Penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, baru saja mencatat momen penting dalam kariernya. Ia dimainkan sebagai starter saat Ajax Amsterdam bertandang ke markas Feyenoord Rotterdam dalam lanjutan Eredivisie 2025/2026 di De Kuip, Minggu (22/3/2026) malam WIB. Laga ini bukan sembarang pertandingan; duel klasik yang dikenal dengan sebutan De Klassieker selalu sarat sejarah, rivalitas, dan tekanan tinggi bagi para pemain.
Maarten Paes mengaku laga ini menjadi ujian berat, sekaligus momen berharga untuk menunjukkan kualitasnya di level klub papan atas Belanda. Penampilan impresifnya menjadi sorotan media Belanda sekaligus menarik perhatian pecinta sepak bola Indonesia.
Debut yang Menantang di De Klassieker
Sejak awal pertandingan, tempo permainan tinggi terlihat jelas. Feyenoord mencoba menekan Ajax di menit-menit awal, sementara Paes harus tetap fokus menjaga gawangnya. Menurut Paes, laga ini termasuk salah satu yang paling berat dalam kariernya sejauh ini.
“Pertarungan yang sulit di Rotterdam,” ujar Paes melalui akun Instagram pribadinya. Pernyataan tersebut menunjukkan tekanan mental dan fisik yang dihadapi pemain 27 tahun ini dalam menghadapi rival klasik Ajax.
Paes tampil konsisten sepanjang laga, mencatatkan empat penyelamatan krusial yang mencegah gawangnya dari kebobolan lebih banyak gol. Penampilan ini menegaskan kematangan kiper Timnas Indonesia tersebut di level kompetisi top Eropa.
Fokus Langsung ke Timnas Indonesia
Tidak ada waktu untuk berlama-lama merayakan debut di De Klassieker. Paes langsung mengalihkan fokusnya ke Timnas Indonesia. Ia dijadwalkan bergabung dengan skuad Garuda untuk persiapan menghadapi FIFA Series 2026 di Jakarta.
“Sekarang saatnya mengalihkan fokus untuk Timnas Indonesia. Sampai jumpa di Jakarta,” tambah Paes. Pernyataan ini menunjukkan profesionalisme tinggi, di mana fokusnya tetap terbagi antara klub dan tim nasional.
Persaingan Kiper Timnas: Paes atau Audero?
Timnas Indonesia saat ini beruntung memiliki dua penjaga gawang kelas dunia: Maarten Paes dan Emil Audero Mulyadi. Kedua kiper sama-sama berada di puncak performa mereka.
Emil Audero konsisten menjadi andalan di bawah mistar gawang Cremonese, sementara Maarten Paes menunjukkan performa stabil di Ajax Amsterdam, salah satu klub top Belanda.
Persaingan ini tentu menarik untuk disaksikan, karena pelatih John Herdman harus memilih siapa yang akan menjadi penjaga gawang nomor satu untuk skuad Garuda di ajang internasional mendatang.
Signifikansi Penampilan Paes
Debut di De Klassieker memberi Paes pengalaman berharga menghadapi laga yang sarat tekanan tinggi. Pertandingan melawan Feyenoord Rotterdam bukan hanya tentang teknik, tetapi juga soal mental bertahan di tengah atmosfer panas suporter dan rivalitas klasik.
Keberhasilan Paes tampil solid memberikan sinyal positif bahwa ia siap menghadapi tantangan serupa bersama Timnas Indonesia. Kedisiplinan, refleks cepat, dan keberanian tampil di laga besar menjadi modal penting bagi Paes untuk membela Garuda di level internasional.
Kesimpulan
Debut Maarten Paes di De Klassieker menjadi salah satu momen penting dalam kariernya. Dengan performa solid di bawah tekanan, ia membuktikan diri mampu tampil di laga-laga besar. Penampilan impresif ini menjadi modal berharga menjelang tugasnya bersama Timnas Indonesia di FIFA Series 2026.
Selain itu, persaingan ketat dengan Emil Audero Mulyadi membuat posisi kiper Timnas Indonesia semakin menarik untuk disimak. Keputusan pelatih John Herdman akan menentukan siapa yang menjadi pilihan utama, namun yang pasti, kualitas dan pengalaman Paes semakin menegaskan perannya sebagai salah satu aset penting bagi Garuda.
Jika konsistensi dan fokus yang ditunjukkan saat debut De Klassieker dapat dibawa ke skuad nasional, Maarten Paes diprediksi akan menjadi salah satu pilar penting Timnas Indonesia di pentas internasional mendatang.
BACA JUGA :












