Perjalanan Pantai Gading di Piala Dunia 2026 resmi berakhir setelah takluk 1-2 dari Norwegia pada babak 32 besar. Kekalahan tersebut memang menyakitkan bagi Les Éléphants, tetapi penampilan mereka sepanjang laga menunjukkan bahwa wakil Afrika itu mampu memberikan perlawanan sepadan kepada salah satu tim paling berbahaya di turnamen.
Bertanding di laga hidup-mati, skuad asuhan Emerse Fae tampil penuh semangat sejak menit pertama. Mereka mampu mengimbangi permainan Norwegia dalam penguasaan bola maupun penciptaan peluang. Sayangnya, efektivitas penyelesaian akhir menjadi faktor yang membedakan kedua tim.
Kemenangan ini mengantarkan Norwegia melaju ke babak 16 besar, di mana mereka sudah ditunggu raksasa Amerika Selatan, Brasil, dalam duel yang akan berlangsung pada 5 Juli. Sementara itu, Pantai Gading harus mengubur mimpi melangkah lebih jauh, meski meninggalkan kesan positif dalam penampilan perdana mereka di fase gugur Piala Dunia.
Pantai Gading Tampil Menjanjikan Sejak Menit Awal
Pantai Gading memulai pertandingan dengan kepercayaan diri tinggi. Permainan cepat dari kedua sisi lapangan membuat pertahanan Norwegia beberapa kali dipaksa bekerja keras.
Pergerakan Ghislain Konan di sisi kiri serta kreativitas Nicolas Pepe di lini depan menjadi sumber ancaman utama. Kombinasi keduanya beberapa kali membuka ruang di area pertahanan lawan.
Peluang emas pertama hadir ketika Yan Diomande mengirim umpan silang akurat ke tiang jauh. Pepe berhasil menyambut bola dari jarak dekat, tetapi penyelesaiannya masih belum cukup sempurna sehingga mampu digagalkan barisan pertahanan Norwegia sebelum melewati garis gawang.
Kegagalan memanfaatkan peluang tersebut menjadi titik balik yang kemudian sangat disesalkan Pantai Gading.
Antonio Nusa Mengubah Jalannya Pertandingan
Saat pertandingan berjalan cukup seimbang, Norwegia justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu.
Pada menit ke-39, Antonio Nusa menunjukkan kualitas individunya dengan melakukan penetrasi dari sisi kiri sebelum melepaskan tembakan melengkung yang mengarah ke pojok atas gawang. Kiper Yahia Fofana tidak mampu menjangkau bola, dan Norwegia pun unggul 1-0.
Gol tersebut membuat Landslaget tampil lebih percaya diri hingga turun minum.
Di sisi lain, perhatian Pantai Gading memang banyak tertuju kepada Erling Haaland, yang sepanjang babak pertama dijaga sangat ketat oleh para bek tengah mereka.
Meski minim ruang gerak dan tidak banyak menyentuh bola, keberadaan Haaland tetap menjadi ancaman yang harus terus diwaspadai.
Franck Kessie: Detail Kecil Kembali Menghukum Kami
Usai pertandingan, gelandang senior Franck Kessie mengaku sangat kecewa dengan hasil yang diterima timnya.
Menurut mantan pemain AC Milan tersebut, duel melawan Norwegia berlangsung sangat seimbang dan ditentukan oleh efektivitas dalam memanfaatkan peluang.
“Kekalahan ini terasa sangat menyakitkan. Kami memiliki kesempatan nyata untuk memenangkan pertandingan, tetapi sekali lagi detail-detail kecil menghentikan perjalanan kami di turnamen ini,” ujar Kessie.
Ia menilai kedua tim sama-sama memiliki peluang untuk lolos.
“Ini benar-benar pertandingan yang seimbang. Mereka mampu memaksimalkan peluang yang dimiliki, sementara kami kurang tenang dalam beberapa momen penting. Di level seperti Piala Dunia, hal-hal kecil seperti itu bisa menentukan hasil akhir.”
Pernyataan Kessie mencerminkan rasa frustrasi yang dirasakan seluruh skuad Pantai Gading setelah gagal mengubah dominasi permainan menjadi kemenangan.
Amad Diallo Menghidupkan Asa Les Éléphants
Memasuki babak kedua, Emerse Fae melakukan perubahan yang terbukti memberikan dampak instan.
Masuknya Amad Diallo membuat permainan Pantai Gading menjadi jauh lebih hidup. Winger muda tersebut menghadirkan kecepatan, kreativitas, sekaligus ancaman nyata bagi lini belakang Norwegia.
Tidak hanya aktif membantu serangan, Diallo bahkan sempat melakukan penyelamatan penting di dekat garis gawang saat timnya hampir kembali kebobolan.
Kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil pada menit ke-74.
Berawal dari kombinasi apik bersama Nicolas Pepe, Diallo melakukan penetrasi ke dalam kotak penalti sebelum melewati dua pemain bertahan Norwegia. Dengan penyelesaian yang tenang, ia sukses mengirim bola ke dalam gawang dan mengubah skor menjadi 1-1.
Gol tersebut membangkitkan semangat Pantai Gading sekaligus membuat pertandingan kembali terbuka.
Haaland Menjadi Pembeda di Saat Paling Menentukan
Ketika laga tampak akan berlanjut ke babak tambahan waktu, Norwegia kembali menunjukkan kualitas para pemain bintangnya.
Pada menit ke-86, Patrick Berg mengirim umpan tarik mendatar ke dalam kotak penalti. Erling Haaland yang lolos dari kawalan langsung menyambar bola dari jarak dekat untuk membawa Norwegia kembali unggul 2-1.
Gol tersebut menjadi gol kelima Haaland di Piala Dunia 2026 sekaligus gol internasional ke-60 sepanjang kariernya bersama tim nasional Norwegia.
Sekali lagi, striker Manchester City itu membuktikan dirinya sebagai sosok yang mampu menentukan hasil pertandingan pada momen-momen paling krusial.
Pantai Gading Pulang dengan Kebanggaan Meski Gagal Melaju
Pantai Gading tidak menyerah hingga peluit panjang dibunyikan. Pada masa injury time, mereka memperoleh kesempatan terakhir melalui tendangan bebas Amad Diallo yang mengarah tepat ke sudut gawang.
Namun, penjaga gawang Orjan Nyland tampil luar biasa dengan melakukan penyelamatan gemilang yang memastikan keunggulan Norwegia tetap bertahan hingga akhir pertandingan.
Meski harus mengakhiri perjalanan di babak 32 besar, Pantai Gading meninggalkan kesan positif selama tampil di Piala Dunia 2026. Organisasi permainan yang solid, semangat juang tinggi, serta munculnya sejumlah pemain muda potensial menjadi modal berharga untuk menghadapi turnamen-turnamen internasional berikutnya.
Sementara itu, Norwegia berhak melangkah ke babak 16 besar dengan penuh kepercayaan diri. Dipimpin oleh Erling Haaland yang sedang berada dalam performa terbaiknya, Landslaget kini bersiap menghadapi tantangan yang jauh lebih besar saat berjumpa Brasil dalam salah satu laga paling dinanti di fase gugur Piala Dunia 2026.
BACA JUGA :
- SBOTOP: Resmi! Presiden Federasi Sepak Bola Arab Saudi Mundur Usai Gagal di Piala Dunia 2026
- SBOTOP: Mimpi Buruk Jerman di Piala Dunia Berlanjut, Kegagalan Kembali Menghantui
- SBOTOP Kylian Mbappé Sedang “Dalam Misi Besar”: Deschamps Sebut Kapten Prancis yang Sering Disalahpahami Ini Masuk Kelas Istimewa di Panggung Piala Dunia












