Mantan pelatih Timnas Indonesia, Ivan Venkov Kolev, kembali menjadi sorotan setelah membagikan pandangannya tentang perkembangan sepak bola Tanah Air menjelang ajang FIFA Series 2026. Dalam wawancara eksklusif bersama media Bulgaria, Darik Radio dan Dsport, pelatih senior berusia 68 tahun itu mengenang perjalanan kariernya di Indonesia sekaligus membandingkannya dengan kondisi saat ini.
Kolev bukan sosok asing bagi sepak bola Indonesia. Ia pernah menukangi Timnas Indonesia dalam dua periode berbeda, yakni pada 2002–2004 dan 2007. Pengalamannya yang panjang membuat pandangannya memiliki bobot tersendiri, terutama saat membahas perubahan besar dalam kebijakan pemain di level nasional.
Sorotan FIFA Series 2026 di Jakarta
Wawancara tersebut dilakukan menjelang keikutsertaan Timnas Bulgaria dalam FIFA Series 2026 yang akan digelar di Jakarta, tepatnya di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada 27–30 Maret 2026.
Turnamen ini tak hanya menghadirkan Indonesia sebagai tuan rumah, tetapi juga diikuti oleh Kepulauan Solomon dan Saint Kitts & Nevis. Ajang ini menjadi momentum penting bagi sejumlah negara untuk menguji kekuatan tim sekaligus membangun chemistry skuad.
Di tengah antusiasme tersebut, Kolev justru menyoroti perubahan filosofi yang terjadi di tubuh Timnas Indonesia—terutama terkait maraknya kebijakan naturalisasi pemain.
Naturalisasi Jadi Perdebatan
Menurut Kolev, kondisi sepak bola Indonesia saat ini sangat berbeda dibandingkan dengan masa ketika dirinya masih aktif melatih. Ia menegaskan bahwa dahulu dirinya sangat menekankan penggunaan pemain lokal dan cenderung menolak kebijakan naturalisasi dalam jumlah besar.
Menariknya, yang disorot oleh Kolev bukan pemain keturunan atau diaspora, melainkan pemain asing yang tidak memiliki garis keturunan Indonesia.
“Sulit membandingkan era sekarang dengan masa saya dulu. Saat itu, saya sangat mendorong penggunaan pemain lokal dan tidak setuju dengan terlalu banyak naturalisasi pemain asing,” ungkap Kolev.
Ia juga mengamati bahwa saat ini banyak klub di Indonesia memiliki sejumlah pemain asing dalam skuadnya, dan kondisi tersebut turut tercermin di tim nasional.
“Sekarang saya melihat ada lima sampai enam pemain asing di klub. Bahkan di tim nasional pun banyak pemain yang berasal dari luar. Mungkin mereka menganggap ini solusi yang tepat, tetapi hasilnya belum sepenuhnya memenuhi ekspektasi publik Indonesia,” tambahnya.
Kritik terhadap Preferensi Pelatih Asing
Tak hanya soal pemain, Kolev juga mengkritisi kecenderungan sepak bola Indonesia yang lebih memilih pelatih asing dibandingkan pelatih lokal.
Menurutnya, ada anggapan bahwa pelatih asing memiliki wibawa yang lebih tinggi, meskipun ia menilai hal tersebut tidak sepenuhnya benar.
“Mereka cenderung mencari pelatih yang dianggap punya otoritas lebih besar. Pelatih lokal mungkin dinilai kurang memiliki karisma, padahal itu adalah pandangan yang keliru. Namun, itulah realitas yang terjadi,” jelasnya.
Pernyataan ini membuka diskusi baru mengenai kepercayaan terhadap pelatih lokal dan pentingnya pengembangan sumber daya manusia dalam negeri.
Jejak Panjang Ivan Kolev di Indonesia
Karier Ivan Kolev di Indonesia bisa dibilang sangat panjang dan berwarna. Selain menangani Timnas Indonesia, ia juga pernah melatih sejumlah klub besar di Tanah Air.
Beberapa tim yang pernah berada di bawah asuhannya antara lain Persija Jakarta (1999–2000 dan 2019), Mitra Kukar (2004–2005), Persipura Jayapura (2007), Sriwijaya FC (2010–2011), serta PS TNI pada 2017.
Pengalaman luas tersebut membuat Kolev memahami karakter sepak bola Indonesia secara mendalam, baik dari sisi pemain, manajemen, hingga kultur kompetisi.
Saat ini, ia melanjutkan kariernya di Eropa dengan menangani FC Chernomorets 1919 Burgas, klub yang berlaga di divisi kedua Liga Bulgaria.
Refleksi dan Masa Depan Sepak Bola Indonesia
Pandangan Ivan Kolev menjadi refleksi penting bagi perkembangan sepak bola Indonesia ke depan. Perdebatan antara penggunaan pemain lokal dan naturalisasi, serta kepercayaan terhadap pelatih dalam negeri, menjadi isu yang terus relevan.
Dengan semakin dekatnya FIFA Series 2026, perhatian publik tentu akan tertuju pada bagaimana Timnas Indonesia menunjukkan performanya di lapangan—apakah strategi yang diterapkan saat ini mampu menjawab ekspektasi tinggi dari para pendukungnya.
BACA JUGA :












