Performa impresif Ezra Walian di BRI Super League 2025/2026 kembali memantik perbincangan publik sepak bola nasional. Winger kiri milik Persik Kediri itu tampil konsisten sepanjang musim dan menunjukkan peningkatan statistik yang signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Tak heran, dukungan agar Ezra Walian kembali memperkuat Timnas Indonesia pun mulai menguat. Bahkan, pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, secara terbuka menyatakan bahwa anak asuhnya sangat layak kembali mengenakan jersey Garuda.
Lonjakan Performa di BRI Super League 2025/2026
Grafik performa Ezra Walian musim ini meningkat drastis. Jika pada musim lalu ia hanya mencetak dua gol dan tiga assist dari 21 pertandingan, kini kontribusinya melonjak tajam. Hingga pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026, pemain kelahiran Amsterdam tersebut telah mengoleksi enam gol dan delapan assist.
Peningkatan ini bukan sekadar angka statistik. Peran Ezra di lapangan terlihat semakin matang, baik dalam membantu serangan maupun menjaga keseimbangan tim. Sebagai kapten Persik Kediri, ia hampir selalu menjadi pilihan utama di starting XI.
Dari total 20 pertandingan musim ini, Ezra telah mencatatkan 1.779 menit bermain. Ia hanya absen dua kali akibat cedera lutut. Konsistensi tersebut menunjukkan tingkat kebugaran dan profesionalisme yang tinggi, faktor penting bagi pemain yang ingin kembali bersaing di level internasional.
Peran Sentral Ezra Walian di Persik Kediri
Di bawah arahan Marcos Reina, Ezra Walian berkembang menjadi motor serangan Persik. Ia tak hanya piawai menusuk dari sisi kiri, tetapi juga efektif dalam mengirimkan umpan matang kepada rekan setim.
Marcos Reina menilai Ezra sebagai sosok penting dalam kolektivitas permainan Macan Putih. Skill individu, semangat juang, serta visi bermain menjadi kelebihan yang membuatnya berbeda dari pemain lain di kompetisi domestik.
“Ezra Walian pemain penting bagi Persik. Skill, spirit, dan visi bermainnya memberi kontribusi positif bagi tim. Jika saya ditanya apakah Ezra Walian bisa masuk Timnas Indonesia, jawabannya dia sangat pantas,” ujar Marcos Reina.
Tak hanya unggul dalam open play, Ezra juga dinilai memiliki kualitas dalam situasi bola mati. Umpan-umpannya akurat, baik saat skema set pieces maupun dalam permainan terbuka. Hal ini menjadi nilai tambah yang jarang dimiliki winger di Super League.
Dukungan Terbuka untuk Kembali ke Timnas Indonesia
Penampilan konsisten Ezra Walian memunculkan harapan agar ia kembali dipanggil memperkuat Timnas Indonesia. Apalagi, di bawah kepemimpinan pelatih baru John Herdman, tim nasional tengah membangun komposisi terbaik untuk menghadapi berbagai agenda internasional.
Marcos Reina secara pribadi memberikan dukungan penuh kepada anak asuhnya. Meski demikian, ia menyadari keputusan akhir tetap berada di tangan pelatih tim nasional.
“Namun, tergantung pelatih Timnas Indonesia, apakah Ezra Walian sosok yang dibutuhkan di tim,” lanjutnya.
Reina juga mengakui bahwa dirinya belum banyak mengenal detail kualitas seluruh pemain Timnas Indonesia. Sebagai sosok yang relatif baru di kompetisi Indonesia, ia masih mempelajari karakter permainan para pemain lainnya.
Faktor Kesesuaian Gaya Bermain
Dalam sepak bola modern, pemanggilan pemain ke tim nasional tak hanya didasarkan pada statistik individu, tetapi juga kecocokan dengan filosofi pelatih. Marcos Reina memahami bahwa setiap pelatih memiliki pendekatan dan sistem permainan yang berbeda.
Ia mengakui belum pernah berkomunikasi langsung dengan John Herdman. Oleh karena itu, ia tidak mengetahui secara pasti konsep permainan yang akan diterapkan di Timnas Indonesia.
“Tiap pelatih punya style masing-masing. Menurut saya dan mungkin pendapat orang lain, Ezra Walian pantas main di Timnas Indonesia. Namun, kembali ke John Herdman, apakah style Ezra sesuai dengan yang diinginkan,” tuturnya.
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa peluang Ezra Walian kembali ke Timnas Indonesia sangat terbuka, tetapi tetap bergantung pada kebutuhan taktik dan strategi pelatih.
Momentum Comeback ke Skuad Garuda
Usia 28 tahun menjadi fase matang bagi seorang pemain sepak bola. Ezra Walian kini berada di puncak kariernya, dengan pengalaman bermain di klub-klub besar seperti PSM Makassar dan Persib Bandung sebelum bergabung dengan Persik Kediri.
Performa stabil di BRI Super League 2025/2026 bisa menjadi modal kuat untuk menarik perhatian tim pelatih Timnas Indonesia. Apalagi, kontribusinya dalam bentuk gol dan assist menunjukkan bahwa ia mampu memberikan dampak nyata di lini serang.
Dukungan dari klub dan pelatih tentu menjadi suntikan motivasi tambahan bagi Ezra. Namun, yang terpenting adalah menjaga konsistensi hingga akhir musim.
Kesimpulan: Layak, Namun Tetap Menunggu Keputusan
Performa gemilang Ezra Walian bersama Persik Kediri musim ini menjadi bukti nyata peningkatan kualitasnya. Statistik yang melonjak, kepemimpinan sebagai kapten, serta kontribusi signifikan dalam setiap pertandingan memperkuat argumen bahwa ia layak kembali memperkuat Timnas Indonesia.
Dukungan terbuka dari Marcos Reina semakin menguatkan wacana comeback tersebut. Meski demikian, keputusan akhir tetap berada di tangan John Herdman sebagai pelatih Timnas Indonesia.
Kini, bola ada di tangan tim pelatih nasional. Jika konsistensi ini terus terjaga, bukan tidak mungkin Ezra Walian kembali mengenakan seragam Garuda dan memberikan warna baru bagi lini serang Timnas Indonesia di berbagai ajang internasional mendatang.
BACA JUGA :












