1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Meski Disorot Kontroversi Gianni Infantino Siap Bertarung Lagi di Pilpres FIFA

Masa depan kepemimpinan FIFA kembali menjadi perhatian. Di tengah tekanan dan kontroversi yang muncul dalam beberapa pekan terakhir, Gianni Infantino memastikan rencananya untuk kembali mencalonkan diri sebagai Presiden FIFA pada 2027 tidak berubah.

Infantino disebut tetap berkomitmen mengikuti pemilihan yang dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027. Jika kembali terpilih, pria berusia 56 tahun itu akan menjalani periode keempat sebagai orang nomor satu di organisasi sepak bola dunia.

Keputusan tersebut menjadi sorotan karena posisi Infantino sempat mendapat tekanan setelah rencana FIFA melibatkan investor swasta dalam sebagian hak komersial kompetisi mereka menuai penolakan.

Meski demikian, sejauh ini belum ada kandidat yang secara resmi mengumumkan diri untuk menantang Infantino.

Infantino Tetap Ingin Maju pada 2027

FIFA memastikan tidak ada perubahan terhadap rencana pencalonan Infantino.

Juru bicara FIFA menegaskan bahwa Infantino sudah mengumumkan niatnya untuk kembali mencalonkan diri sejak April. Hingga kini, keputusan tersebut tetap berlaku.

Dengan demikian, Infantino masih akan menjadi kandidat yang harus diperhitungkan dalam pemilihan Presiden FIFA 2027.

Jika terpilih kembali, periode berikutnya akan menjadi masa jabatan keempat bagi Infantino.

Perjalanan kepemimpinannya di FIFA dimulai pada 2016. Saat itu, Infantino terpilih menggantikan Sepp Blatter.

Setelah itu, ia kembali mendapatkan mandat pada 2019 dan kemudian terpilih lagi pada 2023.

Kini, Infantino bersiap menghadapi proses pemilihan berikutnya dengan situasi yang tidak sepenuhnya mudah.

Kontroversi Investasi Swasta Jadi Sorotan

Salah satu persoalan yang membuat kepemimpinan Infantino mendapat tekanan adalah rencana FIFA untuk menjual sebagian kepentingan dalam hak komersial kompetisi mereka kepada investor swasta.

Proposal tersebut mencakup 20 persen kepentingan dalam hak komersial yang berkaitan dengan Piala Dunia dan sejumlah kompetisi FIFA lainnya.

Namun, rencana tersebut akhirnya dibatalkan pada Juli.

Meski proposal itu tidak berlanjut, kontroversi yang muncul telah memberikan tekanan politik terhadap Infantino.

Sejumlah konfederasi sepak bola bahkan disebut menyerukan agar Infantino mengundurkan diri dari jabatannya.

Situasi tersebut membuat dinamika menjelang Kongres FIFA 2027 menjadi semakin menarik.

Beberapa poin penting terkait pencalonan Infantino

  • Infantino tetap berencana mencalonkan diri pada 2027.
  • Pemilihan Presiden FIFA dijadwalkan berlangsung pada Maret 2027.
  • Jika menang, Infantino akan menjalani periode keempat.
  • Rencana investasi swasta FIFA telah dibatalkan.
  • Sejumlah konfederasi menentang posisi Infantino.
  • Belum ada penantang resmi yang mengumumkan pencalonan.

Dukungan Antar-Konfederasi Terbelah

Tekanan terhadap Infantino tidak datang tanpa adanya perbedaan sikap di antara konfederasi sepak bola.

Di satu sisi, sejumlah konfederasi seperti UEFA, AFC, dan CONCACAF disebut menyerukan agar Infantino meninggalkan jabatannya.

Di sisi lain, Infantino masih mendapatkan dukungan dari konfederasi Afrika dan Amerika Selatan.

Perbedaan posisi tersebut menjadi salah satu faktor yang dapat memengaruhi dinamika politik FIFA menjelang pemilihan.

Kondisi ini membuat perjalanan menuju Kongres FIFA 2027 berpotensi berlangsung lebih menarik. Dukungan yang dimiliki Infantino akan menjadi bagian penting dalam mempertahankan posisinya sebagai pemimpin organisasi sepak bola dunia.

Namun, untuk saat ini, belum ada kandidat resmi yang maju untuk menantangnya.

Infantino Belum Membuka Semua Persoalan

Di tengah berbagai sorotan tersebut, Infantino juga belum memberikan penjelasan panjang mengenai kontroversi yang berlangsung.

Ketika ditanya mengenai apakah dirinya menyesali gejolak yang terjadi dalam enam minggu terakhir, Infantino tidak memberikan penjelasan secara terperinci.

Saat menghadiri Piala Dunia U-20 FIFA di Polandia, ia hanya memberikan sinyal bahwa masih akan ada kesempatan untuk membahas persoalan tersebut.

Infantino menyatakan akan ada banyak hal yang bisa disampaikan, tetapi menurutnya diperlukan tempat dan waktu yang tepat.

Pernyataan itu menunjukkan bahwa Infantino memilih tidak membuka seluruh persoalan secara langsung untuk saat ini.

Sikap tersebut juga membuat perhatian terhadap pemilihan Presiden FIFA 2027 semakin besar.

Belum Ada Penantang Resmi

Meski mendapat tekanan dari sejumlah pihak, posisi Infantino dalam persaingan menuju 2027 masih relatif kuat dari sisi pencalonan.

Salah satu faktornya adalah belum muncul kandidat yang secara formal menyatakan diri untuk menantang Infantino.

Situasi ini tentu masih bisa berubah karena proses menuju pemilihan belum selesai.

Dengan waktu yang masih tersedia, tokoh lain berpeluang muncul dan membangun dukungan untuk merebut kursi Presiden FIFA.

Namun, selama belum ada penantang resmi, Infantino tetap menjadi figur utama dalam pembicaraan mengenai pemilihan tersebut.

Periode Keempat Menjadi Target Infantino

Jika kembali mendapatkan mandat, Gianni Infantino akan memimpin FIFA untuk periode keempat.

Target tersebut menjadi menarik karena datang ketika dirinya menghadapi tekanan dari sejumlah pihak.

Di sisi lain, Infantino masih memiliki dukungan dari beberapa konfederasi. Belum adanya kandidat resmi yang maju juga menjadi faktor lain yang membuat peta persaingan belum sepenuhnya terbentuk.

Karena itu, beberapa bulan ke depan akan menjadi periode penting bagi politik sepak bola dunia.

Perubahan dukungan, munculnya kandidat baru, maupun perkembangan persoalan investasi swasta dapat memengaruhi situasi sebelum Kongres FIFA 2027.

Untuk saat ini, satu hal sudah jelas: Gianni Infantino tetap ingin maju dalam pemilihan Presiden FIFA 2027.

Kontroversi yang menerpa belum membuatnya mengubah keputusan. Kini, perhatian tertuju pada apakah Infantino mampu mempertahankan dukungan yang dibutuhkan untuk mendapatkan mandat keempat.

Jika tidak ada perubahan besar, pemilihan Maret 2027 akan menjadi momen penting untuk menentukan arah kepemimpinan FIFA pada periode berikutnya.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE