Mathew Baker menjadi salah satu nama yang mencuri perhatian dalam skuad Timnas Indonesia jelang FIFA Matchday Juni 2026. Bek muda berdarah Indonesia-Australia tersebut secara mengejutkan mendapatkan promosi ke tim senior setelah sebelumnya diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia U-19 untuk menghadapi Piala AFF U-19 2026.
Keputusan ini tentu menimbulkan banyak pertanyaan di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air. Namun, pelatih Timnas Indonesia, John Herdman, akhirnya menjelaskan alasan di balik langkah berani yang diambilnya tersebut.
Menurut Herdman, pemanggilan Mathew Baker bukan keputusan yang muncul secara mendadak. Pemain muda milik Melbourne City itu telah masuk dalam radar tim pelatih sejak lama dan dianggap memiliki potensi besar untuk berkembang lebih cepat dibandingkan pemain seusianya.
Mathew Baker Masuk Program Akselerasi Timnas Indonesia
John Herdman mengungkapkan bahwa Timnas Indonesia saat ini memiliki sebuah program khusus yang dirancang untuk mempercepat perkembangan talenta-talenta muda terbaik yang dimiliki Indonesia.
Program tersebut dikenal dengan nama Strategi Akselerasi, sebuah metode yang memungkinkan pemain muda berbakat mendapatkan pengalaman lebih tinggi dengan berlatih dan berkompetisi bersama pemain senior.
Menurut Herdman, tidak semua pemain muda bisa mendapatkan kesempatan ini. Hanya pemain yang memenuhi sejumlah kriteria khusus yang akan dipilih untuk mengikuti jalur percepatan menuju level internasional.
“Kami memiliki strategi yang kami sebut sebagai strategi akselerasi. Tujuannya adalah mempercepat perkembangan talenta muda yang memiliki potensi besar,” ujar Herdman.
Pelatih asal Kanada itu menegaskan bahwa Mathew Baker berhasil menunjukkan sejumlah kualitas yang sesuai dengan kebutuhan Timnas Indonesia selama mengikuti pemusatan latihan.
Penampilan di Training Camp Jadi Penentu
Sebelum dipromosikan ke skuad senior, Baker mengikuti training camp Timnas Indonesia yang berlangsung di Jakarta pada 26 hingga 30 Mei 2026.
Dalam periode tersebut, tim pelatih melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap para pemain muda yang berpotensi menembus level lebih tinggi.
Baker berhasil memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sangat baik. Selain menunjukkan kualitas teknis yang mumpuni, ia juga tampil disiplin, memiliki pemahaman taktik yang baik, serta mampu beradaptasi dengan intensitas latihan yang lebih tinggi.
Herdman menyebut performa pemain kelahiran Melbourne pada 13 Mei 2009 itu berhasil membuat tim pelatih terkesan.
“Dia menunjukkan beberapa indikator yang kami cari untuk posisi tertentu di Timnas Indonesia. Apa yang dia tampilkan selama pemusatan latihan membuat kami sangat terkesan,” kata Herdman.
Disamakan dengan Jonathan David dan Liam Millar
Dalam penjelasannya, Herdman bahkan membandingkan situasi Mathew Baker dengan sejumlah pemain muda yang pernah ia tangani saat melatih Timnas Kanada.
Dua nama yang disebut adalah Jonathan David dan Liam Millar, pemain yang kini dikenal luas di level internasional setelah mendapatkan kesempatan sejak usia muda bersama tim nasional Kanada.
Menurut Herdman, memberikan pengalaman internasional sejak dini bisa menjadi langkah penting dalam perkembangan seorang pemain muda.
“Semakin cepat seorang pemain memulai karier internasionalnya, semakin besar peluangnya untuk berkembang dan mencapai level berikutnya dalam karier sepak bolanya,” jelas Herdman.
Ia menambahkan bahwa banyak pemain muda yang kariernya melesat setelah mendapatkan kepercayaan di tim nasional.
“Saya pernah bekerja dengan Jonathan David dan Liam Millar. Mereka mendapat kesempatan bersama tim nasional saat masih muda, lalu berkembang hingga bermain di klub-klub besar dan tampil dalam pertandingan penting.”
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Herdman melihat potensi jangka panjang yang besar dalam diri Mathew Baker.
Kevin Diks Jadi Mentor bagi Mathew Baker
Salah satu aspek menarik dari pemanggilan Baker ke Timnas Indonesia adalah kesempatan yang ia dapatkan untuk belajar langsung dari pemain-pemain senior yang sudah memiliki pengalaman di level internasional.
Selama menjalani pemusatan latihan bersama skuad Garuda, Baker mendapatkan pendampingan khusus dari Kevin Diks, bek berpengalaman yang kini berkarier di Bundesliga Jerman.
Herdman menilai kehadiran Kevin Diks memberikan manfaat besar bagi perkembangan pemain muda seperti Baker.
Selain mendapatkan masukan mengenai aspek teknis dan taktis, Baker juga bisa mempelajari bagaimana seorang pemain profesional menjaga mentalitas, disiplin, dan konsistensi di level tertinggi.
“Kevin Diks menjadi mentor baginya selama pekan ini. Itu memberi Mathew kesempatan untuk belajar langsung dari pemain yang memiliki pengalaman internasional dan bermain di Bundesliga,” ungkap Herdman.
Bagi pemain muda berusia 17 tahun, pengalaman seperti ini dinilai jauh lebih berharga dibandingkan sekadar menjalani latihan reguler bersama kelompok usianya.
Sikap dan Mentalitas Jadi Nilai Tambah
Selain kemampuan bermain, Herdman juga memberikan pujian terhadap karakter dan sikap yang ditunjukkan Baker selama bergabung dengan Timnas Indonesia.
Menurutnya, pemain muda tersebut tidak terlihat gugup ataupun kesulitan beradaptasi meski harus berlatih bersama pemain-pemain senior yang memiliki pengalaman jauh lebih banyak.
Baker justru menunjukkan kepercayaan diri, kemauan belajar, serta etos kerja yang tinggi sejak hari pertama.
“Dia tidak terlihat salah tempat. Dia memulai kamp dengan sangat baik dan menunjukkan sikap yang luar biasa,” ujar Herdman.
Mentalitas seperti inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa Baker dinilai layak mendapatkan kesempatan lebih cepat dibandingkan pemain seusianya.
Masa Depan Cerah, Tetapi Jalan Masih Panjang
Meski puas dengan perkembangan awal yang ditunjukkan Baker, Herdman menegaskan bahwa perjalanan sang pemain masih sangat panjang.
Tim pelatih tidak ingin memberikan tekanan berlebihan kepada pemain muda tersebut. Sebaliknya, mereka ingin memastikan Baker terus berkembang secara bertahap dan mendapatkan lingkungan yang tepat untuk memaksimalkan potensinya.
Usianya yang masih sangat muda membuat proses pembelajaran dan pengembangan menjadi faktor utama yang harus diperhatikan.
“Dia masih sangat muda dan perjalanan kariernya masih panjang. Namun apa yang dia tunjukkan sejauh ini adalah awal yang sangat positif,” tegas Herdman.
Mathew Baker Bisa Jadi Aset Penting Timnas Indonesia
Promosi Mathew Baker ke Timnas Indonesia senior menjadi sinyal bahwa era baru pembinaan pemain muda mulai diterapkan secara serius oleh John Herdman.
Melalui strategi akselerasi yang diterapkan, pemain-pemain berbakat berkesempatan mendapatkan pengalaman internasional lebih cepat sehingga dapat berkembang secara optimal.
Dengan kualitas teknik, mentalitas yang baik, serta kesempatan belajar langsung dari pemain berpengalaman seperti Kevin Diks, Mathew Baker memiliki peluang besar untuk menjadi salah satu bek masa depan Timnas Indonesia.
Kini, perhatian publik akan tertuju pada bagaimana pemain muda Melbourne City tersebut memanfaatkan kesempatan emas yang diberikan. Jika mampu terus berkembang dan menjaga konsistensi performanya, bukan tidak mungkin Baker akan menjadi salah satu pilar penting skuad Garuda dalam beberapa tahun mendatang.
BACA JUGA :












