1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : PSIM Sudah Aman dari Degradasi, Tapi Pelatihnya Justru Lontarkan Pernyataan Mengejutkan

Kemenangan penting membuat PSIM Yogyakarta akhirnya bisa bernapas lega di BRI Super League 2025/2026. Namun di balik rasa lega itu, pelatih mereka, Jean-Paul van Gastel, justru memberikan pesan tegas: musim belum boleh dianggap selesai, dan tim harus tetap “lapar” untuk lebih baik.

PSIM baru saja mengamankan kemenangan krusial 2-0 atas Malut United pada pekan ke-32 di Stadion Sultan Agung, Bantul (10/5/2026). Hasil ini sekaligus mengakhiri puasa kemenangan mereka dalam delapan laga terakhir.

Dengan tambahan tiga poin tersebut, Laskar Mataram kini berada di posisi ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 42 poin. Sebagai tim promosi, pencapaian ini sudah cukup untuk memastikan PSIM aman dari ancaman degradasi.

PSIM Resmi Bertahan, Tapi Masalah Belum Selesai

Meski status bertahan sudah diamankan, Van Gastel menilai masih banyak hal yang perlu dibenahi. Salah satu yang paling menjadi sorotan adalah efektivitas penyelesaian akhir di lini serang.

Menurut pelatih asal Belanda itu, masalah di sepertiga akhir lapangan menjadi kendala utama PSIM sepanjang musim ini. Bahkan, ia menegaskan evaluasi besar akan dilakukan setelah kompetisi berakhir.

Van Gastel menyebut bahwa kualitas serangan PSIM sering tidak sebanding dengan jumlah peluang yang tercipta. Hal ini membuat tim kesulitan mengunci kemenangan di banyak pertandingan penting.

Beberapa catatan penting performa PSIM musim ini:

  1. Hanya 2 kemenangan dari 15 laga putaran kedua
  2. 6 hasil imbang yang kehilangan momentum
  3. 7 kekalahan yang menghambat posisi klasemen
  4. Kesulitan konsistensi di lini depan
  5. Minimnya efektivitas penyelesaian peluang

Kondisi ini membuat PSIM sempat turun performa di paruh kedua musim, meski akhirnya tetap berhasil keluar dari ancaman degradasi.

Sorotan Tajam pada Lini Serang PSIM

Van Gastel secara terbuka mengakui bahwa sektor “final third” menjadi masalah utama timnya. Dalam banyak pertandingan, PSIM gagal memaksimalkan peluang yang sebenarnya cukup menjanjikan.

Menurutnya, ini bukan masalah yang bisa diselesaikan dalam waktu singkat. Diperlukan evaluasi menyeluruh agar PSIM bisa lebih kompetitif musim depan.

Ia juga menilai bahwa tim sering kehilangan momentum karena kurang tajam dalam menuntaskan peluang. Situasi ini membuat PSIM kesulitan bersaing di papan tengah bahkan untuk menembus 10 besar.

Meski demikian, Van Gastel tidak hanya fokus pada kritik. Ia juga melihat adanya perkembangan positif dalam kerja keras para pemain.

Apresiasi untuk Perjuangan Skuad Laskar Mataram

Di tengah tekanan hasil yang naik turun, Van Gastel tetap memberikan apresiasi tinggi kepada para pemain PSIM. Ia menilai skuad Laskar Mataram menunjukkan dedikasi luar biasa sepanjang musim.

Menurutnya, meskipun hasil tidak selalu berpihak, para pemain tetap bekerja keras di setiap pertandingan dan menunjukkan semangat untuk berkembang.

Beberapa poin yang disorot pelatih PSIM:

  • Komitmen tinggi pemain dalam latihan dan pertandingan
  • Semangat untuk terus berkembang meski dalam tekanan
  • Kerja sama tim yang tetap terjaga
  • Mental tidak mudah menyerah di situasi sulit
  • Keinginan kuat untuk bangkit di setiap laga

Van Gastel menegaskan bahwa sikap seperti inilah yang membuatnya tetap bangga terhadap para pemain PSIM, meskipun perjalanan musim ini tidak selalu mulus.

Mental “Lapar Kemenangan” Jadi Target Utama

Meski sudah aman dari degradasi, Van Gastel menegaskan bahwa PSIM tidak boleh berhenti di titik ini. Ia ingin para pemain tetap memiliki mental “lapar kemenangan” di setiap pertandingan tersisa.

Menurutnya, target bertahan bukan alasan untuk menurunkan standar permainan. Justru, inilah momen untuk membangun fondasi lebih kuat menuju musim berikutnya.

Van Gastel menyebut bahwa tim harus terus mendorong diri mereka sendiri untuk tampil lebih baik, bahkan ketika tekanan klasemen sudah tidak terlalu besar.

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga motivasi hingga akhir musim, terutama dalam dua laga tersisa.

Fokus Hadapi Madura United dan Arema FC

PSIM Yogyakarta masih memiliki dua pertandingan penting sebelum musim benar-benar berakhir. Laskar Mataram akan menjamu Madura United pada 17 Mei 2026, sebelum bertandang ke markas Arema FC lima hari kemudian.

Meski tidak lagi terancam degradasi, kedua laga ini tetap penting untuk menjaga momentum dan membangun kepercayaan diri tim.

Van Gastel menegaskan bahwa evaluasi akan terus dilakukan, termasuk melihat siapa saja pemain yang siap menjadi bagian proyek PSIM musim depan.

Kesimpulan: PSIM Sudah Selamat, Tapi Perjalanan Belum Usai

Keberhasilan PSIM Yogyakarta bertahan di BRI Super League 2025/2026 memang patut diapresiasi, terutama sebagai tim promosi. Namun, pelatih Jean-Paul van Gastel menilai perjalanan ini masih jauh dari kata selesai.

Masalah efektivitas serangan, konsistensi performa, hingga mental bertanding masih menjadi pekerjaan rumah besar yang harus segera dibenahi.

Dengan semangat “selalu lapar untuk lebih”, PSIM kini bersiap menutup musim dengan cara terbaik, sekaligus membangun fondasi yang lebih kuat untuk musim berikutnya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE