Madura United tengah menikmati momentum kebangkitan di ajang BRI Super League 2025/2026. Dua kemenangan beruntun atas Persik Kediri dan Persebaya Surabaya membuat kepercayaan diri tim berjuluk Laskar Sape Kerrap meningkat signifikan. Kini, mereka bersiap melanjutkan tren positif tersebut saat menjamu Dewa United di Stadion Gelora Bangkalan (SGB), Sabtu (25/4/2026) sore WIB.
Laga ini menjadi ujian penting bagi Madura United yang sedang berjuang menjauh dari zona degradasi. Meski berada dalam performa yang membaik, tantangan besar sudah menanti, terutama menghadapi tim tamu yang dikenal memiliki kedalaman skuad mumpuni.
Momentum Positif Usai Derby Jawa Timur
Kemenangan dalam dua laga derby Jawa Timur menjadi titik balik penting bagi Madura United. Hasil tersebut tidak hanya memberikan tambahan poin, tetapi juga meningkatkan moral dan kepercayaan diri para pemain.
Performa impresif saat menghadapi Persebaya Surabaya menjadi sorotan utama. Lini pertahanan yang lebih solid serta efektivitas serangan menjadi faktor kunci keberhasilan tim meraih hasil maksimal.
Namun, pelatih caretaker Madura United, Rakhmad Basuki, menegaskan bahwa timnya tidak boleh terlena dengan hasil tersebut. Menurutnya, konsistensi menjadi kunci utama dalam menghadapi pertandingan berikutnya.
Tantangan Kebugaran Pemain Menjelang Laga
Meski sedang dalam tren positif, Madura United menghadapi kendala di sektor kebugaran pemain. Beberapa pilar utama yang tampil sejak menit awal pada laga sebelumnya dilaporkan mengalami cedera ringan.
Kondisi ini membuat persiapan tim sedikit terganggu. Beberapa pemain baru kembali mengikuti sesi latihan menjelang pertandingan melawan Dewa United. Situasi ini memaksa tim pelatih untuk melakukan penyesuaian strategi dalam waktu yang terbatas.
Rakhmad Basuki tetap optimistis para pemain yang mengalami masalah kebugaran dapat pulih tepat waktu. Ia berharap kondisi mereka sudah kembali fit setidaknya sehari sebelum pertandingan digelar.
Waspada Kekuatan Dewa United Meski Tanpa Striker Utama
Menghadapi Dewa United, Madura United memilih untuk tetap waspada meski tim tamu dipastikan kehilangan penyerang andalan mereka, Alex Martins, akibat hukuman kartu merah.
Menurut Rakhmad Basuki, absennya satu pemain tidak akan terlalu memengaruhi kekuatan Dewa United secara keseluruhan. Ia menilai tim asuhan Jan Olde Riekerink tersebut tetap memiliki kualitas merata di setiap lini.
Dewa United dikenal memiliki kedalaman skuad yang baik, sehingga pergantian pemain tidak terlalu mengurangi kualitas permainan mereka. Hal inilah yang membuat Madura United tetap harus bermain dengan fokus penuh tanpa menganggap remeh lawan.
Fokus dan Konsistensi Jadi Kunci Utama
Dalam situasi klasemen yang cukup ketat, Madura United tidak memiliki banyak ruang untuk kehilangan poin. Saat ini, mereka masih berada di zona merah dan tertinggal satu poin dari tim di posisi aman.
Kondisi ini membuat setiap pertandingan menjadi sangat krusial. Kemenangan atas Dewa United bisa menjadi langkah penting untuk keluar dari tekanan dan memperbaiki posisi di klasemen.
Pelatih Rakhmad Basuki terus menekankan pentingnya menjaga momentum positif. Ia mengapresiasi kerja keras para pemain yang berhasil membawa tim bangkit, namun mengingatkan bahwa tantangan ke depan akan semakin berat.
Menurutnya, fokus dan konsistensi harus tetap dijaga jika Madura United ingin bertahan di kompetisi kasta tertinggi ini.
Laga Penentu Nasib di Kandang Sendiri
Bermain di Stadion Gelora Bangkalan menjadi keuntungan tersendiri bagi Madura United. Dukungan suporter diharapkan dapat menjadi tambahan motivasi bagi para pemain untuk tampil lebih agresif dan percaya diri.
Laga melawan Dewa United bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga tentang menjaga momentum kebangkitan tim. Kemenangan akan sangat berarti dalam upaya mereka keluar dari tekanan papan bawah klasemen.
Selain itu, pertandingan ini juga menjadi ujian mental bagi para pemain untuk membuktikan bahwa kemenangan di dua laga sebelumnya bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras dan peningkatan performa tim.
Kesimpulan
Madura United datang ke laga melawan Dewa United dengan modal kepercayaan diri tinggi setelah meraih dua kemenangan beruntun di BRI Super League 2025/2026. Namun, tantangan tetap besar dengan adanya masalah kebugaran pemain dan kualitas lawan yang tidak bisa diremehkan.
Pelatih Rakhmad Basuki menegaskan pentingnya menjaga fokus, konsistensi, dan momentum positif yang sudah dibangun. Sementara itu, Dewa United tetap menjadi ancaman serius meski kehilangan salah satu pemain kuncinya.
Pertandingan ini akan menjadi penentu apakah Madura United mampu benar-benar bangkit atau kembali terseret dalam persaingan papan bawah. Dengan dukungan penuh dari suporter dan semangat yang sedang meningkat, Laskar Sape Kerrap bertekad melanjutkan tren positif demi memperbaiki posisi mereka di klasemen BRI Super League.
BACA JUGA :












