1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: PSIM Kembali Menang, Jean-Paul van Gastel Kritik Penyelesaian Akhir Tim

PSIM Yogyakarta akhirnya kembali merasakan manisnya kemenangan setelah menaklukkan Malut United dalam lanjutan pekan ke-32 BRI Super League 2025/2026. Bermain di Stadion Sultan Agung, Bantul, Minggu (10/5/2026) malam WIB, Laskar Mataram sukses menang dengan skor meyakinkan 2-0.

Kemenangan ini menjadi angin segar bagi PSIM setelah sebelumnya terjebak dalam tren negatif tanpa kemenangan selama delapan pertandingan berturut-turut. Pelatih Jean-Paul van Gastel pun mengaku puas dengan respons yang ditunjukkan anak asuhnya, meski masih memberi catatan khusus terkait efektivitas penyelesaian akhir.

PSIM Tampil Percaya Diri Sejak Awal Pertandingan

Bermain di depan pendukung sendiri, PSIM tampil agresif sejak menit awal. Tim berjuluk Laskar Mataram itu mampu mengontrol jalannya laga dan mendominasi penguasaan bola, terutama pada babak pertama.

Gol pembuka akhirnya lahir menjelang turun minum lewat titik penalti yang dieksekusi dengan tenang oleh Ze Valente pada menit ke-45+13’. Keunggulan tersebut membuat PSIM semakin percaya diri dalam mengembangkan permainan.

Pada babak kedua, tekanan terus dilancarkan oleh skuad asuhan Jean-Paul van Gastel. Meski sempat kesulitan menembus pertahanan Malut United, PSIM akhirnya memastikan kemenangan melalui gol Andi Irfan pada masa injury time.

Hasil akhir 2-0 sekaligus mengakhiri penantian panjang PSIM untuk kembali meraih tiga poin di kompetisi liga musim ini.

Jean-Paul van Gastel Puas, Tapi Finishing Masih Jadi Masalah

Meski senang dengan kemenangan yang diraih timnya, Jean-Paul van Gastel tetap menyoroti satu kelemahan utama PSIM, yakni penyelesaian akhir.

Pelatih asal Belanda tersebut menilai para pemain sebenarnya sudah mampu menjalankan taktik sesuai rencana, terutama dalam membangun serangan dan menguasai permainan. Namun, keputusan di area sepertiga akhir lapangan dinilai masih kurang maksimal.

“Di babak pertama kami bermain sangat baik. Cara bermain yang kami inginkan berjalan sesuai rencana,” ujar Van Gastel seusai pertandingan.

“Namun kami masih mengalami masalah di area akhir, terutama dari sisi kiri. Ada beberapa keputusan yang kurang tepat, tetapi saya rasa kami memang pantas memenangkan pertandingan ini,” lanjutnya.

Komentar tersebut menunjukkan bahwa Van Gastel masih ingin melihat PSIM tampil lebih tajam dan efektif dalam memanfaatkan peluang.

Situasi Lebih Mudah Setelah Malut United Bermain dengan 10 Orang

Pertandingan berubah semakin menguntungkan bagi PSIM ketika Malut United harus bermain dengan 10 pemain. Keunggulan jumlah pemain membuat Laskar Mataram lebih leluasa mengontrol tempo permainan.

Meski begitu, Van Gastel merasa timnya seharusnya bisa menciptakan lebih banyak peluang bersih dalam situasi tersebut.

“Kami sebenarnya tidak terlalu mengalami kesulitan, terutama setelah mereka bermain dengan sepuluh orang,” jelas pelatih berusia 54 tahun itu.

“Pertandingan menjadi lebih mudah, tetapi kami masih belum menciptakan banyak peluang yang benar-benar berbahaya,” tambahnya.

Evaluasi tersebut menjadi sinyal bahwa PSIM masih perlu meningkatkan kreativitas dan ketajaman lini depan jika ingin tampil lebih konsisten pada musim berikutnya.

Kemenangan yang Sudah Lama Dinantikan PSIM

Bagi Jean-Paul van Gastel, kemenangan atas Malut United terasa sangat spesial karena ia merasa para pemain sudah bekerja keras dalam beberapa pertandingan terakhir meski hasilnya belum memuaskan.

Menurutnya, performa PSIM sebenarnya tidak terlalu buruk dalam sejumlah laga sebelumnya. Hanya saja, keberuntungan dan efektivitas belum berpihak kepada tim asal Yogyakarta tersebut.

“Saya senang untuk tim ini karena mereka akhirnya kembali menang,” kata Van Gastel.

“Saya pikir para pemain memang pantas mendapatkan kemenangan ini sejak beberapa pertandingan yang lalu,” sambungnya.

Tambahan tiga poin membuat PSIM tetap bertahan di posisi ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 42 poin. Sementara itu, Malut United harus turun ke peringkat keenam setelah tertahan di angka 52 poin.

Andi Irfan Cetak Gol Perdana Bersama Laskar Mataram

Selain kemenangan PSIM, sorotan lain dalam pertandingan ini tertuju kepada Andi Irfan. Winger berusia 24 tahun tersebut akhirnya berhasil mencetak gol pertamanya bersama Laskar Mataram.

Gol di masa injury time bukan hanya memastikan kemenangan PSIM, tetapi juga menjadi momen emosional bagi sang pemain yang selama ini terus bekerja keras untuk mendapatkan kepercayaan.

Andi Irfan pun mengaku bersyukur bisa membantu tim meraih kemenangan penting.

“Alhamdulillah kami mendapatkan tiga poin di pertandingan ini. Ini kemenangan yang sudah lama kami tunggu,” ujar Andi Irfan.

“Semoga ke depannya kami bisa tampil lebih baik lagi di pertandingan selanjutnya,” tambahnya.

Gol perdana tersebut diharapkan menjadi awal kebangkitan Andi Irfan bersama PSIM Yogyakarta.

PSIM Mulai Menatap Akhir Musim dengan Optimisme

Kemenangan atas Malut United memberikan suntikan moral besar bagi PSIM menjelang akhir musim BRI Super League 2025/2026.

Setelah melewati periode sulit tanpa kemenangan, Laskar Mataram kini mulai menemukan kembali kepercayaan diri mereka. Kehadiran Jean-Paul van Gastel juga perlahan menunjukkan dampak positif terhadap permainan tim.

Meski masih ada beberapa aspek yang perlu diperbaiki, terutama soal finishing dan efektivitas serangan, kemenangan ini bisa menjadi momentum penting bagi PSIM untuk menutup musim dengan hasil yang lebih baik.

Dukungan suporter yang terus memenuhi Stadion Sultan Agung juga menjadi energi tambahan bagi tim kebanggaan Yogyakarta tersebut untuk terus berkembang di level tertinggi sepak bola Indonesia.

BACA JUGA :

CLOSE