1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Peran Baru Pemain Jepang di Persija Jakarta pada BRI Super League 2026/2027

Kyohei Yoshino menunjukkan bahwa seorang pemain tidak selalu harus terpaku pada posisi yang selama ini menjadi perannya. Memasuki tiga pertandingan awal Persija Jakarta di BRI Super League 2026/2027, pemain asal Jepang tersebut justru mendapat tugas baru di lini pertahanan.

Yoshino yang selama ini dikenal sebagai pemain tengah dipercaya mengisi posisi bek sayap. Menariknya, peran tersebut merupakan sesuatu yang benar-benar baru sepanjang kariernya.

Meski harus beradaptasi dengan tuntutan berbeda, pemain berusia 31 tahun itu mampu menjalankan tugasnya dengan cukup solid. Fleksibilitas tersebut menjadi salah satu cerita menarik dari awal perjalanan Persija Jakarta di BRI Super League musim ini.

Kyohei Yoshino Jalani Peran Berbeda

Kesempatan pertama Yoshino sebagai bek sayap datang ketika Persija Jakarta menghadapi Borneo FC Samarinda pada pekan pembuka BRI Super League 2026/2027.

Dalam pertandingan tersebut, Yoshino masuk pada babak kedua untuk menggantikan Rio Fahmi. Ia kemudian ditempatkan di sisi kiri pertahanan.

Peran tersebut kembali berubah pada pertandingan berikutnya. Saat Persija menghadapi Persib Bandung, Yoshino dipercaya tampil sejak menit pertama sebagai bek sayap kanan.

Tidak berhenti sampai di sana, Shin Tae-yong kembali memberikan kepercayaan kepadanya ketika Persija berhadapan dengan Java United FC.

Yoshino kembali dimainkan sebagai starter di sisi kanan dan menjalankan tugas tersebut hingga pertandingan berakhir.

Tiga pertandingan tersebut memperlihatkan bagaimana Yoshino mampu beradaptasi dengan kebutuhan tim.

Posisi Baru yang Belum Pernah Dimainkan

Menjadi bek sayap bukanlah peran yang familiar bagi Yoshino.

Pemain asal Jepang itu mengakui bahwa posisi tersebut belum pernah ia mainkan sepanjang kariernya. Karena itu, ada sejumlah tantangan yang harus dihadapinya ketika menjalankan instruksi baru dari pelatih.

“Sejujurnya, ini adalah posisi yang belum pernah saya mainkan sepanjang karier. Sebenarnya, masih banyak tantangan yang saya hadapi dalam tiga pertandingan itu,” tutur Yoshi, Jumat (25/9/2026).

Meski demikian, Yoshino memilih fokus menjalankan tugas yang diberikan.

Baginya, kebutuhan tim menjadi prioritas. Ia berusaha memberikan kemampuan terbaik meskipun harus bermain di posisi yang berbeda dari biasanya.

“Saya dituntut untuk memberikan kemampuan terbaik saya pada posisi dan tugas yang diinstruksikan oleh Pelatih Shin Tae-yong,” lanjutnya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa pengalaman seorang pemain tidak hanya berguna ketika dimainkan di posisi utama. Kemampuan membaca permainan dan memahami kebutuhan tim juga dapat membantu ketika seorang pemain harus menjalankan peran baru.

Pengalaman di Jepang dan Korea Jadi Modal

Yoshino datang dengan pengalaman dari kompetisi yang cukup beragam. Ia pernah memperkuat Cerezo Osaka, Yokohama, dan Tokyo Verdy, sekaligus mendapatkan pengalaman dari persaingan di J1 League dan K League 1.

Pengalaman tersebut menjadi salah satu modal ketika ia harus beradaptasi dengan peran sebagai bek sayap.

Beberapa kemampuan yang dapat menunjang peran barunya antara lain:

  • Kemampuan membaca situasi permainan.
  • Kekuatan dalam duel.
  • Disiplin ketika bertahan.
  • Pengalaman menghadapi pertandingan kompetitif.
  • Kemampuan memberikan variasi melalui umpan jarak jauh.

Kombinasi tersebut membuat Yoshino memiliki cara tersendiri untuk menjalankan perannya di sisi pertahanan Persija.

Ingin Beri Warna dalam Permainan Persija

Bagi Yoshino, bermain sebagai bek sayap bukan hanya tentang menjaga area pertahanan.

Ia juga ingin tetap memberikan kontribusi ketika Persija membangun serangan. Salah satu caranya adalah memanfaatkan kemampuan mengirimkan operan jarak jauh.

Umpan tersebut dapat digunakan untuk membuka ruang sekaligus mengubah arah serangan ketika situasi memungkinkan.

“Sembari menjaga ritme permainan, saya ingin memberikan variasi melalui operan jarak jauh yang dapat menjadi titik awal serangan sekaligus menciptakan alur permainan yang dinamis,” ucap Yoshi.

Pernyataan tersebut menggambarkan keinginannya untuk tetap aktif dalam permainan meskipun posisi yang dimainkan berada lebih melebar di lini belakang.

Dengan begitu, kontribusinya tidak hanya diukur dari kemampuan bertahan, tetapi juga bagaimana ia membantu Persija membangun serangan dari area belakang.

Fleksibilitas Jadi Nilai Tambah untuk Persija

Keputusan menempatkan Yoshino di posisi berbeda menunjukkan adanya kebutuhan taktik yang harus dijalankan Persija.

Dalam kompetisi panjang seperti BRI Super League, fleksibilitas pemain dapat menjadi keuntungan tersendiri. Situasi pertandingan, kebutuhan formasi, maupun kondisi skuad dapat membuat pelatih membutuhkan pemain yang mampu menjalankan lebih dari satu peran.

Yoshino sejauh ini telah menunjukkan kesiapan untuk menerima tugas tersebut.

Ia bahkan menegaskan tekadnya untuk membantu tim dari posisi mana pun yang diberikan.

“Saya memiliki tekad kuat untuk menjalankan peran saya di posisi mana pun demi membantu tim meraih kemenangan dan terus berkembang,” kata Yoshi.

Pernyataan itu memperlihatkan bahwa ia tidak melihat posisi baru sebagai hambatan, melainkan bagian dari proses untuk terus berkembang bersama Persija.

Peran Baru Yoshino Bisa Jadi Opsi Penting

Tiga pertandingan awal BRI Super League 2026/2027 memberikan gambaran menarik mengenai fleksibilitas Kyohei Yoshino.

Ia bermain sebagai bek sayap kiri ketika menghadapi Borneo FC Samarinda, kemudian bergeser ke sisi kanan saat melawan Persib Bandung dan Java United FC.

Perubahan tersebut menjadi pengalaman baru dalam kariernya. Pada saat yang sama, Persija mendapatkan pemain yang bersedia beradaptasi dengan kebutuhan permainan.

Masih terlalu dini untuk menyimpulkan bagaimana peran tersebut akan berkembang sepanjang musim. Namun, kemampuan Yoshino menjalankan instruksi di posisi baru memberikan opsi tambahan bagi Persija Jakarta.

Dengan pengalaman di kompetisi Jepang dan Korea Selatan, ditambah kemampuannya membaca permainan serta memberikan umpan jarak jauh, Yoshino berpeluang terus mengembangkan peran tersebut.

BRI Super League 2026/2027 masih panjang. Karena itu, menarik untuk melihat bagaimana Shin Tae-yong akan memanfaatkan fleksibilitas Yoshino dalam pertandingan-pertandingan Persija berikutnya.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE