1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Indonesia Berpeluang Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026, Rival Berat Sudah Menanti

Kabar menarik datang untuk pecinta sepak bola Asia Tenggara. Timnas Indonesia disebut-sebut akan menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026, turnamen baru yang digagas FIFA bersama negara-negara ASEAN. Tak hanya Indonesia, Hong Kong juga dikabarkan ikut ambil peran sebagai penyelenggara, namun dengan pembagian kasta kompetisi yang berbeda.

Informasi ini pertama kali dilaporkan oleh South China Morning Post (SCMP), yang menyebut bahwa turnamen ini akan hadir dengan format unik dua divisi. Jika benar terealisasi, ini bisa menjadi langkah besar bagi perkembangan sepak bola di kawasan, sekaligus peluang emas bagi Timnas Indonesia untuk unjuk gigi di depan publik sendiri.

Format Baru: Dua Divisi dalam Satu Turnamen

Salah satu hal paling menarik dari FIFA ASEAN Cup 2026 adalah format kompetisinya. Berdasarkan laporan SCMP, turnamen ini akan dibagi menjadi dua kasta, yaitu Divisi 1 dan Divisi 2.

Indonesia disebut akan menjadi tuan rumah untuk Divisi 1, yang berisi tim-tim kuat di Asia Tenggara. Sementara itu, Hong Kong dipercaya menjadi penyelenggara Divisi 2.

Meski begitu, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi terkait daftar peserta di masing-masing divisi. Pihak FIFA, Federasi Sepak Bola ASEAN, maupun Asosiasi Sepak Bola Hong Kong masih belum memberikan pernyataan resmi.

Namun, skema dua divisi ini dinilai menarik karena bisa menciptakan persaingan yang lebih seimbang, sekaligus memberikan kesempatan bagi negara berkembang untuk tetap bersaing di level internasional.

Prediksi Peserta Divisi 1

Meski belum diumumkan secara resmi, sejumlah negara diprediksi akan mengisi Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026. Berdasarkan laporan yang beredar, enam tim kuat Asia Tenggara kemungkinan besar akan tampil di kasta tertinggi.

Negara-negara tersebut adalah Indonesia, Thailand, Vietnam, Malaysia, Filipina, dan Singapura. Keenam tim ini memang dikenal sebagai kekuatan utama di kawasan ASEAN dalam beberapa tahun terakhir.

Jika prediksi ini benar, maka persaingan di Divisi 1 dipastikan akan berlangsung sengit. Indonesia sebagai tuan rumah tentu memiliki keuntungan, namun lawan-lawan yang dihadapi juga bukan tim sembarangan.

Thailand dan Vietnam dikenal konsisten di level Asia, sementara Malaysia, Filipina, dan Singapura juga terus berkembang dengan kualitas pemain yang semakin baik.

Prediksi Peserta Divisi 2

Sementara itu, Divisi 2 diperkirakan akan diisi oleh tim-tim yang sedang berkembang di kawasan. Hong Kong sebagai tuan rumah akan ditemani oleh beberapa negara ASEAN lainnya.

Daftar sementara mencakup Kamboja, Myanmar, Laos, serta satu tempat yang masih diperebutkan antara Brunei Darussalam dan Timor Leste.

Format ini memberi peluang bagi tim-tim tersebut untuk mendapatkan pengalaman bertanding yang lebih kompetitif tanpa harus langsung berhadapan dengan tim-tim elite di kawasan.

Selain itu, sistem dua divisi juga membuka peluang promosi dan degradasi di masa depan, meski mekanisme tersebut belum diumumkan secara resmi.

Jadwal Digelar di Jeda Internasional

FIFA ASEAN Cup 2026 direncanakan berlangsung pada periode jeda internasional, yaitu antara September hingga Maret. Pemilihan jadwal ini dianggap strategis karena memungkinkan pemain terbaik dari masing-masing negara untuk tampil tanpa terganggu jadwal liga domestik.

Dengan memanfaatkan kalender FIFA Matchday, turnamen ini berpotensi menghadirkan kualitas pertandingan yang lebih tinggi dan menarik perhatian lebih banyak penggemar.

Bagi Indonesia, jika benar menjadi tuan rumah, ini juga menjadi kesempatan untuk menunjukkan kesiapan infrastruktur dan kualitas penyelenggaraan event internasional.

Belum Ada Konfirmasi Resmi dari PSSI

Di tengah ramainya kabar ini, hingga saat ini belum ada konfirmasi resmi dari PSSI terkait status Indonesia sebagai tuan rumah Divisi 1 FIFA ASEAN Cup 2026.

Upaya konfirmasi yang dilakukan kepada Sekjen PSSI, Yunus Nusi, juga belum mendapatkan respons hingga berita ini beredar.

Hal ini membuat kabar tersebut masih bersifat spekulatif, meski sumber yang mengungkapnya termasuk media internasional yang kredibel.

Bagi publik sepak bola Indonesia, tentu harapan besar muncul agar kabar ini benar-benar terealisasi.

Diluncurkan di KTT ASEAN ke-47

Turnamen FIFA ASEAN Cup sendiri bukan sekadar wacana baru. Kompetisi ini telah resmi diluncurkan oleh Presiden FIFA, Gianni Infantino, dalam KTT ASEAN ke-47 yang berlangsung di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 26 Oktober 2025.

Dalam acara tersebut, Infantino menandatangani pembaruan nota kesepahaman antara FIFA dan ASEAN bersama Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr. Kao Kim Hourn.

Momen ini juga disaksikan oleh Perdana Menteri Malaysia sekaligus Ketua ASEAN 2025, Dato’ Seri Anwar Bin Ibrahim.

Peluncuran ini menjadi tonggak penting dalam kerja sama antara FIFA dan negara-negara ASEAN untuk mengembangkan sepak bola di kawasan.

Misi Besar FIFA untuk Asia Tenggara

Gianni Infantino menegaskan bahwa FIFA ASEAN Cup bukan hanya sekadar turnamen, tetapi juga bagian dari misi besar untuk memperkuat sepak bola di Asia Tenggara.

Menurutnya, kompetisi ini akan membuka peluang bagi pemain-pemain terbaik ASEAN untuk tampil di panggung yang lebih luas.

“FIFA senang dapat terus menunjukkan dukungannya kepada komunitas ASEAN melalui peluncuran FIFA ASEAN Cup,” ujar Infantino.

Ia juga menambahkan bahwa turnamen ini diharapkan mampu menyatukan negara-negara di kawasan serta menginspirasi ratusan juta penggemar sepak bola.

11 Negara ASEAN, Satu Visi Sepak Bola

Menariknya, Infantino menyoroti angka sebelas sebagai simbol penting dalam sepak bola—jumlah pemain di lapangan sekaligus jumlah negara anggota ASEAN.

Sebelas negara tersebut meliputi Indonesia, Malaysia, Singapura, Thailand, Filipina, Vietnam, Brunei Darussalam, Laos, Kamboja, Myanmar, dan Timor Leste.

Dengan jumlah penggemar mencapai lebih dari 700 juta orang di kawasan, FIFA ASEAN Cup diharapkan menjadi ajang pemersatu sekaligus motor penggerak perkembangan sepak bola regional.

“Dalam sepak bola, angka sebelas adalah angka ajaib. Bersama seluruh negara anggota, kami akan menggunakan kompetisi ini untuk menginspirasi, mendidik, dan menyatukan,” kata Infantino.

Peluang Besar untuk Timnas Indonesia

Jika benar Indonesia menjadi tuan rumah Divisi 1, maka ini adalah peluang besar bagi Timnas Indonesia untuk tampil maksimal di depan publik sendiri.

Selain keuntungan sebagai tuan rumah, dukungan suporter juga bisa menjadi faktor penting dalam meraih hasil positif.

Namun, tantangan tetap besar. Menghadapi tim-tim kuat seperti Thailand dan Vietnam tentu membutuhkan persiapan matang, baik dari segi taktik maupun mental.

Yang jelas, FIFA ASEAN Cup 2026 berpotensi menjadi salah satu turnamen paling menarik di kawasan dalam beberapa tahun ke depan.

Kini, publik tinggal menunggu konfirmasi resmi dari pihak terkait. Jika kabar ini menjadi kenyataan, Indonesia tidak hanya menjadi tuan rumah—tetapi juga pusat perhatian sepak bola Asia Tenggara.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE