Lini depan Timnas Indonesia kembali menjadi sorotan menjelang padatnya agenda internasional dalam beberapa tahun ke depan. Meski sudah memiliki Ole Romeny sebagai tumpuan utama, kebutuhan akan striker tambahan dinilai masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi skuad Garuda.
Situasi ini memunculkan berbagai wacana baru, termasuk usulan naturalisasi dua bomber asal Brasil yang sudah sangat akrab dengan sepak bola Indonesia, yakni David da Silva dan Ciro Alves.
Kedua pemain tersebut dianggap memiliki kualitas yang cukup untuk membantu Timnas Indonesia dalam jangka pendek. Apalagi, performa mereka di Liga Indonesia masih sangat konsisten meski usia sudah tidak muda lagi.
Wacana ini mulai ramai dibahas setelah pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, menilai David da Silva dan Ciro Alves bisa saja menjadi solusi cepat untuk memperkuat lini depan Garuda, terutama menghadapi turnamen seperti Piala AFF 2026.
Lini Depan Timnas Indonesia Masih Jadi PR
Timnas Indonesia memang sedang memasuki fase penting setelah menjalani berbagai agenda internasional seperti FIFA Series dan FIFA Matchday.
Dalam waktu dekat, skuad asuhan John Herdman juga akan menghadapi jadwal yang jauh lebih berat, mulai dari:
- FIFA Matchday
- Piala AFF 2026
- FIFA ASEAN Cup
- Piala Asia 2027
- Kualifikasi Piala Dunia 2030 zona Asia
Dengan jadwal sepadat itu, kebutuhan pemain depan berkualitas tentu menjadi sangat penting.
Selama ini, Timnas Indonesia cukup bergantung kepada Ole Romeny sebagai ujung tombak utama. Namun, banyak pihak menilai Garuda masih membutuhkan striker tambahan agar lini depan lebih tajam dan tidak mudah ditebak lawan.
Kondisi tersebut membuat nama David da Silva dan Ciro Alves mulai ramai diperbincangkan.
David da Silva dan Ciro Alves Dinilai Layak Dinaturalisasi
Nama David da Silva dan Ciro Alves sebenarnya sudah tidak asing lagi bagi pecinta sepak bola Indonesia.
Keduanya sempat menjadi mesin gol Persib Bandung dan memiliki peran besar dalam keberhasilan Maung Bandung meraih gelar juara back to back beberapa musim terakhir.
Kini, meski sudah memperkuat Malut United, performa dua pemain asal Brasil itu tetap impresif.
David da Silva dikenal sebagai striker tajam dengan insting gol tinggi, sedangkan Ciro Alves punya kecepatan, kreativitas, dan kemampuan menciptakan peluang.
Menariknya lagi, keduanya disebut sudah memenuhi syarat naturalisasi karena telah tinggal di Indonesia selama lebih dari lima tahun secara beruntun.
Hal tersebut membuat sebagian suporter mulai mendorong PSSI mempertimbangkan naturalisasi keduanya demi memperkuat Timnas Indonesia.
Pengamat Sebut Bisa Jadi Solusi Jangka Pendek
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan atau yang akrab disapa Ropan, menilai David da Silva dan Ciro Alves memang bisa menjadi solusi untuk kebutuhan jangka pendek Timnas Indonesia.
Menurutnya, kualitas keduanya masih sangat layak untuk level Asia Tenggara, terutama jika digunakan untuk target jangka dekat seperti Piala AFF.
“Ciro dan David da Silva kan hanya singkat. Usia mereka 36 dan 37. Oke masih main bagus, sejak dari Persib ke Malut keduanya masih gacor. Selalu menjadi pencetak gol terbanyak. Tapi dengan usia seperti itu kan mungkin hanya bertahan satu dua tahun. Kalau untuk jangka pendek oke,” kata Ronny Pangemanan melalui kanal YouTube ITSMe.
Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa faktor usia menjadi pertimbangan utama jika naturalisasi benar-benar dilakukan.
Meski begitu, untuk kebutuhan instan dan target juara di level ASEAN, kualitas David da Silva dan Ciro Alves masih dianggap sangat mumpuni.
Piala AFF Jadi Target yang Paling Realistis
Piala AFF 2026 menjadi salah satu target penting bagi Timnas Indonesia dalam waktu dekat.
Turnamen yang dulu dikenal sebagai Piala Tiger itu dijadwalkan berlangsung mulai 24 Juli hingga 26 Agustus mendatang.
Sejak pertama kali digelar pada 1996, Indonesia belum pernah berhasil menjadi juara. Situasi ini tentu menjadi tekanan tersendiri bagi John Herdman yang kini dipercaya menangani skuad Garuda.
Karena itu, muncul anggapan bahwa Timnas Indonesia membutuhkan pemain-pemain yang benar-benar siap memberikan dampak instan.
Ropan menilai David da Silva dan Ciro Alves bisa sangat cocok untuk target tersebut.
“Untuk Piala AFF saya pikir pas itu. Apalagi John Herdman membidik gelar juara,” imbuh Ropan.
Dengan pengalaman panjang bermain di Indonesia, keduanya diyakini tidak akan kesulitan beradaptasi dengan karakter permainan sepak bola Asia Tenggara.
Faktor Usia Jadi Kendala Utama
Meski dianggap layak untuk jangka pendek, naturalisasi David da Silva dan Ciro Alves tetap memiliki risiko besar.
Usia keduanya yang sudah memasuki akhir karier menjadi faktor yang paling sering diperdebatkan.
David da Silva kini berusia 36 tahun, sementara Ciro Alves sudah menginjak usia 37 tahun.
Menurut Ropan, Timnas Indonesia tetap harus memikirkan proyek jangka panjang untuk menghadapi Piala Asia 2027 dan Kualifikasi Piala Dunia 2030.
Karena itu, Garuda tetap membutuhkan striker muda berkualitas yang bisa berkembang dalam waktu panjang.
“Tapi kan kita harus bisa melihat jangka panjang. Jangka panjang itu ada di Piala Asia dan di Pra Piala Dunia zona Asia untuk 2030,” ujar Ropan.
Ia juga menegaskan bahwa Timnas Indonesia masih membutuhkan striker nomor 9 yang benar-benar mampu mendampingi Ole Romeny di level tertinggi.
Timnas Indonesia Masih Cari Partner Ideal untuk Ole Romeny
Saat ini, Timnas Indonesia sebenarnya masih memiliki beberapa penyerang muda seperti Ramadhan Sananta dan Hokky Caraka.
Namun, banyak pengamat menilai kualitas mereka belum benar-benar setara dengan Ole Romeny yang kini menjadi andalan utama di lini depan.
Karena itu, kebutuhan akan tandem berkualitas untuk Ole masih menjadi fokus penting tim pelatih.
“Maka Ole perlu ada tendem yang bagus,” pungkas Ropan.
Kini, keputusan sepenuhnya berada di tangan PSSI dan tim pelatih Timnas Indonesia. Apakah akan memilih solusi instan lewat naturalisasi pemain senior seperti David da Silva dan Ciro Alves, atau tetap fokus membangun striker muda untuk masa depan.
Yang jelas, kebutuhan akan penyerang tajam masih menjadi salah satu tantangan terbesar Timnas Indonesia menuju berbagai turnamen penting dalam beberapa tahun mendatang.
BACA JUGA :












