1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Juara FIFA ASEAN Cup 2026 Level Timnas Indonesia Harus Naik Jelang Piala Asia 2027

Euforia Timnas Indonesia setelah menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 memang layak dirayakan. Namun, pesta tersebut tidak boleh berlangsung terlalu lama. Tantangan yang jauh lebih berat sudah menanti Skuad Garuda di Piala Asia 2027.

Kevin Diks dan kawan-kawan dijadwalkan tampil di Arab Saudi pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027. Timnas Indonesia tergabung di Grup F bersama Jepang, Qatar, dan Thailand.

Melihat komposisi grup tersebut, persiapan matang menjadi sebuah keharusan. Performa selama FIFA ASEAN Cup 2026 memang membawa Indonesia meraih trofi, tetapi masih ada sejumlah aspek permainan yang perlu ditingkatkan.

Pengamat sepak bola nasional, Gusnul Yakin, menilai level permainan Timnas Indonesia harus segera didongkrak agar mampu bersaing menghadapi lawan yang memiliki kualitas lebih tinggi.

Tantangan Timnas Indonesia di Piala Asia 2027 Lebih Berat

Timnas Indonesia berhasil menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 setelah melewati pertandingan final yang tidak mudah menghadapi Thailand.

Skuad Garuda harus bermain hingga 120 menit sebelum pertandingan ditentukan melalui adu penalti. Indonesia akhirnya menang setelah Thailand juga bermain dengan 10 pemain sejak menit ke-81.

Situasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa hasil akhir turnamen tidak boleh menjadi satu-satunya ukuran perkembangan Timnas Indonesia.

Piala Asia 2027 menghadirkan tantangan yang berbeda.

Jepang dan Qatar menjadi dua lawan yang memiliki pengalaman tampil di Piala Dunia 2026. Sementara itu, Thailand kembali menjadi lawan yang sudah dikenal Indonesia setelah pertemuan di final FIFA ASEAN Cup 2026.

Gusnul Yakin menilai kondisi tersebut harus menjadi perhatian serius John Herdman dan staf kepelatihan.

“Saya kira masih banyak PR yang harus dibenahi John Herdman. Melawan Thailand saja masih kesulitan. Kedua tim akan bertemu lagi di Piala Asia. Selain Thailand masih ada tim kuat Jepang dan Qatar. Keduanya kontestan Piala Dunia 2026 lalu,” kata Gusnul Yakin.

Kondisi Fisik Jadi Salah Satu Pekerjaan Rumah

Salah satu aspek yang menurut Gusnul Yakin harus mendapatkan perhatian lebih adalah kondisi fisik pemain.

Para pemain Timnas Indonesia memang sudah mendapatkan pengalaman bermain di FIFA ASEAN Cup 2026. Namun, menghadapi lawan dengan kualitas lebih tinggi di Piala Asia membutuhkan kesiapan fisik yang lebih baik.

Menurut Gusnul, stamina pemain Indonesia masih perlu ditingkatkan karena terlihat mengalami penurunan ketika pertandingan memasuki menit-menit akhir.

“Saya kira fisik pemain tak cukup untuk tampil di Piala Asia 2027 karena lawan yang akan dihadapi lebih berat. Di FIFA ASEAN Cup kemarin, mereka tampak drop di menit-menit akhir,” ucap Gusnul Yakin.

Karena itu, ia berharap tim pelatih fisik menyiapkan program yang terencana.

Tujuannya bukan hanya menjaga kebugaran, tetapi memastikan para pemain mampu mempertahankan intensitas permainan ketika menghadapi pertandingan dengan tekanan tinggi.

Lini Belakang Timnas Indonesia Perlu Lebih Solid

Selain fisik, pertahanan menjadi perhatian penting.

Gusnul Yakin menilai lini belakang Timnas Indonesia masih menunjukkan kelemahan selama FIFA ASEAN Cup 2026. Salah satu persoalan yang terlihat adalah ketika menghadapi serangan balik lawan.

Sistem pertahanan yang belum sepenuhnya solid dapat menjadi masalah ketika menghadapi tim seperti Jepang dan Qatar.

“Di FIFA ASEAN Cup, kelemahan paling mencolok lini belakang. Gol-gol yang masuk ke gawang Timnas Indonesia karena sistem pertahanan belum solid. Terutama saat menghadapi serangan balik lawan,” ulasnya.

Karena itu, persiapan menuju Piala Asia 2027 harus mencakup pembenahan koordinasi antar pemain.

Pertahanan yang lebih terorganisasi dibutuhkan agar Timnas Indonesia tidak mudah kehilangan kontrol ketika lawan melakukan transisi cepat.

Variasi Serangan Juga Harus Ditambah

Pekerjaan rumah lainnya berada di sektor serangan.

Gusnul Yakin menilai pola serangan Timnas Indonesia selama FIFA ASEAN Cup masih cenderung monoton karena lebih banyak mengandalkan kedua sisi sayap.

Pola tersebut berpotensi lebih mudah dibaca jika tidak diimbangi dengan variasi serangan dari area lain.

“Kalau cara menyerang tak ada variasi, akan mudah dibaca lawan. Alur serangan dari tengah sangat minim,” ujarnya.

Menurut Gusnul, salah satu faktor yang berpengaruh adalah performa Thom Haye yang dinilai mengalami penurunan.

Ia berharap gelandang tersebut dapat mempersiapkan diri dengan lebih baik sebelum Piala Asia 2027.

Namun, evaluasi tidak hanya ditujukan kepada satu pemain. Seluruh anggota skuad juga diharapkan mampu mengambil pelajaran dari penampilan mereka di FIFA ASEAN Cup.

Beberapa aspek permainan yang perlu diperhatikan Timnas Indonesia adalah:

  • Meningkatkan kondisi fisik dan stamina.
  • Memperkuat organisasi lini belakang.
  • Mengantisipasi serangan balik lawan.
  • Menambah variasi serangan dari lini tengah.
  • Meningkatkan konsistensi permainan.
  • Mempersiapkan mental menghadapi lawan dengan level lebih tinggi.

Mental Timnas Indonesia Jadi Modal Penting

Meski melihat sejumlah kelemahan, Gusnul Yakin tetap memiliki keyakinan terhadap peluang Timnas Indonesia.

Menurutnya, mental bertanding para pemain bukan persoalan utama.

Pengalaman menghadapi pertandingan ketat seperti final FIFA ASEAN Cup 2026 dapat menjadi modal berharga sebelum memasuki kompetisi Asia.

“Saya kira mental bertanding tak diragukan lagi. Tapi, tim pelatih dan para pemain harus serius berbenah diri,” tutur Gusnul.

Ia bahkan optimistis Indonesia masih memiliki peluang untuk kembali melangkah ke fase gugur seperti yang dilakukan pada Piala Asia 2023.

“Saya yakin Timnas Indonesia punya peluang lolos ke fase knock-out seperti Piala Asia 2023,” lanjutnya.

Piala Asia 2027 Jadi Ujian Sesungguhnya

Gelar FIFA ASEAN Cup 2026 memberikan suntikan kepercayaan diri bagi Timnas Indonesia. Namun, keberhasilan tersebut juga harus menjadi titik awal untuk melakukan evaluasi.

Grup F Piala Asia 2027 akan menjadi ujian yang jauh lebih berat. Jepang, Qatar, dan Thailand bukan lawan yang bisa dihadapi dengan persiapan biasa.

Karena itu, masa persiapan harus dimanfaatkan untuk memperbaiki kekurangan yang terlihat selama FIFA ASEAN Cup 2026.

Fisik, taktik, teknik, pertahanan, hingga variasi serangan harus menjadi perhatian.

Jika pembenahan dilakukan secara serius, Timnas Indonesia memiliki kesempatan untuk tampil lebih kompetitif di Arab Saudi.

Euforia juara memang menjadi momen yang membanggakan. Namun setelah trofi berada di tangan, tantangan berikutnya sudah menunggu.

Kini tugas John Herdman dan seluruh elemen Timnas Indonesia adalah memastikan keberhasilan di level ASEAN menjadi pijakan untuk menghadapi persaingan yang lebih tinggi di Piala Asia 2027.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE