1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Neville Bongkar Dua Senjata Arsenal untuk Hancurkan PSG di Final UCL, Ini Analisisnya

Final Liga Champions 2025/2026 antara Arsenal dan Paris Saint-Germain (PSG) diprediksi akan menjadi salah satu laga paling panas musim ini. Menariknya, legenda Manchester United, Gary Neville, ikut memberikan analisis tajam soal peluang The Gunners menghadapi sang juara bertahan.

Meski mengakui PSG sebagai tim yang lebih kuat, Neville menilai Arsenal tetap punya dua senjata penting yang bisa membuat kejutan besar di Budapest, Sabtu (30/5/2026).

Arsenal Penuh Momentum Jelang Final Liga Champions

Arsenal datang ke final dengan rasa percaya diri tinggi. Tim asuhan Mikel Arteta baru saja mengalahkan West Ham United dengan skor 1-0 dalam laga yang penuh drama.

Kemenangan tersebut semakin memperkuat posisi Arsenal di puncak Premier League. Mereka kini unggul lima poin dari Manchester City dengan dua laga tersisa, meski The Citizens masih memiliki satu pertandingan tunda.

Gary Neville menilai rangkaian hasil positif itu membangun momentum yang sangat kuat di ruang ganti Arsenal.

“Arsenal sekarang punya momentum yang luar biasa,” ujar Neville dalam podcast Sky Sports.

Ia menyoroti bagaimana Arsenal berhasil melewati berbagai situasi sulit, termasuk kemenangan atas Atletico Madrid dan hasil positif dari rival mereka di liga.

Menurut Neville, kemenangan “ugly win” seperti melawan West Ham justru memberi dampak psikologis besar bagi tim.

“Menang seperti itu membangun rasa percaya diri, daya tahan mental, dan momentum,” tambahnya.

Dua Senjata Arsenal Versi Gary Neville

Meski mengakui PSG lebih unggul secara kualitas, Neville tetap percaya Arsenal punya peluang jika mampu memaksimalkan dua aspek penting: pertahanan solid dan kekuatan fisik.

  • Pertahanan yang Disiplin dan Terorganisir

Menurut Neville, kunci pertama Arsenal adalah kemampuan bertahan secara kolektif. Dalam laga sebesar final Liga Champions, organisasi pertahanan menjadi faktor yang sangat menentukan.

Arsenal dikenal memiliki lini belakang yang disiplin di bawah arahan Mikel Arteta. Struktur permainan yang rapi membuat mereka sulit ditembus, terutama ketika bermain dalam tekanan tinggi.

“Di final nanti mereka harus memikirkan kemampuan bertahan,” kata Neville.

Jika Arsenal mampu menahan gempuran PSG, peluang mereka untuk mencuri gol akan terbuka lebih lebar melalui serangan balik cepat.

  • Kekuatan Fisik dan Intensitas Permainan

Senjata kedua yang disorot Neville adalah aspek fisik. Ia menilai Arsenal memiliki pemain dengan stamina dan intensitas tinggi yang bisa mengimbangi gaya bermain cepat PSG.

“Lalu mencari cara untuk mengalahkan tim yang lebih baik dalam waktu 90 menit,” lanjutnya.

Dalam pertandingan besar seperti final, duel fisik di lini tengah dan transisi permainan sering menjadi pembeda. Arsenal dianggap memiliki keunggulan dalam hal pressing dan intensitas yang bisa menyulitkan PSG jika tidak diantisipasi dengan baik.

PSG Tetap Lebih Unggul di Atas Kertas

Meskipun memberikan analisis positif untuk Arsenal, Gary Neville tetap realistis. Ia menegaskan bahwa PSG saat ini masih berada di level yang lebih tinggi.

“PSG memang lebih baik dari mereka. Sulit untuk membantah itu,” tegas Neville.

PSG datang ke final dengan status juara bertahan setelah musim lalu menghancurkan Inter Milan 5-0. Pengalaman di partai besar dan kedalaman skuad membuat mereka tetap difavoritkan.

Neville juga menilai PSG berada dalam momen ideal untuk kembali mengangkat trofi Liga Champions secara beruntun.

“Rasanya lebih seperti momen PSG untuk memenanginya secara beruntun,” ujarnya.

Mikel Arteta dan Momen Penentu Karier

Final ini juga menjadi panggung besar bagi Mikel Arteta. Jika berhasil membawa Arsenal juara Liga Champions, maka itu akan menjadi pencapaian luar biasa dalam karier kepelatihannya.

Neville menilai kombinasi gelar Premier League dan Liga Champions akan mengubah status Arsenal secara total di sepak bola Eropa.

“Memenangi Liga Inggris untuk pertama kalinya dalam 22 tahun sudah sangat besar, tetapi jika ditambah Liga Champions, itu akan luar biasa,” kata Neville.

Arsenal saat ini berada di ambang sejarah. Namun tantangan terbesar mereka bukan hanya soal taktik, tetapi juga mental menghadapi tim sekelas PSG di laga final.

Arsenal di Persimpangan Sejarah

Neville menyimpulkan bahwa musim ini sudah sangat luar biasa bagi Arsenal, terlepas dari hasil final nanti. Namun jika mereka mampu memenangkan dua trofi besar sekaligus, status klub akan naik ke level yang berbeda.

“Jika mereka benar-benar memenangi dua gelar itu, mereka akan masuk ke level yang berbeda,” tutupnya.

Kini semua mata tertuju ke Budapest. Apakah dua senjata Arsenal versi Gary Neville cukup untuk menjatuhkan PSG? Atau justru sang juara bertahan kembali menunjukkan dominasinya di panggung Eropa?

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE