Persik Kediri mulai memasuki fase penting dalam persiapannya menghadapi lanjutan BRI Super League 2026/2027. Setelah jeda FIFA Matchday yang dikemas dengan tajuk FIFA ASEAN Cup 2026 di Indonesia, Macan Putih bersiap kembali bertarung dengan menjamu Madura United.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Brawijaya, Kota Kediri, pada Jumat, 9 Oktober 2026. Bagi Persik, laga ini bukan sekadar kesempatan untuk menambah poin.
Ada misi lain yang ingin diwujudkan, yakni mengembalikan Stadion Brawijaya sebagai benteng yang sulit ditaklukkan tim tamu.
Tantangannya tidak mudah. Madura United saat ini berada di peringkat kedua klasemen sementara dengan koleksi sembilan poin. Sementara Persik masih menempati posisi ke-11 dengan empat angka.
Persik Kediri Ingin Pulihkan Keangkeran Brawijaya
Stadion Brawijaya sempat kehilangan kesan sebagai kandang yang sulit ditaklukkan setelah Persik menerima kekalahan dari Dewa United pada pertandingan perdana musim ini.
Dalam pertandingan tersebut, Macan Putih harus menyerah dengan skor 0-1.
Hasil tersebut tentu menjadi catatan yang ingin diperbaiki oleh Persik. Terlebih, tim asuhan Marcos Reina memiliki ambisi untuk tampil lebih kompetitif sepanjang musim 2026/2027.
Persik kemudian menunjukkan respons positif saat bermain di luar kandang. Bayu Otto dan rekan-rekannya berhasil menundukkan Garudayaksa FC dengan skor 2-0.
Setelah itu, Persik kembali meraih hasil positif dengan bermain imbang 1-1 ketika menghadapi Arema FC.
Dua pertandingan tersebut menjadi modal penting bagi Persik sebelum kembali bermain di hadapan pendukung sendiri.
Madura United Jadi Ujian Berikutnya
Lawan yang dihadapi Persik kali ini bukan tim sembarangan. Madura United sedang berada di posisi kedua klasemen sementara dengan sembilan poin.
Catatan tersebut membuat pertandingan di Stadion Brawijaya menjadi ujian berat bagi Macan Putih.
Persik sendiri baru mengumpulkan empat poin dan berada di posisi ke-11. Tambahan poin sangat dibutuhkan untuk memperbaiki posisi sekaligus menjaga jarak dengan tim-tim lain dalam persaingan kompetisi.
Karena itu, laga melawan Madura United memiliki arti penting bagi perjalanan Persik musim ini.
Beberapa hal menjadi fokus Persik menjelang pertandingan tersebut:
- Memanfaatkan status sebagai tuan rumah.
- Memperbaiki catatan setelah kalah dari Dewa United di Brawijaya.
- Menjaga momentum setelah meraih hasil positif di laga tandang.
- Menghadapi Madura United dengan game plan yang matang.
- Mendapatkan dukungan maksimal dari Persikmania.
Marcos Reina Ingin Brawijaya Jadi Benteng
Pelatih Persik Kediri, Marcos Reina, memiliki keinginan jelas mengenai karakter timnya ketika bermain di Stadion Brawijaya.
Pelatih asal Spanyol tersebut ingin menjadikan markas Persik sebagai benteng yang sulit ditembus lawan. Ia berharap setiap tim yang datang ke Kediri akan menghadapi pertandingan yang tidak mudah.
“Kami ingin menjadikan Brawijaya seperti benteng. Tempat keramat yang sulit untuk ditaklukkan tim tamu. Sehingga tidak ada tim yang ingin bermain melawan kami di kandang,” kata Marcos Reina.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa aspek kandang menjadi perhatian penting dalam rencana Persik.
Bagi Marcos Reina, kekuatan sebuah tim tidak hanya ditentukan oleh kualitas pemain. Atmosfer pertandingan dan dukungan suporter juga dapat memberikan pengaruh terhadap energi yang dimiliki para pemain di lapangan.
Persikmania Diharapkan Jadi Tambahan Energi
Dukungan suporter menjadi salah satu hal yang diharapkan Marcos Reina saat Persik menghadapi Madura United.
Ia ingin Stadion Brawijaya dipenuhi Persikmania. Kehadiran suporter diyakini dapat memberikan tambahan energi bagi Bayu Otto dan kolega.
“Kami ingin stadion penuh. Kehadiran Persikmania membuat kami bertanding dengan 12 pemain. Kami akan bermain dengan level performa yang lebih baik. Jika ini dilakukan bersama suporter, kami akan menjadi tim yang sulit untuk ditaklukkan di Brawijaya,” ucapnya.
Harapan tersebut menjadi bagian dari persiapan Persik menjelang pertandingan.
Atmosfer dari tribune diharapkan bisa memberikan dukungan sepanjang pertandingan. Apalagi Persik menghadapi tim yang saat ini berada di papan atas klasemen.
Persik Mulai Fokus pada Aspek Taktikal
Persiapan Persik menghadapi Madura United tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik pemain.
Setelah sebelumnya meningkatkan kualitas fisik, tim pelatih kini mulai memberikan perhatian lebih besar terhadap aspek taktikal.
Perubahan fokus latihan tersebut dilakukan seiring semakin dekatnya pertandingan.
Marcos Reina menyebut timnya kini mulai mematangkan game plan yang akan digunakan untuk menghadapi permainan Madura United.
“Pekan sebelumnya kami meningkatkan kualitas fisik pemain. Sekarang masuk fase taktis. Kami sedang mematangkan game plan agar mampu meladeni permainan Madura United,” ungkapnya.
Tahapan ini menjadi penting karena Persik perlu mempersiapkan pendekatan permainan yang sesuai dengan karakter lawan.
Dengan waktu persiapan yang semakin terbatas, setiap sesi latihan menjadi kesempatan untuk memperkuat koordinasi dan pemahaman pemain terhadap strategi yang disiapkan.
Momentum Penting untuk Macan Putih
Persik Kediri kini memiliki dua misi dalam pertandingan melawan Madura United. Selain mengejar tambahan poin, Macan Putih ingin membangun kembali kekuatan Stadion Brawijaya.
Hasil positif di kandang dapat memberikan dorongan bagi perjalanan Persik sepanjang musim. Apalagi sebelumnya mereka telah menunjukkan kemampuan mendapatkan hasil positif ketika bermain di luar kandang.
Kemenangan 2-0 atas Garudayaksa FC dan hasil imbang 1-1 melawan Arema FC menjadi modal sebelum pertandingan ini.
Namun, Persik tetap harus bekerja keras karena Madura United datang dengan posisi yang lebih tinggi di klasemen sementara.
Pertandingan pada 9 Oktober 2026 akhirnya akan menjadi ujian bagi persiapan Marcos Reina dan anak asuhnya. Strategi yang telah dimatangkan dalam latihan akan diuji langsung ketika kedua tim bertemu di Stadion Brawijaya.
Dengan dukungan Persikmania dan persiapan yang terus ditingkatkan, Persik berharap mampu menghadirkan kembali atmosfer kuat di kandangnya.
Bagi Macan Putih, inilah kesempatan untuk membuktikan bahwa Brawijaya masih bisa menjadi benteng penting dalam perjalanan mereka di BRI Super League 2026/2027.
BACA JUGA :












