Langkah Persib Bandung di ajang Asia resmi terhenti. Tim Maung Bandung gagal melangkah ke babak delapan besar AFC Champions League Two musim 2025/2026 setelah kalah agregat 1-3 dari Ratchaburi FC. Kekalahan tersebut tentu menyisakan kekecewaan, tetapi di sisi lain membuka peluang bagi Persib untuk memfokuskan energi sepenuhnya ke perburuan gelar BRI Super League.
Kini pertanyaannya, setelah kandas di Asia, seberapa besar peluang Persib juara liga musim ini?
Kekalahan di Asia Jadi Titik Balik
Persib Bandung sebenarnya tampil impresif di fase grup AFC Champions League Two. Tim asuhan Bojan Hodak keluar sebagai juara Grup G dan menunjukkan performa yang menjanjikan. Optimisme Bobotoh pun membuncah, berharap Maung Bandung mampu melangkah jauh di kompetisi antarklub Asia tersebut.
Namun, segalanya berubah pada leg pertama babak 16 besar. Bertandang ke Dragon Solar Park, Persib harus mengakui keunggulan Ratchaburi FC dengan skor telak 0-3. Kekalahan itu menjadi awal petaka. Meski menang 1-0 pada leg kedua di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), hasil tersebut tidak cukup untuk membalikkan agregat.
Penyerang Persib, Sergio Castel, mengakui bahwa kekalahan besar di leg pertama menjadi faktor penentu kegagalan. Dalam kompetisi sekelas Asia, defisit tiga gol sangat sulit untuk dikejar, terlebih menghadapi tim yang disiplin dan solid.
Kegagalan ini tentu menyakitkan. Namun dalam dinamika sepak bola, setiap kegagalan juga bisa menjadi momentum kebangkitan.
Fokus Penuh ke BRI Super League
Tersingkir dari AFC Champions League Two membuat Persib kini memiliki satu fokus utama: mempertahankan posisi di puncak klasemen BRI Super League. Secara matematis, peluang juara masih sangat terbuka.
Saat ini, Persib kukuh di posisi teratas dengan 47 poin dari 20 pertandingan. Mereka hanya unggul satu angka dari Borneo FC di posisi kedua dan terpaut tiga poin dari Persija Jakarta di peringkat ketiga. Selisih poin yang tipis membuat setiap laga di putaran kedua menjadi krusial.
Dengan tidak adanya jadwal pertandingan Asia, Persib memiliki keuntungan dari sisi fisik dan rotasi pemain. Intensitas perjalanan serta tekanan jadwal yang padat di kompetisi internasional kini tidak lagi menjadi beban. Artinya, fokus dan energi bisa sepenuhnya diarahkan untuk laga-laga domestik.
Keuntungan ini bisa menjadi faktor pembeda dalam perebutan gelar juara BRI Super League musim ini.
Tantangan Mentalitas dan Konsistensi
Meski peluang terbuka lebar, tantangan terbesar Persib justru ada pada aspek mentalitas. Kegagalan di Asia berpotensi memengaruhi psikologis pemain jika tidak segera dikelola dengan baik.
Bojan Hodak menegaskan bahwa tim harus segera mengalihkan fokus ke liga. Jadwal pertandingan yang padat dalam waktu dekat menuntut respons cepat dari para pemain. Dalam empat hari setelah laga Asia, Persib sudah harus kembali bertanding di kompetisi domestik.
Menjaga konsistensi menjadi kunci utama. Dalam persaingan papan atas yang ketat, satu hasil imbang atau kekalahan saja bisa mengubah peta klasemen. Apalagi rival-rival seperti Borneo FC dan Persija terus menempel dengan selisih poin tipis.
Jika Persib mampu mempertahankan performa seperti yang ditunjukkan pada babak pertama leg kedua melawan Ratchaburi, peluang meraih hasil positif di liga sangat besar.
Kedalaman Skuad Jadi Modal Penting
Keunggulan lain yang dimiliki Persib adalah kedalaman skuad. Kombinasi pemain lokal dan asing memberikan variasi taktik bagi Bojan Hodak. Nama-nama seperti Thom Haye dan Sergio Castel menjadi tulang punggung dalam menjaga keseimbangan tim.
Absennya jadwal Asia juga memungkinkan rotasi lebih terencana. Pemain inti memiliki waktu pemulihan lebih baik, sementara pemain pelapis bisa diberi kesempatan tanpa risiko kelelahan berlebih.
Dalam kompetisi panjang seperti BRI Super League, konsistensi performa sepanjang musim jauh lebih menentukan dibanding satu atau dua laga besar. Jika Persib mampu menjaga stabilitas permainan hingga pekan-pekan terakhir, peluang mempertahankan gelar tetap realistis.
Momentum Kebangkitan di GBLA
Laga kandang melawan Persita Tangerang bisa menjadi momentum kebangkitan Persib. Bermain di Stadion Gelora Bandung Lautan Api dengan dukungan penuh Bobotoh, Maung Bandung memiliki kesempatan untuk mengembalikan kepercayaan diri.
Kemenangan di laga tersebut bukan hanya penting untuk tambahan tiga poin, tetapi juga sebagai simbol bahwa Persib mampu bangkit dari kekecewaan di Asia. Dukungan suporter akan menjadi elemen penting dalam menjaga atmosfer positif di ruang ganti.
Jika mentalitas juara tetap terjaga, Persib tidak hanya berpeluang mempertahankan posisi puncak, tetapi juga mengunci gelar ketiga secara beruntun.
Kesimpulan
Kandas di AFC Champions League Two memang menjadi pukulan bagi Persib Bandung. Namun, kegagalan tersebut tidak serta-merta menutup peluang meraih prestasi musim ini. Justru dengan fokus penuh ke BRI Super League, peluang Persib juara tetap sangat terbuka.
Dengan posisi puncak klasemen, selisih poin tipis, dan jadwal yang kini lebih terkendali, Maung Bandung memiliki semua modal untuk kembali mengangkat trofi domestik. Kuncinya ada pada konsistensi, mentalitas, dan kemampuan bangkit dari kegagalan.
Musim masih panjang, persaingan semakin ketat, dan setiap laga menjadi penentu. Kini, publik menanti apakah Persib mampu mengubah kekecewaan di Asia menjadi bahan bakar untuk kembali berjaya di BRI Super League.
BACA JUGA :












