Persijap Jepara menjadi salah satu klub yang paling mencuri perhatian jelang bergulirnya Super League 2026/2027. Bukan karena agresif di bursa transfer, melainkan justru karena sikap mereka yang terkesan tenang. Hingga kini, Laskar Kalinyamat belum mengumumkan satu pun pemain baru, meski sudah melepas 15 pemain dari skuad musim lalu.
Situasi ini mulai memunculkan tanda tanya di kalangan suporter. Di saat sejumlah klub pesaing sibuk memperkenalkan wajah-wajah anyar untuk memperkuat tim, Persijap justru masih fokus melakukan perombakan skuad tanpa memberikan gambaran siapa saja yang akan mengisi kekosongan tersebut.
Dengan kompetisi yang semakin dekat, publik tentu menanti langkah berikutnya dari manajemen Persijap Jepara dalam membangun tim yang siap bersaing di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Persijap Jepara Resmi Berpisah dengan 15 Pemain
Perombakan besar dilakukan Persijap setelah berakhirnya musim 2025/2026. Total ada 15 pemain yang resmi meninggalkan klub, terdiri dari tujuh pemain asing dan delapan pemain lokal.
Jumlah tersebut menunjukkan bahwa Persijap tengah menjalani proses regenerasi dan evaluasi besar terhadap komposisi tim.
Daftar pemain asing yang dilepas Persijap
- Carlos Franca
- Aly Ndom
- Alexis Gomez
- Lucas Morelatto
- Iker Guarrotxena
- Sudi Abdallah
- Borja Herrera
Daftar pemain lokal yang dilepas
- Dicky Kurniawan
- Wahyudi Hamisi
- Akbar Arjunsyah
- Prince Kallon
- Firman Ramadhan
- Andi Ardiana
- Indra Arya
- Muhammad Ardiansyah
Keputusan melepas banyak pemain sekaligus tentu menjadi langkah berani. Namun hingga saat ini, belum ada satu pun nama pengganti yang diumumkan secara resmi oleh manajemen.
Carlos Franca Jadi Kehilangan Terbesar
Dari seluruh pemain yang hengkang, nama Carlos Franca menjadi kehilangan paling terasa bagi Persijap Jepara.
Winger asal Brasil tersebut tampil luar biasa sepanjang musim lalu dan menjadi motor utama serangan Laskar Kalinyamat.
Statistik Carlos Franca bersama Persijap musim 2025/2026:
- 30 pertandingan
- 2.678 menit bermain
- 10 gol
- 3 assist
Produktivitas tersebut menjadikannya salah satu pemain paling berpengaruh dalam perjalanan Persijap sepanjang musim.
Tak mengherankan apabila kepergiannya cukup mengejutkan para pendukung.
Franca memilih menerima tantangan baru dengan bergabung bersama Ararat Armenia, klub kasta tertinggi Liga Armenia.
Menariknya, klub barunya kini tengah tampil di babak kualifikasi Liga Champions 2026/2027 dan berhasil lolos ke putaran kedua setelah mengalahkan wakil Latvia, Riga, dengan agregat 4-3.
Keputusan tersebut menjadi lompatan besar dalam karier pemain asal Brasil tersebut sekaligus meninggalkan lubang besar di lini depan Persijap.
Sudi Abdallah dan Dicky Kurniawan Ikut Pergi
Tak hanya Carlos Franca, Persijap juga kehilangan penyerang andalannya, Sudi Abdallah.
Striker Timnas Burundi itu menjadi pencetak gol terbanyak kedua klub sepanjang musim lalu.
Catatan statistiknya cukup impresif:
- 29 pertandingan
- 5 gol
- 1 assist
Meski kontribusinya tidak sebesar Franca, kehadiran Abdallah tetap menjadi bagian penting dalam variasi serangan Persijap.
Sementara itu, sektor sayap juga kehilangan pemain kreatif setelah Dicky Kurniawan memutuskan kembali ke Persebaya Surabaya.
Pemain berusia 24 tahun tersebut tampil konsisten sepanjang musim.
Statistik Dicky Kurniawan:
- 21 pertandingan
- 2 gol
- 6 assist
Enam assist yang dibukukannya menjadikan Dicky sebagai pemberi umpan terbanyak Persijap musim lalu.
Kepergiannya tentu akan memengaruhi kreativitas permainan tim apabila belum ada pengganti yang sepadan.
Wahyudi Hamisi Tinggalkan Ban Kapten
Salah satu nama yang juga cukup mengejutkan adalah Wahyudi Hamisi.
Mantan kapten Persijap itu memilih melanjutkan karier bersama Persita Tangerang.
Sebagai pemain senior, Hamisi bukan hanya berperan di atas lapangan, tetapi juga menjadi sosok pemimpin di ruang ganti.
Kepergiannya membuat Persijap harus mencari figur baru yang mampu menjadi panutan bagi skuad musim depan.
Pengalaman dan kepemimpinannya jelas bukan sesuatu yang mudah digantikan dalam waktu singkat.
Belum Ada Rekrutan Baru, Suporter Mulai Bertanya
Yang membuat situasi Persijap semakin menarik adalah belum adanya pengumuman pemain baru.
Hingga saat ini, Laskar Kalinyamat masih menjadi salah satu klub yang paling pasif di bursa transfer.
Kondisi tersebut memunculkan berbagai spekulasi.
Beberapa kemungkinan yang berkembang antara lain:
- Manajemen masih melakukan seleksi pemain.
- Negosiasi dengan calon rekrutan belum selesai.
- Klub menunggu waktu yang tepat untuk mengumumkan pemain baru.
- Persijap sedang menyusun strategi transfer secara lebih matang.
Apa pun alasannya, waktu persiapan menuju Super League 2026/2027 terus berjalan.
Semakin lama pengumuman pemain baru tertunda, semakin sedikit waktu yang dimiliki pelatih untuk membangun chemistry tim.
Tantangan Besar Menjelang Super League 2026/2027
Musim depan dipastikan menjadi tantangan berat bagi Persijap Jepara.
Selain menghadapi kompetisi yang semakin ketat, mereka juga harus membangun kembali fondasi tim setelah kehilangan banyak pemain penting.
Beberapa pekerjaan rumah yang perlu segera diselesaikan antara lain:
- Mengisi posisi pemain asing yang hengkang.
- Menambah kreativitas lini tengah.
- Mencari pengganti produktivitas Carlos Franca.
- Menentukan pemimpin baru di dalam skuad.
- Mempercepat adaptasi pemain baru sebelum kompetisi dimulai.
Apabila proses tersebut berjalan lancar, Persijap masih memiliki peluang membangun tim yang kompetitif.
Namun apabila perekrutan terlalu terlambat, risiko kehilangan momentum pramusim tentu akan semakin besar.
Persijap Perlu Bergerak Cepat
Hingga saat ini, Persijap Jepara memang belum menunjukkan aktivitas besar di bursa transfer. Fokus klub masih tertuju pada proses evaluasi setelah melepas total 15 pemain, termasuk sejumlah pilar utama yang memiliki kontribusi besar sepanjang musim lalu.
Kepergian Carlos Franca, Sudi Abdallah, Dicky Kurniawan, hingga Wahyudi Hamisi membuat Persijap kehilangan produktivitas, kreativitas, sekaligus pengalaman di berbagai lini. Di sisi lain, belum adanya rekrutan baru mulai memunculkan kekhawatiran dari para pendukung.
Meski demikian, bursa transfer masih terbuka dan peluang memperkuat skuad tetap tersedia. Kini, publik Jepara menantikan langkah konkret manajemen untuk menghadirkan pemain-pemain berkualitas agar Laskar Kalinyamat mampu tampil kompetitif dan memberikan kejutan saat Super League 2026/2027 resmi bergulir.
BACA JUGA :












