Nama Figo Dennis kembali jadi perbincangan hangat di sepak bola Indonesia. Gelandang muda milik Persija Jakarta itu seolah memiliki “tuah promosi” setelah sukses membawa dua tim berbeda naik kasta ke Super League dalam dua musim beruntun.
Setelah musim lalu ikut mengantar PSIM Yogyakarta promosi sekaligus meraih gelar juara, kini giliran PSS Sleman yang merasakan sentuhan magis pemain berusia 20 tahun tersebut.
Pencapaian ini tentu bukan kebetulan semata. Di usia yang masih sangat muda, Figo Dennis mulai menunjukkan kualitas dan mentalitas pemain besar yang mampu memberikan dampak nyata bagi tim yang dibelanya.
Back to Back Promosi yang Bikin Figo Dennis Bangga
Keberhasilan PSS Sleman memastikan tiket promosi ke Super League menjadi momen spesial bagi Figo Dennis. Ia mengaku sangat bangga bisa kembali merasakan atmosfer naik kasta dalam dua musim berturut-turut.
Bagi Figo, perjalanan ini seperti sebuah rezeki sekaligus hasil dari kerja keras yang terus ia lakukan di setiap kesempatan.
“Sangat senang dan bangga. Mungkin ini sudah jadi jalan saya. Secara pribadi, saya selalu berusaha memberikan yang terbaik di setiap tim yang saya bela. Bisa jadi ini rezeki saya bisa membantu dua tim promosi ke Super League,” ujar Figo.
Pernyataan tersebut menunjukkan bagaimana Figo tetap rendah hati meski namanya mulai identik dengan keberhasilan tim promosi. Ia tidak ingin terlena dan tetap fokus memberikan kontribusi maksimal di lapangan.
Jadi Bagian Penting Kebangkitan PSS Sleman
Musim ini, peran Figo Dennis di lini tengah PSS Sleman cukup vital. Bersama Dominikus Dion dan Frederic Injai, ia membantu menjaga keseimbangan permainan tim.
Kehadirannya memberi warna baru bagi permainan Super Elang Jawa. Mobilitas tinggi, distribusi bola yang rapi, serta keberanian duel di lini tengah membuatnya cepat mendapatkan kepercayaan dari tim pelatih.
Meski datang sebagai pemain pinjaman dari Persija Jakarta pada Januari lalu, Figo mampu langsung beradaptasi dengan cepat. Bahkan, ia tampil konsisten dalam 11 pertandingan beruntun bersama PSS.
Hal tersebut tentu bukan pencapaian mudah, apalagi kompetisi Pegadaian Championship musim ini berlangsung ketat dengan tekanan besar di setiap pertandingan.
Adaptasi Tak Selalu Mudah
Di balik performa apiknya bersama PSS, Figo mengakui proses adaptasi tidak berjalan mulus sejak awal. Komunikasi dan chemistry dengan rekan setim sempat menjadi tantangan tersendiri.
Namun, pemain kelahiran Probolinggo itu memilih menghadapi semuanya dengan cara sederhana: banyak berdiskusi dengan rekan satu tim.
“Kesulitan bermain dan komunikasi pasti ada. Saat mengalami kesulitan, saya sering ngobrol dengan mereka. Membahas seperti apa keinginan di lapangan dan bagaimana skema terbaik untuk tim. Seiring waktu koneksi itu mulai terbangun,” jelasnya.
Mental terbuka seperti ini menjadi salah satu alasan mengapa Figo bisa berkembang cepat. Ia tak ragu belajar dan menyesuaikan diri demi kepentingan tim.
Suporter PSS dan PSIM Dapat Pujian
Menariknya, Figo Dennis juga memberikan apresiasi khusus kepada suporter dua klub yang pernah ia bela, yakni PSS Sleman dan PSIM Yogyakarta.
Menurutnya, kedua kelompok pendukung tersebut sama-sama memiliki loyalitas tinggi dan selalu hadir memberikan dukungan penuh untuk tim kesayangan mereka.
“Mengenai suporter dari kedua tim, mereka sama-sama bagus dan solid. Mereka selalu mendukung dalam kondisi apa pun yang dialami tim,” kata Figo.
Dukungan suporter memang menjadi salah satu kekuatan besar bagi klub-klub di Yogyakarta. Atmosfer stadion yang penuh semangat sering kali menjadi motivasi tambahan bagi para pemain di lapangan.
Tak heran jika Figo merasa memiliki pengalaman berharga selama memperkuat dua klub tersebut.
PSS Sleman Resmi Promosi ke Super League
Kepastian promosi PSS Sleman didapat setelah mereka menang telak 3-0 atas PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Minggu (3/5/2026).
Hasil itu membuat PSS finis sebagai juara Grup Timur Pegadaian Championship dengan koleksi 56 poin dari 27 pertandingan.
Prestasi tersebut menjadi bukti kebangkitan PSS setelah melewati musim penuh tekanan. Kini, Super Elang Jawa akhirnya kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Menariknya, bukan hanya Figo Dennis yang punya pengalaman promosi bersama PSIM musim lalu. Ada juga Irvan Yunus Mofu dan Muhammad Fariz yang kembali merasakan sukses serupa bersama PSS.
Hal ini membuat skuad PSS memiliki mental juara sekaligus pengalaman penting dalam menghadapi tekanan perebutan tiket promosi.
Tantangan Berikutnya: Final Lawan Garudayaksa FC
Meski sudah memastikan promosi, perjalanan PSS Sleman musim ini belum selesai. Mereka masih akan menghadapi Garudayaksa FC pada partai final Pegadaian Championship 2025/2026.
Laga tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Maguwoharjo pada Sabtu (9/5/2026) pukul 19.00 WIB.
Final nanti menjadi kesempatan emas bagi PSS untuk menutup musim dengan gelar juara. Selain itu, pertandingan tersebut juga bisa menjadi panggung pembuktian berikutnya bagi Figo Dennis.
Jika kembali tampil impresif, bukan tidak mungkin kariernya akan semakin melesat dalam beberapa tahun ke depan.
Masa Depan Cerah Figo Dennis
Di usia 20 tahun, perjalanan karier Figo Dennis masih sangat panjang. Pengalaman membawa dua klub promosi secara beruntun tentu menjadi modal besar untuk perkembangan dirinya sebagai pemain profesional.
Statusnya sebagai mantan pemain Timnas Indonesia U-20 juga membuat banyak pecinta sepak bola mulai menaruh perhatian lebih terhadap potensinya.
Kini, pertanyaan besar mulai muncul: apakah “tuah promosi” Figo Dennis akan terus berlanjut di masa depan?
Satu hal yang pasti, gelandang muda ini sudah membuktikan bahwa dirinya bukan sekadar pemain pelengkap. Ia perlahan menjelma menjadi sosok penting yang mampu menghadirkan dampak nyata bagi tim yang dibelanya.
BACA JUGA :












