Persik Kediri semakin serius memberikan ruang bagi pemain muda untuk berkembang pada kompetisi BRI Super League 2026/2027. Kehadiran sepuluh pemain muda baru membuat persaingan di dalam skuad Macan Putih semakin menarik, terutama bagi mereka yang ingin mendapatkan tempat di starting XI.
Salah satu pemain yang siap bersaing adalah Muhammad Dzaky Asraf. Mantan winger kanan PSM Makassar tersebut mulai kembali mendapatkan kesempatan bermain setelah sempat mengalami cedera hamstring yang membuatnya absen dari pertandingan melawan Arema FC.
Perjalanan Dzaky untuk menjadi pilihan utama tentu tidak mudah. Sejumlah pemain lain juga siap bersaing di sektor sayap kanan, termasuk Ernesto Gomez, Fransiskus Alesandro, Althaf Indie, hingga Eduardo Barbosa.
Di tengah persaingan tersebut, Dzaky justru melihat situasi ini sebagai kesempatan untuk meningkatkan kualitas permainan dan berkembang bersama Persik Kediri.
Persaingan Pemain Muda Persik Kediri Semakin Ketat
Persik Kediri memiliki sepuluh pemain muda baru untuk mengarungi BRI Super League 2026/2027. Salah satu nama yang menarik perhatian adalah Eduardo Barbosa, pemain asing berusia 23 tahun yang turut menambah pilihan bagi pelatih Marcos Reina.
Kehadiran banyak pemain muda membuat persaingan di setiap posisi semakin terbuka. Para pemain dituntut menunjukkan kemampuan terbaik dalam latihan maupun pertandingan agar bisa mendapatkan kepercayaan dari tim pelatih.
Hingga pekan keempat, terdapat tiga pemain muda yang sudah tampil secara reguler, yakni Daffa Salman, Althaf Indie, dan Zanadin Fariz.
Daffa Salman menjadi salah satu pilihan di sektor bek tengah. Meski berstatus pemain lokal, ia mendapatkan kesempatan bermain secara bergantian dengan bek asing Marcelo Djalo dan Park Jun-heong.
Sementara itu, Althaf Indie dan Zanadin Fariz menjadi pilihan utama Marcos Reina di lini tengah. Keduanya menunjukkan bahwa pemain muda memiliki kesempatan untuk mengambil peran penting dalam permainan Persik.
Situasi tersebut juga membuka peluang bagi pemain lain untuk mengikuti jejak mereka. Salah satunya adalah Dzaky Asraf yang kini berusaha kembali masuk dalam persaingan setelah melewati masa pemulihan cedera.
Dzaky Asraf Mulai Kembali Mendapatkan Kesempatan
Perjalanan Dzaky Asraf pada awal musim ini belum sepenuhnya berjalan mulus. Mantan pemain PSM Makassar tersebut sempat dua kali berada di bangku cadangan ketika Persik menghadapi Dewa United dan Garudayaksa FC.
Namanya kemudian tidak masuk dalam pertandingan tandang melawan Arema FC karena mengalami cedera hamstring.
Setelah melewati periode tersebut, Dzaky akhirnya kembali mendapatkan kesempatan bermain ketika Persik menghadapi Madura United pada pekan sebelumnya.
Kesempatan itu menjadi momentum penting bagi pemain kelahiran Polewali Mandar, Sulawesi Selatan, tersebut untuk kembali menunjukkan kemampuannya di lapangan.
Meski baru sekali tampil hingga pertandingan tersebut, Dzaky masih memiliki peluang untuk meningkatkan kontribusi bersama Macan Putih. Konsistensi dalam latihan dan kesiapan fisik akan menjadi bagian penting dalam upayanya mendapatkan menit bermain lebih banyak.
Namun, persaingan di sektor sayap kanan menjadi tantangan tersendiri. Posisi tersebut tidak hanya diisi oleh pemain dengan karakter winger murni, tetapi juga pemain yang dapat bergerak ke sisi kanan sesuai kebutuhan permainan.
Ernesto Gomez hingga Eduardo Barbosa Jadi Pesaing
Untuk mendapatkan tempat utama di sektor sayap kanan, Dzaky harus bersaing dengan beberapa nama yang memiliki karakter permainan berbeda.
Ernesto Gomez menjadi salah satu pemain yang bisa dijadikan tolok ukur bagi Dzaky dalam mengembangkan kemampuannya. Pemain asal Spanyol tersebut dikenal sebagai sosok sayap yang energik dan memiliki pengalaman bermain yang bisa menjadi bahan pembelajaran bagi pemain muda.
Selain Gomez, ada Fransiskus Alesandro dan Althaf Indie yang turut meramaikan persaingan di area tersebut. Eduardo Barbosa juga menjadi opsi tambahan karena dapat beroperasi di sisi kanan sesuai kebutuhan tim.
Kondisi ini membuat persaingan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga kecocokan pemain dengan strategi yang diterapkan Marcos Reina.
Beberapa hal yang dapat memengaruhi peluang Dzaky untuk mendapatkan tempat utama antara lain:
- Kondisi fisik: Pemulihan cedera hamstring menjadi bagian penting agar ia dapat kembali bermain secara optimal.
- Konsistensi latihan: Performa selama sesi latihan dapat membantu meningkatkan kepercayaan tim pelatih.
- Fleksibilitas posisi: Kemampuan menyesuaikan diri dengan kebutuhan taktik bisa menjadi nilai tambah.
- Kontribusi saat bermain: Kesempatan yang diberikan perlu dimanfaatkan untuk membantu permainan tim.
Dengan banyaknya pilihan pemain, Persik memiliki lebih banyak opsi dalam menentukan komposisi lini serang. Bagi Dzaky, situasi tersebut menjadi tantangan sekaligus kesempatan untuk membuktikan kualitasnya.
Dzaky Asraf Sebut Persaingan sebagai Atmosfer Positif
Dzaky Asraf tidak memandang banyaknya pemain muda di skuad Persik sebagai ancaman. Sebaliknya, ia menilai kondisi tersebut dapat menciptakan atmosfer yang sehat bagi perkembangan tim.
Dalam keterangannya pada Jumat (16/10/2026), Dzaky menyebut persaingan dapat mendorong setiap pemain untuk berlatih lebih keras dan memberikan kontribusi terbaik.
Menurutnya, langkah Persik merekrut banyak pemain muda juga menjadi kesempatan bagi mereka untuk terus berkembang.
Bagi Dzaky, situasi seperti ini bukan sesuatu yang asing. Ia mengaku sudah terbiasa menghadapi persaingan sejak masih memperkuat PSM Makassar.
Pengalaman tersebut menjadi bekal baginya untuk menghadapi tantangan baru bersama Persik Kediri. Ia memahami bahwa mendapatkan tempat di tim utama membutuhkan kerja keras dan konsistensi.
Dzaky juga menjelaskan bahwa visi dan misi Persik menjadi salah satu alasan dirinya bergabung dengan klub tersebut. Ia melihat potensi para pemain muda di dalam skuad dan berharap mereka dapat berkembang bersama hingga menjadi pemain yang lebih matang.
Belajar dari Pemain Berpengalaman demi Berkembang
Selain menghadapi persaingan, Dzaky Asraf juga berusaha memanfaatkan keberadaan pemain yang lebih berpengalaman untuk meningkatkan kualitas permainannya.
Salah satu sosok yang menjadi tempat belajar adalah Ernesto Gomez. Dzaky mengaku sering berdiskusi dengan pemain asal Spanyol tersebut untuk bertukar pandangan dan mengembangkan kemampuan, baik secara individu maupun sebagai bagian dari tim.
Bagi pemain muda, kesempatan belajar langsung dari rekan setim yang lebih berpengalaman dapat membantu memahami berbagai aspek permainan. Mulai dari pengambilan keputusan, pergerakan tanpa bola, hingga cara menyesuaikan diri dengan kebutuhan taktik.
Pendekatan tersebut sejalan dengan keinginan Dzaky untuk berkembang bersama Persik. Ia tidak hanya ingin mendapatkan kesempatan bermain, tetapi juga meningkatkan kualitasnya agar bisa memberikan kontribusi lebih besar bagi Macan Putih.
Persaingan di skuad Persik Kediri pada BRI Super League 2026/2027 pun menjadi ujian penting bagi para pemain muda. Dengan banyaknya pilihan di berbagai posisi, setiap pemain memiliki tantangan untuk menunjukkan kemampuan terbaiknya.
Bagi Dzaky Asraf, kesempatan kembali bermain setelah cedera menjadi langkah awal untuk membangun momentum. Jika mampu menjaga kondisi fisik, bekerja keras, dan memanfaatkan setiap peluang, ia berpeluang memperkuat posisinya dalam persaingan skuad Persik sepanjang musim ini.
BACA JUGA :












