1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Justin Hubner Bersinar di Fortuna Sittard, Langsung Jadi Andalan di Eredivisie Belanda

Kehadiran Justin Hubner di Eredivisie bersama Fortuna Sittard menjadi salah satu sorotan menarik dalam perjalanan pemain muda Timnas Indonesia di Eropa. Bek berusia 22 tahun itu langsung mencuri perhatian sejak kedatangannya pada musim panas 2025, dengan performa yang agresif, konsisten, dan penuh karakter di lini pertahanan. Meski sempat mengalami naik turun menit bermain, Hubner perlahan membuktikan bahwa dirinya layak menjadi salah satu pilar penting di klub Belanda tersebut.

Awal Karier Justin Hubner di Fortuna Sittard

Justin Hubner direkrut Fortuna Sittard dari Wolverhampton U-21 pada musim panas 2025. Ia kemudian menandatangani kontrak jangka panjang hingga Juni 2028, sebuah bukti kepercayaan klub terhadap potensinya sebagai bek masa depan.

Adaptasi awalnya berjalan cukup cepat. Dalam tiga pekan pertama Eredivisie 2025/2026, Hubner selalu masuk dalam daftar pemain dan bahkan tampil penuh pada dua laga awal. Hal ini menunjukkan bahwa pelatih Danny Buijs langsung memberikan kepercayaan besar kepada pemain berdarah Indonesia tersebut.

Namun, perjalanan tidak selalu mulus. Pada beberapa pertandingan berikutnya, Hubner sempat tersingkir dari starting line-up dan lebih sering duduk di bangku cadangan. Meski begitu, situasi tersebut tidak membuatnya menyerah, justru menjadi motivasi untuk meningkatkan performa.

Perkembangan Performa dan Jadi Andalan Tim

Memasuki pertengahan musim, Justin Hubner mulai menunjukkan perkembangan signifikan. Ia kembali mendapatkan menit bermain secara reguler, bahkan tampil konsisten sebagai starter di sejumlah pertandingan penting.

Sejak pekan ke-18 hingga ke-25 Eredivisie, Hubner hampir selalu bermain penuh selama 90 menit. Performa stabil ini membuatnya semakin dipercaya sebagai bagian penting dari sistem pertahanan Fortuna Sittard.

Secara keseluruhan, ia telah mencatat 21 penampilan di Eredivisie musim ini, dengan 11 di antaranya sebagai starter. Dari kontribusinya tersebut, Hubner juga berhasil mencetak dua gol dan satu assist, angka yang cukup impresif untuk seorang bek tengah.

Meski kerap bermain keras, yang tercermin dari tujuh kartu kuning dan satu kartu merah, performanya tetap mendapatkan penilaian positif. Berdasarkan data Fotmob, rata-rata rating per laga Hubner mencapai 6,84, angka yang menunjukkan konsistensi di level kompetitif.

Terseret Polemik Administrasi dan Status Pemain

Di tengah peningkatan performa, Justin Hubner juga sempat terseret dalam polemik terkait paspor dan status pemain non-Uni Eropa di Liga Belanda. Kasus ini bermula dari protes NAC Breda terkait status beberapa pemain dalam kompetisi, termasuk Dean James.

Sebagai pemain yang telah dinaturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia, Hubner otomatis tidak lagi masuk dalam kuota pemain Uni Eropa. Situasi ini sempat membuatnya tidak diikutsertakan dalam beberapa sesi latihan dan pertandingan resmi oleh klub.

Kondisi tersebut bahkan membuatnya absen dalam laga melawan AZ Alkmaar yang berakhir dengan kekalahan Fortuna Sittard. Meski demikian, Hubner tetap bersuara mengenai situasi yang menurutnya tidak relevan dengan sepak bola.

Mental Baja dan Karakter “El Preman” di Lapangan

Di atas lapangan, Justin Hubner dikenal sebagai pemain dengan gaya bermain agresif dan tanpa kompromi. Ia tidak ragu melakukan duel keras demi memenangkan bola, karakter yang membuatnya dijuluki “El Preman” oleh sebagian penggemar.

Salah satu momen yang menjadi sorotan terjadi saat laga melawan NAC Breda, ketika sebuah kontak fisik yang melibatkan Hubner menyebabkan pemain lawan, Lewis Holtby, mengalami cedera. Insiden tersebut sempat memicu perhatian publik dan media.

Namun, Hubner menunjukkan sisi profesionalnya setelah pertandingan. Ia langsung mengirimkan pesan permintaan maaf kepada Holtby melalui media sosial, yang kemudian mendapat respons positif dari sang pemain lawan.

Jiwa Besar dan Sikap Profesional

Meski sering tampil keras di lapangan, Justin Hubner menunjukkan bahwa dirinya memiliki karakter yang dewasa di luar pertandingan. Sikapnya yang segera meminta maaf kepada Lewis Holtby menjadi bukti bahwa ia memahami batas antara permainan keras dan sportifitas.

Holtby sendiri menerima permintaan maaf tersebut dengan baik dan menganggap insiden tersebut sebagai bagian dari dinamika sepak bola. Hal ini semakin memperkuat citra Hubner sebagai pemain yang kompetitif namun tetap menghormati lawan.

Kesimpulan: Masa Depan Cerah Justin Hubner di Eredivisie

Perjalanan Justin Hubner bersama Fortuna Sittard menunjukkan perkembangan yang sangat menjanjikan. Dari pemain muda yang beradaptasi di Eropa, kini ia telah menjelma menjadi salah satu bek andalan klub Eredivisie tersebut.

Meski sempat mengalami periode sulit dan terlibat polemik administratif, Hubner mampu bangkit dan membuktikan kualitasnya melalui performa di lapangan. Statistik, kontribusi gol, serta kepercayaan pelatih menjadi bukti nyata bahwa ia berkembang ke arah yang positif.

Dengan usia yang masih sangat muda dan pengalaman yang terus bertambah di liga kompetitif seperti Eredivisie, Justin Hubner memiliki potensi besar untuk melangkah lebih jauh, baik di level klub maupun Timnas Indonesia. Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin ia akan menjadi salah satu bek penting di Eropa dalam beberapa tahun ke depan.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE