Lazio memperlihatkan ketajaman serangannya ketika mengalahkan Sassuolo 6-2 di Stadion Mapei, Reggio Emilia, Selasa, 27 Oktober 2026 waktu setempat. Pertandingan pekan kesembilan Serie A itu menghadirkan delapan gol, satu kartu merah, serta dua penalti Lazio yang berhasil digagalkan Stefano Turati.
Tijjani Noslin menjadi pencetak dua gol pada babak kedua. Empat gol Lazio lainnya datang melalui Kenneth Taylor, Gustav Isaksen, Romano Floriani Mussolini, dan Mattia Zaccagni.
Sassuolo sempat menyamakan kedudukan pada awal pertandingan dan memperkecil selisih menjelang istirahat. Namun, upaya tuan rumah menghadapi hambatan besar setelah Kristian Thorstvedt menerima kartu merah ketika babak pertama masih berlangsung.
Kemenangan tersebut membawa Lazio mengumpulkan 25 poin dari sembilan pertandingan. Mereka sempat memimpin sendirian sebelum Inter menyamai perolehan poin itu melalui kemenangan pada hari berikutnya.
Di balik skor mencolok, pertandingan ini memperlihatkan kemampuan Lazio menjaga ancaman sekaligus kelemahan Sassuolo dalam mengendalikan ruang.
Taylor Membuka Pesta Sejak Awal
Lazio hanya membutuhkan sekitar dua menit untuk membuka keunggulan. Serangan dari sisi kanan menghasilkan bola yang akhirnya jatuh kepada Taylor. Gelandang tersebut memanfaatkan kesempatan dengan penyelesaian yang membawa tim tamu memimpin.
Gol pembuka sempat melalui pemeriksaan video terkait posisi pemain Lazio dalam rangkaian serangan. Setelah diperiksa, gol tetap disahkan.
Keunggulan cepat memberi Lazio posisi menguntungkan, tetapi belum membuat pertandingan berjalan satu arah. Sassuolo segera memberikan respons dan menunjukkan bahwa mereka masih mampu menemukan celah.
Bagi tim tamu, situasi tersebut menjadi pengingat bahwa mencetak gol lebih dahulu tidak otomatis berarti menguasai seluruh pertandingan.
Lazio tetap perlu mengatur jarak antarpemain serta mengantisipasi serangan dari sisi lapangan. Sassuolo memanfaatkan jalur itu untuk memberikan balasan sebelum tim tamu sempat menikmati keunggulannya.
Dalam waktu singkat, pertandingan berubah menjadi pertukaran serangan yang menuntut konsentrasi kedua lini belakang.
Sassuolo Membalas, Lazio Bereaksi Lebih Cepat
Tuan rumah menyamakan kedudukan pada menit ketujuh setelah serangan dari kiri menghasilkan tembakan Thorstvedt yang berbelok mengenai Josip Šutalo sebelum masuk ke gawang.
Perubahan arah bola menyulitkan penjaga gawang Lazio, Christos Mandas. Kedudukan kembali seimbang, tetapi respons tim tamu kemudian jauh lebih menentukan.
Isaksen membawa Lazio unggul lagi pada menit ke-13 setelah menerima bola dari Zaccagni. Pemain asal Denmark tersebut mendapatkan ruang untuk mengarahkan penyelesaian ke sudut gawang.
Tiga menit berselang, Floriani Mussolini menambah gol.
Lazio kini unggul 3-1 ketika pertandingan baru berjalan sekitar seperempat jam. Sassuolo berhasil memberikan satu balasan, tetapi belum mampu menghentikan aliran serangan lawan.
Periode tersebut memperlihatkan perbedaan efektivitas kedua tim. Lazio tidak sekadar menguasai bola, melainkan berulang kali mengirimkannya ke posisi yang memungkinkan penyelesaian dilakukan dengan jelas.
Sassuolo terlalu sering terlambat menutup penerima bola terakhir.
Floriani Mussolini Menikmati Momen Penting
Gol Floriani Mussolini menjadi salah satu peristiwa penting dalam kemenangan Lazio.
Pemain tersebut datang di tiang jauh untuk menuntaskan kiriman bola Taylor yang melintasi daerah berbahaya. Ia menyelesaikan peluang dari jarak dekat dan mencatatkan gol pertamanya di Serie A.
Perayaan sempat tertunda karena bendera offside terangkat. Pemeriksaan video kemudian memastikan gol tersebut sah.
Momen itu menunjukkan manfaat pergerakan pemain yang datang dari belakang atau sisi berbeda. Ketika perhatian pertahanan terpusat pada penyerang dan bola, pemain lain dapat menemukan ruang penyelesaian.
Keberhasilan Floriani Mussolini bukan hanya soal berada dekat gawang. Ia tetap harus membaca arah serangan dan tiba pada waktu yang tepat.
Bagi Lazio, tambahan sumber gol merupakan perkembangan positif. Ancaman yang datang dari beberapa pemain membuat pertahanan lawan tidak cukup hanya berfokus pada satu penyerang.
Pada malam tersebut, kontribusi yang tersebar menjadi ciri utama permainan tim tamu.
Kartu Merah Memperberat Tugas Sassuolo
Peluang Sassuolo untuk mengejar semakin sulit setelah Thorstvedt mendapat kartu merah langsung sekitar menit ke-31.
Gelandang tersebut melakukan pelanggaran terhadap Zaccagni dan harus meninggalkan lapangan. Tuan rumah pun menjalani sebagian besar sisa pertandingan dengan sepuluh pemain.
Kehilangan satu pemain memperbesar tuntutan terhadap seluruh struktur permainan. Ruang yang sebelumnya dapat dijaga dengan jumlah lengkap harus ditutup melalui pergeseran dan kerja tambahan.
Bagi Sassuolo, masalah itu muncul ketika mereka sudah tertinggal dua gol.
Namun, kemenangan Lazio tidak dapat dijelaskan hanya melalui kartu merah. Tim tamu telah mencetak tiga gol sebelum pengusiran terjadi dan lebih dahulu memperlihatkan kemampuan membongkar pertahanan.
Keunggulan jumlah pemain kemudian membuat tugas mereka lebih mudah, tetapi bukan sumber tunggal dominasi.
Sassuolo membutuhkan disiplin lebih besar untuk bertahan sambil mencari peluang menyerang. Mereka masih memberikan perlawanan sebelum jeda, meskipun kestabilan permainan belum berhasil dipulihkan.
Enam Gol Tercipta Sebelum Istirahat
Sebastiano Esposito memperkecil ketertinggalan Sassuolo pada menit ke-43.
Gol itu memberi tuan rumah harapan untuk memasuki ruang ganti dengan selisih yang lebih mudah dikejar. Meski bermain dengan sepuluh pemain, mereka masih mampu menyelesaikan sebuah serangan.
Namun, Lazio kembali memberikan jawaban.
Pada menit pertama tambahan waktu babak pertama, Zaccagni menyundul kiriman bola Isaksen untuk mengubah kedudukan menjadi 4-2.
Gol tersebut penting karena mengembalikan keunggulan dua gol tepat sebelum istirahat. Sassuolo kehilangan kesempatan membangun babak kedua dari posisi yang lebih dekat.
Enam gol dalam satu babak menggambarkan betapa terbukanya pertandingan. Akan tetapi, jumlah gol juga menunjukkan bahwa kedua pertahanan sempat memberikan ruang yang dapat dimanfaatkan.
Lazio lebih berhasil mengubah peluang menjadi gol. Sassuolo mampu menyerang, tetapi terlalu mudah kembali berada dalam tekanan setelah mendapatkan momen positif.
Keunggulan tim tamu tetap membutuhkan pengelolaan pada babak berikutnya.
Turati Menggagalkan Penalti Zaccagni
Lazio mendapatkan kesempatan memperbesar keunggulan tidak lama setelah pertandingan dilanjutkan.
Sentuhan tangan Simone Cinquegrano di dalam kotak penalti berujung hadiah penalti setelah pemeriksaan video. Zaccagni maju sebagai penendang, tetapi sepakannya berhasil dihentikan Turati.
Penyelamatan itu mencegah Lazio langsung menjauh dan menjadi salah satu kontribusi penting penjaga gawang Sassuolo.
Bagi Zaccagni, kegagalan penalti tidak menghapus keterlibatannya dalam serangan. Ia telah mencetak gol dan berperan dalam terciptanya peluang lain.
Namun, kesempatan dari titik putih tetap merupakan bagian yang perlu dievaluasi.
Skor besar tidak membuat peluang yang terbuang kehilangan arti. Dalam pertandingan berbeda dengan selisih tipis, kegagalan serupa dapat memberikan konsekuensi lebih besar.
Lazio tidak kehilangan arah setelah penalti tersebut. Mereka kembali membangun serangan dan menemukan jalan menuju gol kelima tanpa harus bergantung pada kesempatan dari titik putih.
Noslin Mempertegas Keunggulan Tim Tamu
Noslin mencetak gol pertamanya pada menit ke-55.
Ia menerima bola dari Zaccagni, menyiapkan ruang, kemudian melepaskan tembakan terarah dari sekitar batas kotak penalti. Penyelesaian tersebut membawa Lazio unggul 5-2.
Gol itu memperlihatkan ketenangan dalam memilih tindakan terakhir. Noslin tidak harus menyelesaikan serangan melalui sentuhan pertama, tetapi menggunakan kesempatan untuk memastikan posisi tembakannya.
Bagi Sassuolo, tambahan kebobolan semakin mempersempit peluang mengejar. Mereka harus menghadapi tim yang masih memiliki energi dan pilihan serangan meskipun sudah unggul cukup jauh.
Lazio juga menunjukkan bahwa kegagalan penalti sebelumnya tidak mengganggu fokus.
Mereka tetap mencari ruang, mengalirkan bola, dan memberikan dukungan kepada pemain yang berada di dekat gawang.
Pada tahap ini, kendali hasil semakin kuat berada di tangan tim tamu. Sassuolo membutuhkan perubahan besar untuk menghentikan ancaman, sementara jumlah pemain yang berkurang membatasi kemampuan mereka menekan secara bersamaan.
Penalti Kedua Kembali Berakhir di Tangan Turati
Lazio memperoleh penalti kedua setelah Isaksen dijatuhkan Duje Ćaleta-Car.
Kali ini Davide Frattesi menjadi eksekutor. Pergantian penendang tidak menghasilkan perubahan karena Turati kembali melakukan penyelamatan.
Dua penalti yang digagalkan menjadi catatan tersendiri dalam pertandingan yang berakhir buruk bagi Sassuolo.
Penampilan seorang penjaga gawang tidak selalu dapat dinilai hanya melalui jumlah kebobolan. Turati memang memungut bola enam kali, tetapi juga mencegah dua peluang besar dari titik putih menjadi gol.
Sebaliknya, Lazio tetap memiliki pekerjaan rumah dalam penyelesaian penalti.
Tidak ada dasar untuk memastikan siapa yang akan menjadi eksekutor berikutnya atau apakah urutan penendang akan diubah. Keputusan tersebut menjadi bagian dari evaluasi internal tim.
Yang jelas, pada pertandingan ini dua pemain berbeda gagal menaklukkan Turati melalui penalti. Lazio masih membutuhkan satu momen kualitas lain untuk menuntaskan pesta gol mereka.
Gol Keenam Menutup Malam Gemilang
Noslin kembali mencetak gol pada pertengahan babak kedua melalui tembakan dari luar kotak penalti yang mengarah ke sudut atas gawang.
Penyelesaian itu menegaskan kualitasnya sebagai penuntas serangan dan mengubah skor menjadi 6-2.
Lazio kemudian menyelesaikan pertandingan tanpa kebobolan tambahan. Kemenangan besar tersebut mempertahankan awal musim tanpa kekalahan, dengan delapan kemenangan dan satu hasil imbang dari sembilan laga.
Catatan itu memperlihatkan konsistensi hasil, tetapi belum menjadi jaminan dalam persaingan gelar yang masih panjang.
Inter kembali menyamai poin Lazio setelah menang 2-0 atas Venezia pada Rabu. Karena itu, keunggulan tiga poin yang sempat dinikmati Lazio setelah pertandingan di Mapei bersifat sementara.
Bagi pasukan Gennaro Gattuso, nilai terpenting malam tersebut adalah tiga poin dan serangan yang produktif dari banyak pemain.
Sementara itu, Sassuolo harus memperbaiki perlindungan ruang, kedisiplinan, serta respons setelah kehilangan bola. Delapan gol menghadirkan tontonan meriah, tetapi kemenangan Lazio dibangun melalui perbedaan nyata dalam efektivitas dan pelaksanaan serangan.
Baca Juga:












