1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Klub Belanda Diminta Tuntaskan Masalah Administrasi Pemain Asing, Kasus Dean James & Nathan Tjoe-A-On Jadi Sorotan

Dua pemain berpaspor Indonesia yang berkarier di Belanda, Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, tengah menghadapi masalah administratif yang memicu kontroversi di dunia sepak bola Belanda. Status kewarganegaraan mereka menjadi sorotan sejumlah klub, sehingga memengaruhi keikutsertaan dalam kompetisi Eredivisie dan Keuken Kampioen Divisie.

Masalah ini menimbulkan pertanyaan seputar regulasi pemain non-Uni Eropa dan kewajiban klub dalam memastikan legalitas setiap pemain sebelum diturunkan di lapangan.

Kontroversi Bermula dari NAC Breda dan TOP Oss

Polemik dimulai saat NAC Breda meminta Asosiasi Sepak Bola Kerajaan Belanda (KNVB) untuk meninjau ulang pertandingan melawan Go Ahead Eagles. Dean James tercatat bermain dalam laga tersebut, namun NAC Breda menilai James belum menyelesaikan kewajiban administratif sebagai pemain non-Uni Eropa karena tidak memiliki paspor Belanda aktif.

Tidak lama berselang, TOP Oss menyoroti status Nathan Tjoe-A-On, yang bermain untuk Willem II Tilburg di kasta kedua Liga Belanda, Keuken Kampioen Divisie. Mereka mempertanyakan izin kerja Nathan, mengingat perubahan status kewarganegaraan dari Belanda ke Indonesia tahun lalu.

Situasi serupa mendorong FC Emmen untuk menahan pemainnya, Geypens, agar risiko hukum tidak muncul. Meskipun Geypens telah tampil dalam 26 pertandingan dan mencatat dua gol serta dua assist, klub memilih langkah aman untuk memastikan keabsahan administratifnya sebelum menurunkannya kembali.

Dampak Perubahan Status Kewarganegaraan

Menurut Pieter Krop, pengacara spesialis hukum migrasi tenaga kerja Eropa, perubahan paspor dapat berdampak signifikan terhadap status seorang pemain. “Jika Anda bukan lagi warga negara Belanda, Anda juga tidak memiliki izin kerja. Hal ini menjadi titik krusial dalam menentukan kelayakan bermain di Eredivisie maupun Keuken Kampioen Divisie,” ujar Krop.

Untuk Dean James, perubahan status ini membuatnya masuk kategori pemain non-Uni Eropa. Go Ahead Eagles kini wajib mengurus izin kerja dan memastikan standar gaji minimum bagi pemain non-Uni Eropa terpenuhi. Berdasarkan aturan Belanda, ambang gaji minimum untuk pemain non-Uni Eropa mencapai lebih dari 600 ribu euro atau setara Rp11,7 miliar per tahun.

Dolf Segaar, pengacara olahraga, menambahkan bahwa jika izin kerja tidak diajukan, pemain tidak memenuhi syarat untuk turun di pertandingan. “Selain izin kerja, pemain non-Uni Eropa juga harus menerima gaji lebih tinggi sesuai standar. Ini menjadi kewajiban klub,” kata Segaar.

Saran KNVB dan Tindakan Klub

Menanggapi kasus ini, KNVB melalui Dewan Kompetisi Sepak Bola Profesional Belanda mengimbau semua klub untuk hanya menurunkan pemain yang telah terbukti memenuhi persyaratan. Hal ini berlaku bagi klub-klub di Eredivisie dan Keuken Kampioen Divisie.

“Dewan kompetisi menekankan bahwa sebelum pertandingan selanjutnya, semua klub harus memastikan pemain memiliki izin kerja yang valid dan meminta bantuan hukum jika diperlukan,” tulis ESPN Nederland.

Keputusan ini dikeluarkan untuk menghindari masalah lebih besar terkait keabsahan pertandingan. KNVB menegaskan bahwa pertandingan yang telah dimainkan tetap sah hingga pertandingan ke-28 Eredivisie dan ke-33 Keuken Kampioen Divisie, kecuali pertandingan yang dimainkan pada 28 Maret 2026.

Tantangan Bagi Pemain dan Klub

Situasi ini menyoroti tantangan yang dihadapi pemain yang berganti kewarganegaraan serta tanggung jawab klub dalam memenuhi regulasi. Meski Dean James, Nathan Tjoe-A-On, dan Geypens telah menunjukkan performa di lapangan, langkah administratif tetap menjadi syarat mutlak agar tidak terjadi masalah hukum dan kompetisi.

Bagi klub, kasus ini menjadi pengingat pentingnya memeriksa semua dokumen administratif pemain, terutama bagi mereka yang masuk kategori non-Uni Eropa. Sedangkan bagi pemain, memastikan legalitas status kewarganegaraan menjadi bagian penting dalam karier profesional di luar negeri.

Kesimpulan

Polemik Dean James dan Nathan Tjoe-A-On menunjukkan bahwa regulasi pemain asing di Belanda cukup ketat dan tidak bisa diabaikan. Perubahan status kewarganegaraan, meskipun sudah dicatat secara resmi, tetap membutuhkan pengurusan izin kerja yang sesuai standar liga.

Klub-klub Belanda kini berada di bawah tekanan untuk menegakkan aturan, memastikan semua pemain yang diturunkan memiliki dokumen sah, serta menghindari potensi sanksi. Sementara itu, pemain yang bersangkutan harus menyesuaikan diri dengan regulasi baru agar karier profesional mereka tetap berjalan lancar, dan performa yang telah ditunjukkan di lapangan tidak terhambat oleh persoalan administrasi.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE