1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Marcos Reina Keluhkan Kinerja Wasit yang Ganggu Ritme Persik vs Persijap

Laga seru Persik Kediri kontra Persijap Jepara di Stadion Brawijaya, Senin (06/04/2026), berakhir imbang tanpa gol. Meski hasil ini memberi satu poin bagi kedua tim di BRI Super League 2025/2026, pelatih Persik, Marcos Reina, mengaku kurang puas. Ia menyoroti kinerja wasit Muhammad Iqballuddin yang menurutnya banyak mengganggu ritme permainan tim.

Permainan cepat yang dirancang Marcos Reina untuk menekan lawan sejak menit awal tidak berjalan mulus. “Kami sudah menyiapkan skenario ofensif, tapi irama permainan terganggu oleh peluit wasit yang terlalu sering berhenti meski pelanggaran ringan,” ujarnya.

Ritme Permainan Terhenti Karena Pelanggaran Ringan

Reina menilai, seringnya pertandingan dihentikan untuk pelanggaran kategori ringan membuat pemain Persik kehilangan tempo. Padahal skema serangan yang diterapkan membutuhkan pergerakan cepat dan umpan akurat agar lawan tertekan.

“Saya amati, pemain kami sedang menguasai bola untuk menyerang, tapi peluit wasit meniup berkali-kali. Ini membuat flow permainan kami terhenti. Padahal kedua tim bermain cukup baik dan laga sebenarnya menarik untuk ditonton,” tutur pelatih asal Spanyol tersebut.

Gangguan ritme ini menurut Reina juga berdampak pada psikologis pemain. Pemain yang sudah berada dalam tekanan lawan harus memulai serangan dari awal lagi, sehingga stamina dan konsentrasi cepat terkuras.

Kerumunan Pemain Akibat Keputusan Terlambat

Selain pelanggaran ringan, Marcos Reina menyoroti keputusan wasit yang lambat saat menghadapi pelanggaran berat. Akibatnya, sering terjadi kerumunan pemain yang beradu argumen di lapangan, mengganggu fokus tim.

“Regulasi jelas, hanya kapten tim yang boleh berkomunikasi dengan wasit. Tapi wasit membiarkan kejadian yang memicu kerumunan pemain. Hal ini membuat pertandingan sering berhenti, sehingga performa pemain mulai dari awal lagi,” jelasnya.

Menurut Reina, situasi seperti ini seharusnya bisa diminimalisir dengan kontrol pertandingan yang lebih tegas dan keputusan yang cepat agar alur laga tetap lancar.

Kartu Merah dan Kontroversi Pelanggaran

Kontroversi lain yang diangkat Marcos Reina adalah soal kartu merah yang diberikan kepada dua pemain Persijap, Najeeb Yakubu dan Buyung Ismu. Menurutnya, keputusan wasit kurang konsisten dengan regulasi yang berlaku.

“Dari pengamatan saya, seharusnya kedua pemain tersebut mendapat kartu kuning kedua yang berubah menjadi merah. Tapi itu tidak dilakukan. Ini menurut saya kurang baik untuk standar sepak bola Indonesia,” ujar Reina.

Pelatih Persik itu menekankan, konsistensi wasit sangat penting agar pertandingan berjalan adil dan tim yang bermain tidak dirugikan. Kekeliruan atau keputusan yang ambigu tidak hanya mengganggu ritme permainan, tetapi juga memengaruhi hasil akhir pertandingan.

Dampak Kinerja Wasit terhadap Tim

Menurut Marcos Reina, gangguan seperti ini tidak hanya menghambat Persik, tapi juga memengaruhi kualitas kompetisi BRI Super League secara keseluruhan. Tim yang sudah mempersiapkan strategi matang terpaksa menyesuaikan diri dengan kondisi yang tidak ideal.

“Ketika ritme permainan terganggu, tim harus menyesuaikan tempo lagi. Itu memengaruhi strategi yang sudah kita siapkan. Stamina pemain terkuras lebih cepat, dan fokus mereka juga terpecah,” tambahnya.

Meski demikian, Reina tetap menilai pertandingan melawan Persijap cukup menarik secara teknis. Kedua tim tampil saling menyerang dan mempertontonkan permainan yang enak ditonton, hanya saja keputusan wasit yang sering memotong jalannya pertandingan menjadi perhatian utama.

Harapan Marcos Reina untuk Wasit Indonesia

Pelatih asal Spanyol ini berharap, wasit BRI Super League dapat meningkatkan kualitas pengambilan keputusan di lapangan. Konsistensi, ketegasan, dan kecepatan memutuskan pelanggaran adalah kunci agar laga tetap menarik dan fair.

“Wasit harus memperbaiki diri lagi. Keputusan yang lambat atau tidak konsisten membuat tim kesulitan mengeksekusi strategi. Semoga ke depan, kinerja wasit lebih baik dan alur pertandingan tidak terganggu,” pungkas Reina.

Kesimpulan

Meski Persik Kediri hanya meraih satu poin dari hasil imbang 0-0 kontra Persijap Jepara, Marcos Reina menekankan pentingnya kontrol pertandingan dan konsistensi wasit. Gangguan ritme dari pelanggaran ringan, keputusan yang lambat, hingga kontroversi kartu merah menjadi sorotan utama.

Menurut Reina, perbaikan kualitas wasit tidak hanya penting untuk Persik, tetapi juga untuk meningkatkan standar kompetisi BRI Super League secara keseluruhan. Dengan keputusan yang lebih tepat dan cepat, tim dapat mengeksekusi strategi dengan baik, menjaga ritme permainan, dan membuat pertandingan semakin menarik bagi penonton.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE