1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Media Thailand Soroti Detik-Detik Evakuasi Suporter Ratchaburi FC dari GBLA Usai Kericuhan

Sorotan terhadap laga panas di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) belum juga mereda. Media Thailand, Thai Rath, membeberkan detik-detik menegangkan saat suporter Ratchaburi FC dievakuasi dari stadion usai kericuhan yang terjadi setelah pertandingan melawan Persib Bandung pada babak 16 besar AFC Champions League (ACL) Two 2025/2026, Rabu (18/2/2026) malam WIB. Laporan tersebut menjadi perhatian publik karena menggambarkan situasi dramatis yang dialami tim tamu dan para pendukungnya di Bandung.

Kerusuhan dipicu kekecewaan sebagian suporter setelah Persib gagal melaju ke perempat final. Meski menang 1-0 pada leg kedua, hasil itu belum cukup membalikkan defisit tiga gol dari leg pertama di Thailand. Ratchaburi FC memastikan tiket lolos dengan agregat 3-1.

Persib Tersingkir, Ketegangan Memuncak di GBLA

Secara permainan, Persib tampil agresif di hadapan puluhan ribu Bobotoh. Namun, keunggulan tipis tak mampu menutup kekalahan 0-3 pada pertemuan pertama. Thom Haye dan rekan-rekannya harus menerima kenyataan pahit tersingkir dari ACL Two musim ini.

Situasi memanas ketika kepemimpinan wasit asal Arab Saudi, Majed Al-Shamrani, menjadi sorotan. Ia tidak memberikan kartu kepada pemain Ratchaburi FC yang dinilai melakukan pelanggaran keras terhadap gelandang Persib, Adam Alis. Sebaliknya, penyerang Persib, Uilliam Barros, justru diganjar kartu merah akibat tekel keras terhadap bek Ratchaburi FC, Jonathan Khemdee.

Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari sebagian suporter tuan rumah. Seusai peluit panjang dibunyikan, sejumlah Bobotoh merangsek masuk ke lapangan. Mereka mengejar wasit yang berlari menuju tunnel untuk mengamankan diri ke ruang ganti.

Laporan Thai Rath: Suporter Thailand Jadi Sasaran

Dalam laporannya, Thai Rath mengutip kesaksian seorang suporter Ratchaburi FC bernama Joe. Ia menggambarkan suasana mencekam yang dialami rombongan pendukung tim tamu.

Menurut Joe, suporter Ratchaburi FC menjadi sasaran lemparan benda. Botol dan petasan disebut mulai diarahkan ke area tempat mereka berada. Melihat situasi yang semakin tidak kondusif, aparat keamanan bergerak cepat.

Polisi meminta para suporter Thailand menurunkan atribut tim, termasuk bendera, dan mengganti pakaian agar tidak menjadi target. Setelah itu, mereka dipindahkan ke ruang VIP stadion demi keselamatan.

Laporan ini memperlihatkan betapa seriusnya situasi di GBLA malam itu. Evakuasi dilakukan secara bertahap dan dengan pengawalan ketat demi mencegah bentrokan yang lebih besar.

Presiden Ratchaburi FC Turun Langsung Amankan Suporter

Thai Rath juga menyoroti peran Presiden Ratchaburi FC, Thanawat Nitikanjana. Ia disebut turun langsung menjemput dan membawa suporter timnya untuk berlindung di ruang ganti sebelum meninggalkan stadion.

Tidak berhenti di situ, perjalanan pulang pun berlangsung dalam ketegangan. Rombongan tim dan suporter Ratchaburi FC dikabarkan sempat diadang oleh sejumlah suporter tuan rumah yang mengendarai sepeda motor. Mereka mengikuti sambil meneriakkan kata-kata sepanjang perjalanan keluar stadion.

Untuk menghindari risiko lebih lanjut, rombongan memutuskan berganti kendaraan di jalan tol, dari bus menjadi minivan. Langkah ini diambil demi menghindari pengejaran dan memastikan seluruh anggota tim serta suporter tiba dengan selamat di hotel.

Thai Rath menambahkan bahwa para pemain Ratchaburi FC juga mendapatkan pengawalan ketat dari polisi dan militer sepanjang perjalanan dari GBLA menuju hotel tempat mereka menginap.

Dampak Kericuhan terhadap Citra Sepak Bola Indonesia

Insiden di GBLA ini tidak hanya menjadi sorotan di Indonesia, tetapi juga di Thailand dan kawasan Asia Tenggara. Media Thailand secara detail mengulas kronologi evakuasi suporter Ratchaburi FC, memperlihatkan bagaimana pertandingan sepak bola dapat berubah menjadi situasi darurat dalam hitungan menit.

Peristiwa ini berpotensi berdampak pada citra sepak bola Indonesia di level internasional. AFC dikenal memiliki regulasi ketat terkait keamanan stadion dan perlindungan terhadap tim tamu. Jika dinilai lalai dalam pengamanan, tuan rumah bisa menghadapi sanksi berupa denda atau pembatasan penonton pada laga internasional berikutnya.

Selain itu, insiden ini menjadi refleksi penting bagi seluruh pihak, mulai dari panitia pelaksana, aparat keamanan, hingga komunitas suporter. Dukungan fanatik memang menjadi ciri khas sepak bola Indonesia, tetapi keamanan dan sportivitas tetap harus menjadi prioritas utama.

Evaluasi dan Harapan ke Depan

Kisah detik-detik mencekam evakuasi suporter Ratchaburi FC dari GBLA menjadi pelajaran berharga. Laporan Thai Rath memperlihatkan bagaimana situasi bisa berkembang cepat dan membahayakan jika tidak dikendalikan dengan baik.

Ke depan, koordinasi antara klub, federasi, dan aparat keamanan harus semakin diperkuat. Edukasi kepada suporter mengenai pentingnya menjaga ketertiban juga menjadi kunci agar kejadian serupa tidak terulang.

Sepak bola seharusnya menjadi ajang persaingan sehat dan perayaan sportivitas, bukan arena ketegangan yang membahayakan keselamatan. Dengan evaluasi menyeluruh dan komitmen bersama, diharapkan pertandingan internasional berikutnya dapat berlangsung lebih aman dan kondusif.

Insiden di GBLA menjadi pengingat bahwa kemenangan dan kekalahan adalah bagian dari olahraga. Namun, menjaga keamanan dan nama baik sepak bola Indonesia di mata dunia jauh lebih penting.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE