1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Kontroversi Inggris vs Ghana Semenyo Diduga Langgar Aturan Seragam di Piala Dunia

Laga Timnas Inggris kontra Ghana di Piala Dunia 2026 berakhir tanpa gol, namun cerita panas justru muncul di luar jalannya pertandingan. Sorotan publik kini tertuju pada winger Ghana, Antoine Semenyo, yang diduga melanggar aturan seragam FIFA saat pertandingan berlangsung.

Insiden ini memicu perdebatan luas di media sosial hingga mendapat tanggapan dari mantan wasit Premier League sekaligus eks kepala PGMOL, Keith Hackett. Meski terlihat sepele, kasus ini membuka diskusi lebih besar soal konsistensi penerapan aturan di turnamen sebesar Piala Dunia.

Laga Ketat Inggris vs Ghana Berakhir Tanpa Gol

Pertandingan antara Inggris dan Ghana berjalan dengan tensi tinggi namun minim gol. Inggris yang ditangani Thomas Tuchel kesulitan membongkar pertahanan rapat Ghana yang tampil disiplin sepanjang laga.

Beberapa catatan penting dari pertandingan ini antara lain:

  • Inggris gagal mencetak gol meski mendominasi penguasaan bola
  • Peluang bersih sangat minim sepanjang 90 menit
  • Jude Bellingham sempat luput dari potensi kartu merah
  • Ghana tampil efektif dalam bertahan dan transisi

Di tengah laga yang ketat tersebut, perhatian justru bergeser ke satu momen yang tidak berhubungan langsung dengan permainan: penampilan Antoine Semenyo.

Sorotan pada Kaus Kaki Antoine Semenyo

Insiden bermula ketika seorang suporter menyoroti tampilan Semenyo yang terlihat mengenakan kaus kaki berwarna putih di bagian dalam perlengkapannya.

Semenyo diketahui menggunakan grip socks, yaitu kaus kaki khusus dengan lapisan karet di bagian telapak kaki. Perlengkapan ini umum digunakan pemain profesional untuk meningkatkan stabilitas dan mencegah kaki tergelincir di dalam sepatu.

Namun, yang menjadi perdebatan adalah warna yang terlihat di bagian luar.

Ghana menggunakan kaus kaki utama berwarna kuning, tetapi bagian putih dari grip socks Semenyo terlihat jelas di area pergelangan kaki. Hal inilah yang kemudian memicu dugaan pelanggaran aturan seragam FIFA.

Apa Kata Regulasi IFAB?

Perdebatan ini kemudian mengarah pada aturan resmi yang diatur oleh IFAB (International Football Association Board).

Dalam Pasal 4 regulasi perlengkapan pemain, disebutkan bahwa:

Setiap pita, lapisan, atau material tambahan yang digunakan pada kaus kaki harus memiliki warna yang sama dengan bagian kaus kaki yang ditutupi.

Artinya, jika ada lapisan tambahan di luar kaus kaki utama, warna tersebut harus menyatu atau sesuai dengan warna dasar seragam.

Dalam kasus Semenyo:

  • Kaus kaki utama Ghana: kuning
  • Grip socks yang terlihat: putih
  • Potensi pelanggaran: perbedaan warna yang mencolok

Secara aturan, kondisi ini memang bisa dianggap tidak sesuai regulasi. Namun yang menarik, perangkat pertandingan tidak mengambil tindakan apa pun selama laga berlangsung.

Wasit Tidak Bertindak, Muncul Pertanyaan Baru

Meski ada dugaan ketidaksesuaian aturan, wasit yang memimpin pertandingan tidak memberikan teguran atau tindakan terhadap Semenyo.

Hal ini kemudian memunculkan pertanyaan dari publik mengenai konsistensi penerapan aturan di level tertinggi sepak bola dunia.

Apakah ini kelalaian, atau memang interpretasi aturan yang lebih fleksibel di lapangan?

Keith Hackett Ikut Buka Suara

Sorotan terhadap insiden ini semakin besar setelah mantan wasit Premier League dan eks kepala PGMOL, Keith Hackett, memberikan tanggapan.

Melalui akun X (dulu Twitter), Hackett menanggapi unggahan seorang suporter yang pertama kali menyoroti kejadian tersebut.

Ia menyebut bahwa aturan memang tampaknya tidak diterapkan secara konsisten di laga tersebut.

Beberapa poin dari tanggapan Hackett:

  • Mengakui adanya potensi pelanggaran aturan seragam
  • Menilai wasit tidak menerapkan regulasi dengan ketat
  • Menyoroti kurangnya konsistensi dalam pengawasan perlengkapan pemain

Komentar ini semakin memperkuat perdebatan bahwa ada celah dalam penerapan aturan di pertandingan besar seperti Piala Dunia.

Bukan Kasus Pertama yang Disorot

Menariknya, Keith Hackett juga sebelumnya sempat menyoroti insiden lain di turnamen yang sama, yakni dugaan Keito Nakamura yang tidak mengenakan pelindung tulang kering saat Jepang menghadapi Belanda.

Dua insiden ini kemudian memunculkan pola kritik terhadap standar pengawasan wasit di Piala Dunia 2026.

Beberapa kritik yang muncul dari publik dan analis:

  • Konsistensi aturan yang dipertanyakan
  • Pengawasan perlengkapan pemain yang dianggap longgar
  • Perbedaan interpretasi antar pertandingan
  • Kurangnya tindakan terhadap pelanggaran kecil namun teknis

Antara Aturan dan Realitas di Lapangan

Kasus Antoine Semenyo membuka diskusi lebih luas tentang bagaimana aturan diterapkan dalam praktik pertandingan modern.

Di atas kertas, regulasi IFAB cukup jelas. Namun di lapangan, wasit sering kali harus membuat keputusan cepat di tengah dinamika pertandingan yang intens.

Dalam banyak kasus, hal-hal seperti:

  • Warna aksesoris
  • Lapisan tambahan perlengkapan
  • Detail kecil pada seragam

sering kali tidak menjadi prioritas utama dibanding jalannya pertandingan.

Namun di era sepak bola modern yang sangat detail dan diawasi ketat, setiap elemen kecil bisa menjadi sorotan global.

Kesimpulan: Insiden Kecil yang Jadi Perdebatan Besar

Dugaan pelanggaran seragam oleh Antoine Semenyo mungkin terlihat sebagai hal kecil dalam sebuah pertandingan besar. Namun reaksi yang muncul menunjukkan bahwa detail sekecil apa pun di Piala Dunia bisa menjadi bahan diskusi internasional.

Meski wasit tidak mengambil tindakan di lapangan, perdebatan ini tetap hidup di ruang publik dan diperkuat oleh komentar mantan ofisial pertandingan.

Pada akhirnya, kasus ini bukan hanya soal kaus kaki atau warna seragam, tetapi juga tentang satu hal penting dalam sepak bola modern: konsistensi dalam menegakkan aturan di panggung terbesar dunia.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE