Pengalaman bersama Timnas Indonesia U-20 menjadi modal penting bagi Er Deva Aulia Egon untuk melanjutkan perjalanan kariernya. Setelah membantu Garuda Muda lolos ke Piala Asia U-20 2027, kiper berusia 18 tahun itu kini kembali fokus bersama Kendal Tornado FC.
Deva menjadi bagian dari skuad Timnas Indonesia U-20 yang sukses mengamankan tiket ke putaran final Piala Asia U-20 2027. Dalam babak kualifikasi, Garuda Muda tampil sebagai pemuncak klasemen Grup H dengan koleksi tujuh poin dari tiga pertandingan.
Pencapaian tersebut menjadi pengalaman berharga bagi Deva. Tidak hanya soal keberhasilan membawa tim lolos, tetapi juga kesempatan merasakan atmosfer sepak bola internasional dan menghadapi lawan-lawan dari negara lain.
Kini, pengalaman itu ingin dibawa Deva ke level klub bersama Kendal Tornado FC yang akan berkompetisi di Pegadaian Championship 2026/2027.
Deva Bangga Bawa Timnas Indonesia U-20 Lolos
Kesuksesan Timnas Indonesia U-20 melaju ke Piala Asia U-20 2027 menjadi pencapaian yang membanggakan bagi Deva.
Pemain yang akrab disapa Deva tersebut mengaku senang bisa mendapatkan kesempatan menjadi bagian dari perjuangan Garuda Muda dalam babak kualifikasi.
“Alhamdulillah, pastinya saya bangga bisa berkontribusi di Timnas Indonesia U-20 dan membawa tim lolos ke Piala Asia U-20 2027. Suatu kebanggaan buat saya bisa masuk Timnas U-20,” ujar Deva.
Timnas Indonesia U-20 mengakhiri kualifikasi sebagai pemuncak Grup H dengan tujuh poin dari tiga laga.
Bagi Deva, pengalaman tersebut tentu memiliki arti tersendiri. Apalagi, dirinya masih berusia 18 tahun dan sedang membangun fondasi penting untuk perkembangan kariernya sebagai penjaga gawang.
Deva juga berharap bisa menjaga konsistensi penampilannya agar kembali mendapat kepercayaan untuk mengikuti agenda Timnas Indonesia U-20 berikutnya.
Atmosfer Internasional Beri Pelajaran Berbeda
Bergabung dengan Timnas Indonesia U-20 membuat Deva merasakan suasana yang berbeda dibandingkan ketika bermain di level klub.
Selama mengikuti pemusatan latihan atau TC hingga menjalani fase kualifikasi di Laos, ia mendapatkan pengalaman menghadapi pemain dari negara lain.
Menurut Deva, kualitas lawan serta persaingan di level internasional memberikan pembelajaran tersendiri.
“Suasananya berbeda. Lawan-lawan dari negara lain cukup kuat dan bagus. Persaingannya juga berbeda dari klub. Kami bisa mendapat pelajaran bagaimana cara menghadapi lawan-lawan yang kuat,” katanya.
Pengalaman tersebut menjadi bekal yang bisa dimanfaatkan Deva untuk terus berkembang.
Sebagai seorang penjaga gawang muda, menghadapi situasi pertandingan yang berbeda dapat membantu meningkatkan pemahaman terhadap permainan sekaligus menambah pengalaman dalam menghadapi tekanan kompetisi.
Beberapa pengalaman penting yang didapat Deva bersama Timnas Indonesia U-20 meliputi:
- Merasakan atmosfer pertandingan internasional.
- Menghadapi lawan dari negara lain.
- Mendapat pengalaman melalui pemusatan latihan.
- Belajar menghadapi lawan dengan kualitas berbeda.
- Membawa pengalaman tersebut kembali ke level klub.
Kembali Fokus Bersama Kendal Tornado FC
Setelah menyelesaikan tugas bersama Timnas Indonesia U-20, Deva kini mengalihkan perhatian ke klubnya, Kendal Tornado FC.
Kendal Tornado FC akan berkompetisi di Pegadaian Championship 2026/2027. Deva memiliki target pribadi yang cukup jelas, yakni mendapatkan menit bermain sekaligus memberikan kontribusi untuk tim.
Penghargaan sebagai Kiper Terbaik EPA Super League 2025/2026 menjadi salah satu pencapaian yang sudah diraih Deva sebelum memasuki tantangan berikutnya.
Kini, ia ingin terus berkembang dan membantu Kendal Tornado FC mengejar target promosi ke kasta tertinggi.
“Target saya setelah kembali ke klub, mungkin agar bisa mendapat menit bermain dan berkontribusi dengan klub di kompetisi, sambil membantu Kendal Tornado FC promosi ke Liga 1,” ujarnya.
Target tersebut menunjukkan bahwa Deva tidak hanya memikirkan perkembangan pribadi. Ia juga ingin memberikan kontribusi nyata bagi klub yang dibelanya.
Deva Nikmati Persaingan di Kendal Tornado FC
Deva mengaku mendapatkan suasana positif sejak bergabung dengan Kendal Tornado FC.
Menurutnya, para pemain senior di dalam tim memberikan lingkungan yang baik bagi pemain muda untuk berkembang. Hal tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat Deva menikmati proses latihan bersama klub.
“Suasananya di sini seru. Senior-seniornya juga baik dan bisa membimbing pemain muda. Latihannya juga enak, saya sangat menikmati sesi latihan di sini,” lanjut kiper kelahiran 2 Desember 2007 tersebut.
Lingkungan seperti itu tentu menjadi bagian penting dalam proses perkembangan pemain muda.
Deva kini bisa membawa pengalaman yang didapat bersama Timnas Indonesia U-20 untuk bersaing di level klub. Namun, kesempatan mendapatkan menit bermain tetap harus diperjuangkan melalui persaingan di dalam skuad.
Persaingan di Bawah Mistar Cukup Ketat
Tantangan berikutnya bagi Deva adalah mendapatkan kepercayaan untuk tampil secara reguler bersama Kendal Tornado FC.
Ia harus bersaing dengan penjaga gawang yang lebih berpengalaman, termasuk Try Hamdani dan Rafi Pamungkas.
Persaingan tersebut menjadi tantangan sekaligus kesempatan bagi Deva untuk terus meningkatkan kualitasnya.
Mendapatkan menit bermain menjadi salah satu target penting karena pengalaman tampil di kompetisi klub dapat membantu menjaga perkembangan performanya.
Di sisi lain, persaingan dengan kiper yang lebih senior juga bisa menjadi ruang bagi Deva untuk terus belajar.
Ingin Kembali Dipanggil Timnas U-20
Pengalaman bersama Timnas Indonesia U-20 membuat Deva memiliki harapan untuk kembali mendapatkan panggilan pada agenda berikutnya.
Ia berharap performanya bersama Kendal Tornado FC dapat membantu menjaga peluang untuk kembali dipantau oleh pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto.
“Harapan saya, bisa dipanggil lagi untuk training camp nanti bersama Timnas U-20,” ujarnya.
Karena itu, perjalanan Deva bersama Kendal Tornado FC pada musim 2026/2027 akan menjadi bagian penting dari proses tersebut.
Setelah mendapatkan pengalaman internasional dari kualifikasi Piala Asia U-20 2027, Deva kini memiliki tantangan baru di kompetisi klub.
Targetnya jelas: mendapatkan menit bermain, membantu Kendal Tornado FC mengejar promosi, dan menjaga konsistensi agar kembali mendapat kesempatan bersama Timnas Indonesia U-20.
Dengan usia yang masih muda, pengalaman yang sudah dikantongi Deva menjadi modal berharga untuk melangkah lebih jauh dalam kariernya sebagai penjaga gawang.
BACA JUGA :












