Timnas Indonesia akhirnya mengakhiri penantian panjang dengan meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026. Kesuksesan tersebut mendapat apresiasi dari berbagai pihak, termasuk mantan kapten Skuad Garuda, Agung Setyabudi.
Tim Merah-Putih memastikan trofi setelah melewati pertandingan dramatis melawan Thailand di final. Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Senin (5/10/2026), Indonesia menang melalui adu penalti 4-2 setelah pertandingan berakhir 2-2.
Keberhasilan tersebut sekaligus mengakhiri puasa gelar Timnas Indonesia selama 35 tahun di level senior. Namun, menurut Agung Setyabudi, keberhasilan tersebut tetap menyisakan sejumlah catatan yang perlu diperhatikan.
Mantan pemain Timnas Indonesia periode 1993 hingga 2004 itu melihat adanya perkembangan signifikan dalam permainan Skuad Garuda. Di sisi lain, masih terdapat kelemahan yang harus segera diperbaiki, terutama ketika menghadapi transisi bertahan.
Agung Setyabudi Bangga Timnas Indonesia Jadi Juara
Agung Setyabudi menyambut positif keberhasilan Timnas Indonesia meraih gelar FIFA ASEAN Cup 2026.
Ia menilai perjuangan para pemain patut mendapatkan apresiasi karena pertandingan final berjalan sangat ketat. Bahkan, Thailand tetap mampu memberikan perlawanan meskipun harus bermain dengan 10 pemain.
Menurut Agung, kedua tim sebenarnya menunjukkan permainan yang cukup berimbang sepanjang pertandingan. Indonesia akhirnya membutuhkan adu penalti untuk menentukan pemenang.
Agung juga menilai faktor keberuntungan ikut memberikan pengaruh dalam pertandingan tersebut.
Ia sebelumnya sudah menyebut bahwa Timnas Indonesia membutuhkan faktor keberuntungan untuk bisa melewati pertandingan final. Pada akhirnya, keberuntungan tersebut dianggap berpihak kepada Skuad Garuda.
Kemenangan melalui adu penalti membuat Timnas Indonesia akhirnya bisa berpesta di hadapan pendukung sendiri.
Permainan Timnas Indonesia Dinilai Makin Agresif
Salah satu nilai plus yang dilihat Agung Setyabudi adalah perubahan gaya bermain Timnas Indonesia.
Menurutnya, permainan Skuad Garuda kini memiliki karakter yang lebih agresif. Perkembangan tersebut tidak terlepas dari semakin banyaknya pemain Indonesia yang berkarier di klub-klub Eropa.
Pengalaman bermain di kompetisi Eropa dinilai memberikan pengaruh terhadap keberanian pemain ketika menguasai bola.
Beberapa aspek positif yang disoroti Agung antara lain:
- Pemain lebih berani memegang bola.
- Umpan terobosan semakin sering digunakan untuk menciptakan peluang.
- Permainan menyerang terlihat lebih agresif.
- Para penyerang dinilai memiliki ketajaman yang lebih baik.
- Pengalaman pemain abroad memberikan warna berbeda dalam permainan Timnas Indonesia.
Perubahan tersebut menjadi salah satu alasan Agung melihat adanya perbedaan antara Timnas Indonesia saat ini dengan generasi sebelumnya.
Menurutnya, keberadaan pemain yang mendapatkan pengalaman di kompetisi Eropa memberikan dampak terhadap cara bermain Skuad Garuda.
Pengalaman Pemain Eropa Jadi Salah Satu Faktor
Komposisi pemain Timnas Indonesia dalam beberapa tahun terakhir memang semakin banyak diisi pemain yang berkarier di luar negeri.
Agung melihat pengalaman tersebut sebagai modal penting. Para pemain mendapatkan kesempatan untuk berhadapan dengan lingkungan kompetisi yang berbeda sehingga bisa membawa pengalaman tersebut ketika bergabung dengan Timnas Indonesia.
Dampaknya terlihat dalam keberanian Skuad Garuda memainkan bola dan mencari celah melalui umpan-umpan ke lini depan.
Agung menilai perkembangan tersebut sebagai sesuatu yang positif bagi masa depan Timnas Indonesia.
Kendati demikian, ia juga mengingatkan bahwa perkembangan permainan tidak hanya berhenti pada kemampuan menyerang. Keseimbangan antara fase menyerang dan bertahan tetap menjadi bagian penting yang harus diperhatikan.
Lini Belakang Masih Punya Celah
Di balik keberhasilan menjadi juara, Agung Setyabudi melihat ada satu persoalan yang perlu mendapatkan perhatian dari Timnas Indonesia.
Menurutnya, lini belakang Skuad Garuda masih bisa mengalami kesulitan ketika menghadapi serangan balik lawan.
Masalah tersebut terutama terlihat ketika Timnas Indonesia melakukan transisi dari menyerang menuju bertahan. Ketika banyak pemain berada di area depan, terdapat ruang yang dapat dimanfaatkan lawan untuk melakukan serangan cepat.
Agung melihat situasi tersebut dalam pertandingan final melawan Thailand.
Meskipun Thailand bermain dengan 10 pemain, mereka tetap mampu menciptakan ancaman dan mencetak dua gol. Menurut Agung, salah satu penyebabnya adalah adanya ruang yang terbuka ketika Timnas Indonesia terlalu fokus menyerang.
Dua Gol Thailand Jadi Evaluasi Penting
Dua gol Thailand di pertandingan final menjadi contoh yang disoroti Agung.
Ia menilai Timnas Indonesia terlihat terlalu terburu-buru setelah unggul jumlah pemain. Kondisi tersebut membuat fokus permainan lebih banyak diarahkan untuk terus menyerang.
Akibatnya, keseimbangan di lini belakang menjadi kurang terjaga.
Agung juga mengingatkan bahwa persoalan serupa sebenarnya sudah terlihat ketika Timnas Indonesia menghadapi Bangladesh.
Artinya, kelemahan tersebut bukan hanya muncul dalam satu pertandingan. Transisi bertahan menjadi aspek yang perlu mendapatkan perhatian lebih jika Skuad Garuda ingin mempertahankan konsistensi menghadapi lawan dengan karakter berbeda.
Juara, tetapi Tetap Ada Pekerjaan Rumah
Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 menjadi pencapaian penting bagi Timnas Indonesia. Setelah penantian panjang, Skuad Garuda akhirnya berhasil kembali merasakan gelar juara di level senior.
Namun, penilaian Agung Setyabudi menunjukkan bahwa kesuksesan tersebut tetap harus diikuti evaluasi.
Di satu sisi, permainan agresif, keberanian menguasai bola, kualitas pemain abroad, serta ketajaman lini depan menjadi modal positif. Di sisi lain, celah ketika menghadapi transisi bertahan menjadi pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki.
Dengan perpaduan pengalaman pemain Eropa dan evaluasi dari turnamen ini, Timnas Indonesia memiliki dasar untuk terus berkembang.
Bagi John Herdman dan para pemainnya, keberhasilan meraih trofi FIFA ASEAN Cup 2026 bukan hanya menjadi pencapaian, tetapi juga momentum untuk memperbaiki detail permainan sebelum menghadapi tantangan berikutnya.
BACA JUGA :












