet terbanyak sejak era Liga 1. Teja kini mengoleksi 16 clean sheet, melampaui rekor Andritany Ardiansyah yang mencatatkan 15 clean sheet pada musim 2022/2023.
Pencapaian ini semakin spesial karena terjadi di tanah kelahiran Teja Paku Alam sendiri. Penampilan solidnya menjadi kunci utama kemenangan Persib, terutama ketika menghadapi tekanan dari pemain Semen Padang yang bermain penuh motivasi di kandang sendiri.
Cuaca Hujan Tidak Menghambat Pertandingan
Pertandingan berlangsung dalam kondisi hujan deras sejak awal laga. Meski begitu, Stadion Haji Agus Salim tetap dapat digunakan dengan normal tanpa adanya genangan air yang mengganggu permainan.
Semen Padang mencoba bermain dengan intensitas tinggi, menekan pertahanan Persib. Namun, tim tamu memilih bersabar membangun serangan dan mengandalkan serangan balik cepat. Strategi tersebut terbukti efektif, terutama dengan hadirnya pemain-pemain seperti Ramon Tanque dan Thom Haye yang mampu memanfaatkan peluang dengan baik.
Kekalahan Perdana Imran Nahumarury
Bagi pelatih Semen Padang, Imran Nahumarury, hasil ini menjadi kekalahan perdana sejak ditunjuk pada Maret 2026. Ia menggantikan Dejan Antonic yang dipecat karena gagal membawa Semen Padang keluar dari zona degradasi.
Sebelumnya, Imran berhasil menjaga tren positif timnya dengan beberapa hasil imbang yang cukup baik. Kekalahan dari Persib ini menjadi evaluasi penting bagi pelatih berusia 47 tahun tersebut, terutama dalam menyusun strategi menghadapi tim papan atas di sisa musim.
Posisi Klasemen dan Dampaknya
Dengan hasil ini, Semen Padang tetap berada di zona merah, menempati peringkat ke-17 dengan 20 poin dari 26 laga. Tim harus bekerja keras pada sisa kompetisi untuk menjauh dari ancaman degradasi.
Sementara itu, Persib Bandung semakin kukuh di puncak klasemen dengan 61 poin. Mereka unggul empat angka dari Borneo FC yang menempel ketat di posisi kedua. Tren positif Persib menjadikan mereka salah satu tim terkuat musim ini dan favorit juara BRI Super League 2025/2026.
Fakta dan Momen Menarik Lainnya
Selain gol dan clean sheet, laga ini menyajikan beberapa momen menarik. Semen Padang berusaha menekan dan menampilkan permainan kolektif, meski gagal memecah kebuntuan. Persib Bandung juga menunjukkan konsistensi dalam serangan balik cepat dan kemampuan individu pemain yang mumpuni.
Teja Paku Alam dan Ramon Tanque menjadi sorotan utama. Teja dengan catatan clean sheet yang memecahkan rekor dan Ramon dengan brace yang memastikan kemenangan Persib. Kombinasi ini menunjukkan kekuatan Persib dalam bertahan dan menyerang.
Kesimpulan
Kemenangan Persib Bandung atas Semen Padang menjadi bukti konsistensi tim papan atas dalam BRI Super League 2025/2026. Teja Paku Alam berhasil memecahkan rekor clean sheet, sementara Ramon Tanque menjadi penentu kemenangan dengan dua golnya.
Bagi Semen Padang, kekalahan ini menjadi evaluasi penting untuk menghadapi sisa musim. Pelatih Imran Nahumarury harus segera menemukan strategi yang tepat agar tim bisa keluar dari zona degradasi.
Pertandingan ini tidak hanya menegaskan kualitas Persib sebagai tim papan atas, tetapi juga menjadi momen bersejarah bagi Teja Paku Alam di tanah kelahirannya. Dengan persiapan matang dan evaluasi yang tepat, Semen Padang berpeluang bangkit di laga berikutnya, sedangkan Persib tetap menjadi favorit juara BRI Super League 2025/2026.
BACA JUGA :












