Laga seru akan tersaji pada pekan ke-29 BRI Super League 2025/2026 saat Persis Solo menjamu Bhayangkara FC di Stadion Manahan, Solo, Rabu (22/4/2026) sore WIB. Pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, tetapi juga menjadi ajang pembuktian dua pelatih, Milomir Seslija dan Paul Munster, yang sama-sama membawa misi penting bagi timnya masing-masing.
Di satu sisi, Persis Solo sedang berada dalam situasi sulit dan membutuhkan kemenangan untuk keluar dari tekanan zona degradasi. Sementara itu, Bhayangkara FC datang dengan kepercayaan diri tinggi berkat performa impresif mereka di papan atas klasemen.
Persis Solo: Seslija Dituntut Bangkitkan Laskar Sambernyawa
Pelatih Persis Solo, Milomir Seslija, menghadapi tantangan besar untuk mengangkat performa timnya. Hingga pekan ke-28, Laskar Sambernyawa masih terpuruk di peringkat 16 dengan 14 poin, sebuah posisi yang sangat mengkhawatirkan dalam persaingan BRI Super League musim ini.
Meski demikian, ada secercah harapan dari performa mereka di paruh kedua musim. Persis sempat mencatat delapan laga tanpa kekalahan, menunjukkan adanya peningkatan dari sisi organisasi permainan. Namun, momentum positif itu sempat terhenti setelah mereka kalah 0-2 dari Arema FC.
Kini, bermain di kandang sendiri di Stadion Manahan menjadi keuntungan besar bagi Persis. Dukungan suporter diharapkan bisa menjadi energi tambahan untuk bangkit dari situasi sulit.
Namun, satu masalah besar masih menghantui tim asuhan Seslija, yaitu rapuhnya lini pertahanan. Hingga saat ini, Persis sudah kebobolan 48 gol dari 28 pertandingan, menjadikan mereka salah satu tim dengan pertahanan terburuk di liga.
Menghadapi Bhayangkara FC yang memiliki lini serang cepat dan agresif, Persis wajib bermain lebih disiplin, terutama dalam mengantisipasi serangan balik lawan yang sangat berbahaya.
Bhayangkara FC: Munster Diminta Tetap Waspada Meski Tajam
Di kubu seberang, Paul Munster membawa Bhayangkara FC dalam performa yang jauh lebih stabil. The Guardian saat ini menempati peringkat 4 dengan koleksi 47 poin, menjadikan mereka salah satu kandidat kuat untuk bersaing di papan atas.
Namun, Munster tidak boleh lengah. Bhayangkara FC memiliki catatan kurang konsisten saat menghadapi tim-tim papan bawah. Setelah sempat mencatat enam kemenangan beruntun, mereka justru tumbang 1-2 dari Persijaj Jepara. Sebelumnya, mereka juga pernah kalah telak 1-4 dari PSBS Biak, tim yang berada di dasar klasemen.
Kondisi ini menjadi peringatan bahwa Bhayangkara FC masih bisa tergelincir jika tidak fokus penuh.
Meski begitu, perubahan besar yang dilakukan Munster pada bursa transfer paruh musim terbukti sangat efektif. Kehadiran pemain baru memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas tim.
Trio Baru Jadi Mesin Gol Bhayangkara FC
Performa Bhayangkara FC di putaran kedua meningkat drastis. Jika di awal musim mereka hanya mencetak 14 gol dari 17 pertandingan, kini mereka sudah membukukan 24 gol dari 11 laga.
Kontribusi terbesar datang dari tiga pemain baru:
- Moussa Sidibe: 10 gol + 6 assist
- Henri Doumbia: 4 gol + 3 assist
- Privat Mbarga: 4 gol + 2 assist
Artinya, trio ini menyumbang 18 dari 24 gol Bhayangkara FC, menunjukkan betapa besar pengaruh rekrutan baru dalam sistem permainan Munster.
Laga Penentu Nasib Dua Pelatih
Pertandingan ini tidak hanya soal tiga poin, tetapi juga soal tekanan dan pembuktian bagi dua pelatih.
- Seslija harus membuktikan bahwa Persis masih bisa bangkit dari zona merah.
- Munster harus menjaga konsistensi agar Bhayangkara tetap bersaing di papan atas.
Dengan kondisi yang sangat kontras, duel di Stadion Manahan dipastikan berlangsung ketat, penuh tensi, dan sarat gengsi.
BACA JUGA :












