1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Jebolan Akademi Real Madrid Terbantu Jean-Paul van Gastel di PSIM

Penyerang anyar PSIM Yogyakarta, Adrian Dalmau, mulai menemukan kenyamanan dalam petualangan barunya di Indonesia. Setelah meninggalkan sepak bola Eropa, pemain asal Spanyol tersebut perlahan menikmati proses adaptasi bersama Laskar Mataram.

Menariknya, salah satu faktor yang membuat Dalmau lebih cepat menyesuaikan diri adalah keberadaan Jean-Paul van Gastel. Pendekatan pelatih asal Belanda itu ternyata terasa cukup familiar bagi sang penyerang.

Pengalaman Dalmau bermain di Liga Belanda selama beberapa musim membuat gaya latihan dan permainan yang diterapkan Van Gastel tidak terasa asing. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi pemain berusia 32 tahun itu untuk menjalani awal kariernya bersama PSIM.

Gaya Van Gastel Terasa Familiar bagi Adrian Dalmau

Meski Dalmau merupakan pemain asal Spanyol, perjalanan kariernya dalam beberapa tahun terakhir banyak bersentuhan dengan sepak bola Eropa, termasuk Belanda.

Mantan pemain FC Utrecht tersebut melihat adanya kesamaan antara pendekatan Van Gastel dengan sepak bola yang selama ini ia kenal. Hal itu membuat proses adaptasinya bersama PSIM terasa lebih mudah.

Dalmau bahkan mengaku menyukai metode latihan dan gaya bermain yang diterapkan sang pelatih.

“Itu adalah sesuatu yang sangat saya sukai. Saya menganggap semua latihan dan gaya bermain akan mirip dengan apa yang biasa saya lakukan di Belanda dan Eropa umumnya. Tidak ada perbedaan besar,” ujar Dalmau.

Menurutnya, karakter permainan tersebut juga sesuai dengan gaya dirinya sebagai pemain yang mengandalkan kemampuan menyerang dan kombinasi.

“Jadi, itu sempurna untuk gaya bermain saya sebagai pemain tipikal menyerang dan kombinasi. Dari apa yang saya lihat pada minggu-minggu pertama latihan, saya sangat menyukainya,” lanjutnya.

Kesesuaian tersebut tentu menjadi keuntungan bagi PSIM. Dalmau tidak harus melakukan penyesuaian besar terhadap pendekatan sepak bola yang diterapkan dalam sesi latihan.

Adrian Dalmau Fokus Berikan Kontribusi untuk PSIM

Dalmau datang ke PSIM dengan kontrak selama satu musim. Durasi tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk saling mengenal sekaligus melihat bagaimana kerja sama mereka berkembang.

Bagi Dalmau, masa awal bersama PSIM bukan waktunya untuk terlalu jauh memikirkan masa depan. Ia memilih fokus menjalani proses adaptasi dan memberikan kontribusi terbaik untuk klub.

“Saya baru menandatangani kontrak selama satu tahun. Saya pikir dari kedua belah pihak perlu saling melihat dulu,” kata Dalmau.

Pemain yang pernah berada di akademi Real Madrid tersebut tidak menutup kemungkinan untuk melanjutkan kerja sama setelah kontraknya berakhir.

Namun, keputusan tersebut baru akan dibicarakan ketika proses adaptasinya bersama PSIM berjalan dengan baik.

“Jika adaptasi berjalan baik dan semuanya lancar, setelah itu kami bisa berbicara lagi. Tapi, sekarang ini lebih tentang beradaptasi dengan banyak hal baru dan menunjukkan bahwa saya bisa memberikan nilai bagi klub,” ucapnya.

Dalmau menilai sejauh ini awal perjalanannya bersama PSIM berjalan positif. Ia pun memilih melihat perkembangan dalam beberapa bulan ke depan.

“Kita lihat saja nanti di bulan-bulan mendatang, tapi di minggu-minggu pertama ini semuanya terlihat sempurna,” lanjutnya.

Pengalaman di Eropa Membantu Proses Adaptasi

Salah satu modal penting Dalmau ketika datang ke Indonesia adalah pengalamannya bermain di sejumlah lingkungan sepak bola Eropa.

Pengalaman selama berkarier di Liga Belanda membuatnya sudah memahami pola latihan dan permainan yang memiliki karakteristik serupa dengan pendekatan Van Gastel.

Hal ini membuat Dalmau bisa lebih cepat memahami apa yang diinginkan pelatih dalam sesi latihan.

Bagi seorang pemain baru, kesamaan filosofi permainan tentu dapat membantu proses penyesuaian. Pemain tidak hanya perlu mengenal rekan setim dan lingkungan baru, tetapi juga harus memahami instruksi serta sistem permainan pelatih.

Dalam kasus Dalmau, keberadaan Van Gastel menjadi salah satu aspek yang membuat transisi tersebut terasa lebih ringan.

Cuaca Menjadi Tantangan Baru bagi Dalmau

Meski proses adaptasinya berjalan positif, Dalmau tetap menemukan tantangan ketika mulai menjalani kehidupan di Indonesia.

Salah satu hal yang paling terasa adalah kondisi cuaca.

Selama tujuh tahun terakhir, Dalmau bermain di Belanda dan Polandia. Karena itu, suhu serta kelembapan di Indonesia memberikan pengalaman yang berbeda bagi sang pemain.

“Saya pikir hal yang paling khusus adalah cuacanya. Saya bermain selama tujuh tahun terakhir di Belanda dan Polandia, jadi cuacanya sangat berbeda dengan di sini,” tutur Dalmau.

Menurut Dalmau, dirinya perlu beradaptasi dengan beberapa faktor fisik, terutama suhu, kelembapan, dan kondisi pernapasan.

“Saya pikir ini tentang beradaptasi dengan suhu, kelembapan, dan pernapasan. Ini salah satu kendala yang harus kami hadapi, tapi sisanya mudah bagi saya. Makanan, budaya, dan lingkungan saya sangat menyukainya.”

Meski begitu, Dalmau tidak melihat kondisi tersebut sebagai masalah besar. Ia memiliki latar belakang dari Mallorca yang membuatnya cukup familiar dengan cuaca hangat.

“Saya berasal dari Mallorca, cuacanya mirip dengan di sini. Tapi, sudah lama tidak bermain dalam kondisi seperti ini. Ini tentang beradaptasi, tapi semuanya akan baik-baik saja,” ucap Dalmau.

Dalmau Mulai Menikmati Petualangan Barunya

Perjalanan Adrian Dalmau bersama PSIM Yogyakarta masih berada pada tahap awal. Pemain berusia 32 tahun itu masih harus beradaptasi dengan berbagai aspek baru setelah bertahun-tahun menjalani karier di Eropa.

Namun, sejauh ini terdapat sejumlah hal yang membuat proses tersebut berjalan cukup positif.

Beberapa faktor yang membantu adaptasi Dalmau di PSIM antara lain:

  • Gaya latihan Jean-Paul van Gastel terasa familiar.
  • Pendekatan permainan PSIM memiliki kesamaan dengan sepak bola yang dikenalnya di Eropa.
  • Dalmau memiliki pengalaman bermain di Liga Belanda.
  • Karakter permainan menyerang dan kombinasi sesuai dengan gaya bermainnya.
  • Lingkungan serta budaya Indonesia mendapat respons positif darinya.
  • Tantangan utama yang dirasakan sejauh ini adalah cuaca, suhu, dan kelembapan.

Kondisi tersebut menjadi awal yang menjanjikan bagi Dalmau untuk menjalani musim pertamanya bersama Laskar Mataram.

Menanti Kontribusi Jebolan Akademi Real Madrid

Sebagai pemain yang pernah menimba ilmu di akademi Real Madrid dan memiliki pengalaman bermain di Eropa, kehadiran Dalmau tentu menjadi bagian menarik dari perjalanan PSIM.

Namun, sang pemain sendiri memilih tidak terburu-buru membicarakan target jangka panjang. Fokusnya saat ini adalah beradaptasi, memahami lingkungan baru, dan membuktikan kontribusinya untuk klub.

Keberadaan Jean-Paul van Gastel juga menjadi faktor penting dalam proses tersebut. Kesamaan pendekatan sepak bola yang mereka miliki membuat Dalmau merasa lebih nyaman sejak beberapa pekan pertama latihan.

Jika proses adaptasi terus berjalan lancar, Dalmau berpeluang semakin menyatu dengan permainan PSIM. Untuk saat ini, pemain asal Spanyol tersebut hanya ingin menikmati proses dan memberikan yang terbaik bagi Laskar Mataram.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE