1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Persela Tumbang dari PSS, Bima Sakti Soroti Penyelesaian Akhir di Pegadaian Championship

Kekalahan tipis 0-1 dari PSS Sleman menjadi pukulan bagi Persela Lamongan dalam lanjutan Pegadaian Championship 2025/2026. Bermain di hadapan publik sendiri, Laskar Joko Tingkir gagal memanfaatkan banyak peluang yang tercipta sepanjang pertandingan. Pelatih Persela, Bima Sakti, pun tidak bisa menyembunyikan rasa kecewanya usai laga.

Bertanding di Stadion Surajaya, Lamongan, Minggu (1/3/2026) malam WIB, Persela harus mengakui keunggulan PSS Sleman lewat gol cepat Irvan Mofu pada menit ke-8. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam duel pekan ke-21 Grup Timur Pegadaian Championship.

Gol Cepat PSS dan Respons Persela

Pertandingan baru berjalan delapan menit ketika Irvan Mofu memanfaatkan celah di lini belakang Persela. Penyelesaian tenangnya membuat tim tamu unggul lebih dulu. Gol cepat itu mengubah ritme permainan dan memaksa Persela bermain lebih agresif.

Sepanjang babak pertama, Persela berusaha menekan pertahanan PSS. Sejumlah peluang tercipta melalui kombinasi serangan dari sisi sayap dan umpan-umpan terobosan ke kotak penalti. Namun, efektivitas menjadi persoalan utama. Bola kerap melenceng dari sasaran atau berhasil diamankan kiper lawan.

Memasuki babak kedua, Bima Sakti melakukan beberapa pergantian pemain untuk menambah daya gedor. Intensitas serangan meningkat, tetapi solidnya lini belakang PSS membuat upaya tuan rumah selalu kandas di sepertiga akhir lapangan.

“Saya mengucapkan selamat buat PSS, mereka mampu memaksimalkan poin di Lamongan. Kami sangat kecewa karena sudah berusaha di babak kedua melalui beberapa pergantian pemain,” ujar Bima Sakti seusai laga.

Ia menegaskan bahwa timnya sebenarnya memiliki cukup peluang, terutama di babak pertama. Namun, penyelesaian akhir yang kurang maksimal membuat Persela gagal menyamakan kedudukan.

Evaluasi Lini Depan Jadi Sorotan

Kekalahan dari PSS Sleman menegaskan satu persoalan klasik yang masih menghantui Persela musim ini: efektivitas lini depan. Dominasi penguasaan bola dan jumlah peluang tidak selalu berbanding lurus dengan gol yang tercipta.

Bima Sakti menilai para pemain sudah menunjukkan kerja keras dan semangat pantang menyerah. Namun, dalam sepak bola profesional, hasil akhir tetap ditentukan oleh kemampuan mengonversi peluang menjadi gol.

Penyerang Persela, Muhammad Sadewa, juga mengakui timnya kurang beruntung. Ia berharap kekalahan ini menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki performa di laga berikutnya.

“Pemain sudah kerja keras, tapi mungkin belum rezeki. Ke depan kami harus evaluasi lagi agar bisa lebih baik,” kata Sadewa.

Dalam kompetisi seketat Pegadaian Championship, detail kecil sering kali menjadi pembeda. Ketajaman di depan gawang dan konsentrasi di lini belakang menjadi dua aspek yang wajib diperbaiki jika Persela ingin kembali bersaing di papan atas.

Posisi Klasemen dan Tantangan Berat di Depan Mata

Hasil minor ini membuat Persela tertahan di peringkat keenam klasemen sementara Grup Timur Pegadaian Championship dengan koleksi 30 poin. Dari 21 pertandingan, Laskar Joko Tingkir mencatat delapan kemenangan, enam hasil imbang, dan tujuh kekalahan.

Situasi tersebut membuat jalan Persela menuju fase berikutnya semakin terjal. Dalam beberapa pekan ke depan, mereka masih harus menghadapi lawan-lawan tangguh seperti Persiba Balikpapan, Deltras FC, serta menjalani laga tandang berat ke markas Persipura Jayapura.

Bima Sakti menyadari bahwa setiap pertandingan sisa akan sangat menentukan. Ia meminta para pemain untuk segera bangkit dan tidak larut dalam kekecewaan.

“Kerja kita akan lebih berat lagi di pertandingan berikutnya. Pemain harus koreksi dan evaluasi agar bisa maksimal di laga home maupun away,” tegas mantan pelatih Timnas Indonesia U-17 tersebut.

Dengan tiga laga kandang tersisa, Persela memiliki peluang untuk mengamankan poin penuh jika mampu memperbaiki performa. Dukungan suporter di Stadion Surajaya juga diharapkan menjadi energi tambahan bagi tim.

Permohonan Maaf untuk LA Mania dan Curva Boys

Dalam kesempatan yang sama, Bima Sakti menyampaikan permohonan maaf kepada para pendukung setia Persela, termasuk LA Mania dan Curva Boys, yang tetap memberikan dukungan meski tim belum meraih hasil maksimal.

Menurutnya, kehadiran suporter selalu menjadi motivasi ekstra bagi pemain di lapangan. Ia berharap pada laga kandang berikutnya, atmosfer Stadion Surajaya kembali penuh oleh dukungan masyarakat Lamongan.

“Kami mohon maaf kepada masyarakat Lamongan dan suporter yang selalu mendukung. Semoga di laga home berikutnya bisa ada penonton dan kami bisa memberikan hasil lebih baik,” ujarnya.

Dukungan moral dari suporter diyakini menjadi faktor penting dalam upaya kebangkitan Persela. Semangat kolektif antara tim dan pendukung bisa menjadi modal berharga untuk menghadapi sisa kompetisi.

Kesimpulan: Momentum Bangkit Laskar Joko Tingkir

Kekalahan dari PSS Sleman di Pegadaian Championship menjadi pelajaran berharga bagi Persela Lamongan. Meski menciptakan banyak peluang, kurangnya efektivitas membuat tim asuhan Bima Sakti harus rela kehilangan poin di kandang sendiri.

Evaluasi di lini depan dan peningkatan konsentrasi menjadi pekerjaan rumah utama menjelang laga-laga krusial berikutnya. Posisi di klasemen memang belum ideal, tetapi peluang untuk bangkit masih terbuka lebar.

Kini, tantangan terbesar bagi Persela adalah menjaga mentalitas dan konsistensi permainan. Jika mampu memaksimalkan laga kandang serta mencuri poin di laga tandang, bukan tidak mungkin Laskar Joko Tingkir kembali ke jalur persaingan.

Pegadaian Championship 2025/2026 masih menyisakan drama panjang. Bagi Persela dan Bima Sakti, inilah saatnya menjadikan kekecewaan sebagai bahan bakar untuk bangkit dan membuktikan bahwa mereka pantas bersaing hingga akhir musim.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE