Laga pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 antara Bhayangkara FC dan PSIM Yogyakarta dipastikan menghadirkan cerita menarik. Salah satu sorotan utama tertuju pada sosok Andy Setyo, bek PSIM yang akan menghadapi mantan klubnya. Meski sarat emosi, mantan pemain Timnas Indonesia tersebut menegaskan bahwa profesionalisme tetap menjadi prioritas utama saat turun ke lapangan.
Pertandingan yang akan digelar di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, pada Jumat (17/4/2026) sore WIB ini menjadi momentum penting bagi PSIM untuk bangkit. Laskar Mataram tengah berada dalam tren kurang positif setelah gagal meraih kemenangan dalam empat laga terakhir.
PSIM Datang dengan Kondisi Tidak Ideal
Menjelang laga penting ini, PSIM Yogyakarta menghadapi tantangan besar dari sisi komposisi pemain. Sejumlah pilar utama dipastikan absen, termasuk dua bek asing, Yusaku Yamadera dan Franco Ramos, yang harus menepi akibat akumulasi kartu kuning.
Kondisi ini membuat lini pertahanan PSIM mengalami perubahan signifikan. Pelatih kemungkinan besar akan mengandalkan Andy Setyo untuk mengisi kekosongan yang ditinggalkan Franco Ramos.
Dengan kondisi skuad yang tidak lengkap, PSIM dituntut untuk tetap tampil solid demi mengamankan poin. Saat ini, mereka berada di peringkat kesembilan klasemen sementara dengan koleksi 38 poin.
Bhayangkara FC Lebih Diunggulkan
Di sisi lain, Bhayangkara FC datang dengan posisi yang lebih stabil. Tim tuan rumah saat ini menempati peringkat kelima klasemen dengan raihan 44 poin, unggul enam angka dari PSIM.
Selain keuntungan bermain di kandang, Bhayangkara FC juga memiliki kepercayaan diri lebih baik. Hal ini membuat mereka sedikit lebih diunggulkan dalam pertandingan nanti.
Namun demikian, perbedaan posisi klasemen tidak selalu menjadi jaminan hasil akhir. PSIM tetap memiliki peluang untuk memberikan kejutan jika mampu memaksimalkan strategi dan menjaga konsistensi permainan.
Andy Setyo Tegaskan Profesionalisme
Sorotan utama dalam laga ini tentu tertuju pada Andy Setyo. Bek berpengalaman tersebut sebelumnya pernah memperkuat Bhayangkara FC, sehingga pertemuan ini memiliki nilai emosional tersendiri.
Meski demikian, Andy menegaskan bahwa dirinya akan tetap bersikap profesional. Ia menyatakan tidak ada sentimen khusus yang akan memengaruhi performanya di lapangan.
Menurutnya, fokus utama saat ini adalah memberikan kontribusi maksimal untuk PSIM. Ia bertekad membantu tim meraih tiga poin demi memperbaiki posisi di klasemen.
Andy juga menegaskan kesiapan dirinya jika dipercaya tampil sebagai starter. Ia berkomitmen untuk memberikan performa terbaik tanpa terpengaruh faktor masa lalu.
Laga Sarat Tensi, PSIM Diminta Jaga Emosi
Selain faktor emosional, laga antara Bhayangkara FC dan PSIM juga diprediksi berlangsung dengan tensi tinggi. Hal ini diakui oleh kapten PSIM, Reva Adi Utama, yang menyebut pertandingan ini memiliki nuansa layaknya derby.
Menurut Reva, setiap pertandingan bagi PSIM saat ini memiliki arti penting, sehingga tekanan dan emosi menjadi hal yang tidak terhindarkan. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kontrol diri di lapangan.
Komunikasi antar pemain menjadi kunci untuk mengelola tekanan tersebut. Reva berharap seluruh pemain dapat bermain lebih dewasa dan tidak melakukan tindakan yang merugikan tim.
Ia juga mengingatkan bahwa keputusan yang diambil di lapangan harus dipikirkan dengan matang. Kesalahan kecil dapat berdampak besar terhadap hasil pertandingan.
Misi Bangkit Laskar Mataram
PSIM Yogyakarta memiliki misi jelas dalam laga ini, yaitu bangkit dari tren negatif. Empat pertandingan tanpa kemenangan menjadi catatan yang harus segera diperbaiki jika ingin tetap bersaing di papan tengah.
Laga melawan Bhayangkara FC menjadi kesempatan untuk membuktikan bahwa PSIM masih memiliki daya saing. Meski menghadapi lawan yang lebih diunggulkan, semangat juang dan determinasi bisa menjadi pembeda.
Peran pemain seperti Andy Setyo akan sangat krusial dalam menjaga stabilitas tim, terutama di lini belakang. Pengalaman yang dimilikinya diharapkan mampu memberikan ketenangan bagi rekan-rekannya.
Peluang dan Tantangan di Laga Penentuan
Pertandingan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal mental dan konsistensi. Bhayangkara FC ingin menjaga posisi mereka di papan atas, sementara PSIM berusaha keluar dari tekanan.
Kedua tim memiliki motivasi besar, sehingga duel diprediksi berlangsung sengit sejak menit awal. Faktor disiplin, efektivitas serangan, serta kemampuan mengelola emosi akan menjadi penentu hasil akhir.
Bagi Andy Setyo, laga ini menjadi ujian profesionalisme sekaligus kesempatan untuk menunjukkan kualitasnya sebagai pemain berpengalaman.
Kesimpulan
Laga Bhayangkara FC vs PSIM Yogyakarta di pekan ke-28 BRI Super League 2025/2026 menghadirkan banyak cerita menarik, terutama terkait pertemuan Andy Setyo dengan mantan klubnya. Meski memiliki latar belakang emosional, sang pemain menegaskan komitmennya untuk tetap profesional dan fokus pada kepentingan tim.
Di tengah kondisi skuad yang tidak ideal, PSIM dituntut untuk tampil maksimal demi meraih hasil positif. Sementara itu, Bhayangkara FC akan berusaha memanfaatkan keunggulan kandang untuk mengamankan poin penuh.
Pertandingan ini diprediksi berlangsung ketat dengan tensi tinggi. Siapa yang mampu menjaga fokus dan memaksimalkan peluang akan keluar sebagai pemenang. Bagi PSIM, ini bukan sekadar laga biasa, melainkan momen penting untuk bangkit dan membuktikan kapasitas mereka di kompetisi.
BACA JUGA :












