1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Malaysia Tumbang di Kandang, Pelatih Tegaskan Perang Belum Berakhir

Kekalahan 0-2 dari Vietnam di leg pertama semifinal Piala AFF 2026 membuat langkah Timnas Malaysia menuju final berada dalam situasi sulit. Namun, Tan Cheng Hoe menolak menganggap perjuangan Harimau Malaya telah selesai.

Bermain di Stadion Kuala Lumpur, Minggu (16/8/2026) malam, Malaysia harus mengakui keunggulan Vietnam. Dua gol The Golden Star dicetak oleh Nguyen Xuan Son pada menit 45+5′ dan gol bunuh diri Faris Danish pada menit ke-86.

Hasil tersebut jelas menjadi pukulan bagi Malaysia karena mereka gagal memanfaatkan keuntungan bermain di kandang sendiri. Meski begitu, Tan Cheng Hoe masih melihat peluang untuk membalikkan keadaan pada leg kedua.

Pelatih berusia 58 tahun itu menegaskan bahwa Malaysia baru kalah dalam satu pertandingan, bukan kehilangan seluruh peluang untuk melaju ke final.

Tan Cheng Hoe: Malaysia Baru Kalah Satu Pertempuran

Tan Cheng Hoe memahami bahwa kekalahan dua gol tanpa balas membuat tugas Malaysia semakin berat. Namun, ia meminta para pemain tetap menjaga keyakinan karena masih ada 90 menit yang harus dimainkan.

Menurutnya, skor leg pertama belum menjadi penentu akhir perjalanan Harimau Malaya di semifinal Piala AFF 2026.

“Kami masih memiliki 90 menit tersisa. Timnas Malaysia belum kalah dalam peperangan ini, kami hanya kalah dalam satu pertempuran,” ujar Tan Cheng Hoe seusai pertandingan, seperti dikutip dari News Straits Times.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Cheng Hoe ingin menjaga mental pemainnya. Dengan selisih dua gol, Malaysia memang membutuhkan penampilan jauh lebih agresif pada leg kedua.

Beberapa hal yang menjadi modal Malaysia untuk bangkit adalah:

  • Masih tersedia 90 menit pertandingan.
  • Malaysia memiliki kesempatan mencetak gol lebih dulu.
  • Para pemain muda mendapatkan pengalaman penting.
  • Cheng Hoe masih percaya pada kemampuan timnya.
  • Leg kedua akan menjadi kesempatan untuk memperbaiki kesalahan.

Leg Kedua Menanti di Markas Vietnam

Pertandingan semifinal Piala AFF 2026 belum selesai. Vietnam akan kembali menjadi tuan rumah pada leg kedua yang digelar di Stadion My Dinh, Hanoi, Rabu (19/8/2026) pukul 20.00 WIB.

Bermain di kandang Vietnam tentu bukan pekerjaan mudah. The Golden Star diperkirakan mendapatkan dukungan penuh dari suporter mereka.

Tan Cheng Hoe juga menyadari ancaman tersebut. Ia menilai Vietnam berpotensi tampil lebih kuat ketika bermain di depan publik sendiri.

Namun, situasi itu tidak membuat Cheng Hoe kehilangan optimisme. Sang pelatih justru menilai satu gol dapat mengubah atmosfer pertandingan dan memberikan energi baru bagi Malaysia.

“Jika kami bisa mencetak satu gol, kepercayaan diri itu akan datang. Tentu saja kami tahu Vietnam akan sangat kuat saat bermain di kandang mereka. Saya optimistis kami harus pergi ke sana dan menghadapi situasi tersebut.”

Malaysia setidaknya harus tampil lebih berani. Mereka tidak bisa hanya mengandalkan permainan aman karena membutuhkan gol untuk mengejar defisit dua angka.

Tan Cheng Hoe Tetap Bangga dengan Pemain Malaysia

Di balik kekalahan tersebut, Cheng Hoe tetap memberikan apresiasi kepada para pemainnya. Ia secara khusus menyoroti lini belakang Malaysia yang masih dihuni sejumlah pemain minim pengalaman.

Menghadapi Vietnam yang memiliki kualitas dan pengalaman lebih tinggi, para pemain muda Harimau Malaya dinilai mampu menunjukkan karakter kuat.

Situasi tersebut dianggap sebagai bagian penting dari proses perkembangan skuad Malaysia. Pertandingan dengan tekanan tinggi seperti semifinal bisa menjadi pengalaman berharga bagi pemain muda.

Nama seperti Ahmad Aysar Hadi Shapri dan Ibrahim Manusi menjadi bagian dari generasi yang mendapat kesempatan tampil pada panggung besar tersebut.

Cheng Hoe berharap pengalaman melawan Vietnam dapat membuat mereka lebih percaya diri pada pertandingan berikutnya.

“Saya optimistis pertandingan seperti ini akan benar-benar memberi mereka kepercayaan diri dan pengalaman untuk tampil lebih baik di masa-masa mendatang.”

Malaysia Harus Lebih Tajam di Leg Kedua

Salah satu persoalan utama Malaysia pada leg pertama adalah penyelesaian akhir. Cheng Hoe menilai timnya sebenarnya memiliki kesempatan untuk mencetak gol, terutama pada babak pertama.

Sayangnya, peluang tersebut tidak berhasil dikonversi menjadi gol.

Kegagalan memanfaatkan kesempatan menjadi semakin mahal setelah Vietnam mampu mencetak gol pertama pada penghujung babak pertama. Situasi kemudian menjadi semakin sulit ketika Faris Danish melakukan gol bunuh diri pada menit ke-86.

Selain penyelesaian akhir, perubahan taktik Vietnam juga memberikan masalah bagi Malaysia.

Cheng Hoe mengakui strategi lawan cukup berbahaya. Meski demikian, ia tetap memuji kerja keras dan komitmen anak asuhnya sepanjang pertandingan.

Kini, tugas Malaysia cukup jelas: memperbaiki efektivitas serangan dan mengurangi kesalahan sendiri.

Misi Comeback Malaysia Tidak Akan Mudah

Ketinggalan agregat 0-2 membuat Malaysia harus tampil sempurna di Hanoi. Mereka membutuhkan minimal dua gol untuk menyamakan agregat dan menjaga peluang menuju final.

Tantangan terbesar adalah bagaimana Harimau Malaya bisa mencetak gol tanpa memberikan terlalu banyak ruang kepada Vietnam.

The Golden Star tentu memiliki keuntungan besar karena unggul dua gol dan bermain di hadapan pendukung sendiri. Karena itu, Malaysia harus mampu menjaga keseimbangan antara menyerang dan bertahan.

Beberapa aspek yang wajib diperbaiki Malaysia pada leg kedua meliputi:

  1. Penyelesaian akhir harus lebih klinis.
  2. Konsentrasi pertahanan tidak boleh menurun.
  3. Transisi serangan perlu dilakukan lebih cepat.
  4. Kesalahan individu harus diminimalkan.
  5. Mental pemain harus tetap kuat sepanjang pertandingan.

Tan Cheng Hoe kini dituntut menemukan formula terbaik untuk leg kedua. Kekalahan di Kuala Lumpur memang membuat jalan Malaysia semakin terjal, tetapi belum menutup seluruh peluang.

Dengan 90 menit terakhir di depan mata, Harimau Malaya masih memiliki kesempatan untuk menciptakan kejutan. Pertanyaannya, apakah Malaysia mampu membalikkan keadaan di markas Vietnam dan mengubah “kalah pertempuran” menjadi kemenangan dalam “peperangan” semifinal Piala AFF 2026?

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE