PSIM Yogyakarta menghadapi ujian penting saat bertandang ke markas Bhayangkara FC pada pekan keenam BRI Super League 2026/2027. Laskar Mataram membidik kemenangan demi mengakhiri rentetan hasil buruk sekaligus keluar dari zona degradasi.
Pertandingan Bhayangkara FC vs PSIM dijadwalkan berlangsung di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Selasa (20/10/2026) pukul 19.00 WIB. Laga ini menjadi kesempatan bagi PSIM untuk memperbaiki posisi setelah menjalani lima pertandingan awal musim dengan hasil yang belum memuaskan.
Rombongan PSIM telah bertolak menuju Lampung pada Minggu (18/10/2026) siang. Dalam lawatan kali ini, tim asal Yogyakarta tersebut membawa 24 pemain untuk menghadapi Bhayangkara FC.
Namun, PSIM tidak datang dengan kekuatan penuh. Bek kiri asal Republik Ceko, Ondrej Rudzan, dipastikan absen karena harus mendampingi istri dan anaknya yang sedang menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain kehilangan Rudzan, PSIM juga memasuki babak baru setelah berpisah dengan pelatih Jean-Paul van Gastel. Kini, Laskar Mataram berada di bawah arahan caretaker Guntur Cahyo Utomo dengan harapan bisa segera menemukan kembali performa terbaik.
PSIM Yogyakarta Bawa 24 Pemain ke Lampung
Persiapan PSIM Yogyakarta untuk menghadapi Bhayangkara FC telah memasuki tahap akhir. Tim berangkat menuju Lampung dengan membawa 24 pemain yang disiapkan untuk pertandingan pekan keenam.
Media Officer PSIM, Irza Triamanda, menyampaikan bahwa rombongan tim sudah meninggalkan markas pada Minggu siang.
“Siang ini tim bertolak ke Lampung untuk menghadapi Bhayangkara pada Selasa. Laskar Mataram membawa 24 pemain dalam pertandingan kali ini,” ujar Irza, Minggu (18/10/2026).
Keberangkatan lebih awal memberikan kesempatan bagi tim untuk mempersiapkan diri sebelum pertandingan. PSIM membutuhkan persiapan matang karena akan menghadapi lawan yang belum terkalahkan dalam lima laga pertama musim ini.
Bagi Laskar Mataram, pertandingan tandang ini bukan sekadar kesempatan menambah poin. Hasil positif juga dibutuhkan untuk mengangkat kepercayaan diri pemain setelah melewati awal kompetisi yang sulit.
Dengan membawa 24 pemain, tim pelatih memiliki sejumlah opsi untuk menyusun komposisi terbaik. Kekompakan antarpemain dan kemampuan menjalankan strategi akan menjadi faktor penting dalam menghadapi tekanan dari tuan rumah.
Ondrej Rudzan Absen, PSIM Kehilangan Bek Kiri
Salah satu kabar dari daftar pemain PSIM yang berangkat ke Lampung adalah absennya Ondrej Rudzan.
Bek kiri asal Republik Ceko tersebut tidak bisa memperkuat Laskar Mataram karena harus mendampingi istri dan anaknya yang sedang sakit dan dirawat di rumah sakit.
Irza Triamanda turut menjelaskan alasan ketidakhadiran pemain tersebut sekaligus meminta dukungan doa untuk keluarga Rudzan.
“Untuk yang menanyakan Rudzan, dia absen karena istri dan anaknya masuk rumah sakit. Mohon doanya agar perjalanan lancar dan bisa pulang membawa poin penuh,” kata Irza.
Absennya Rudzan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan PSIM dalam menyusun strategi menghadapi Bhayangkara FC. Tim pelatih harus mempertimbangkan pilihan pemain yang tersedia untuk menjaga keseimbangan di lini belakang.
Meski demikian, PSIM masih membawa sejumlah pemain bertahan, seperti Jop van der Avert, Yusaku Yamadera, Franco Ramos, Rendra Teddy, Alwi Fadilah, Raka Cahyana, dan Rio Hardiawan.
Ketersediaan pemain tersebut memberikan pilihan bagi Guntur Cahyo Utomo untuk menyesuaikan komposisi tim sesuai kebutuhan pertandingan.
Era Baru PSIM Bersama Caretaker Guntur Cahyo Utomo
Pertandingan melawan Bhayangkara FC juga menjadi momen penting bagi PSIM setelah berakhirnya kerja sama dengan Jean-Paul van Gastel pada Sabtu (17/10/2026).
Untuk sementara, manajemen menunjuk Guntur Cahyo Utomo sebagai caretaker. Ia diharapkan mampu membantu tim melewati masa transisi sekaligus mengembalikan kepercayaan diri para pemain.
Guntur, yang pernah menjabat sebagai Direktur Akademi PSS Sleman, kini menghadapi tantangan untuk membawa PSIM keluar dari situasi sulit.
Waktu persiapan yang relatif singkat membuat proses penyesuaian menjadi pekerjaan penting. Tim harus tetap fokus pada pertandingan terdekat sembari beradaptasi dengan kepemimpinan pelatih sementara.
Beberapa aspek yang perlu diperhatikan PSIM dalam laga ini meliputi:
- Organisasi pertahanan: Mengurangi kesalahan yang berpotensi dimanfaatkan lawan.
- Efektivitas serangan: Memaksimalkan peluang untuk mencetak gol.
- Kekompakan tim: Menjaga koordinasi meski berada dalam masa transisi pelatih.
- Mental bertanding: Tetap tenang ketika menghadapi tekanan di kandang lawan.
Kemenangan di Lampung akan menjadi awal yang penting bagi Guntur dan skuad Laskar Mataram. Namun, tantangan yang dihadapi tidak ringan karena Bhayangkara FC menunjukkan konsistensi pada awal musim.
PSIM Terpuruk di Zona Degradasi
PSIM Yogyakarta saat ini berada di peringkat ke-16 klasemen sementara BRI Super League 2026/2027 dengan koleksi satu poin dari lima pertandingan.
Catatan tersebut berasal dari satu hasil imbang dan empat kekalahan. Situasi ini membuat PSIM membutuhkan hasil positif agar tidak semakin tertinggal dalam persaingan klasemen.
Dari sisi produktivitas, Laskar Mataram baru mencetak tiga gol. Masing-masing gol tersebut disumbangkan oleh Adrian Purzycki, Nermin Haljeta, dan Ze Valente.
Sementara itu, PSIM sudah kebobolan 10 gol sepanjang lima pertandingan awal. Catatan ini menunjukkan bahwa tim perlu meningkatkan efektivitas serangan sekaligus memperkuat pertahanan.
Pertandingan melawan Bhayangkara FC menjadi kesempatan untuk mulai memperbaiki kedua aspek tersebut. Tambahan tiga poin akan sangat berarti bagi PSIM dalam upaya meninggalkan zona degradasi.
Namun, hasil positif tidak bisa diraih hanya dengan mengandalkan motivasi. PSIM perlu tampil disiplin, meminimalkan kesalahan, dan memanfaatkan peluang yang tersedia.
Bhayangkara FC Jadi Ujian Berat Laskar Mataram
Bhayangkara FC bukan lawan yang mudah bagi PSIM. Tim tuan rumah belum terkalahkan dalam lima pertandingan awal musim ini, dengan catatan satu kemenangan dan empat hasil imbang.
Statistik tersebut memperlihatkan bahwa Bhayangkara mampu menjaga konsistensi untuk menghindari kekalahan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi PSIM yang sedang berusaha bangkit.
Bermain di Stadion Sumpah Pemuda, Laskar Mataram harus menemukan cara untuk meredam permainan tuan rumah sekaligus membangun serangan secara efektif.
Jika mampu menjaga organisasi permainan dan mengurangi kesalahan, PSIM memiliki peluang untuk memberikan perlawanan. Dukungan antarpemain juga akan menjadi faktor penting, terutama ketika pertandingan berjalan ketat.
Pertandingan ini berpotensi menjadi tolok ukur awal bagi PSIM di bawah arahan Guntur Cahyo Utomo. Hasilnya akan menentukan apakah Laskar Mataram mampu memanfaatkan pergantian pelatih sebagai momentum kebangkitan.
Daftar 24 Pemain PSIM Yogyakarta
Berikut daftar pemain PSIM yang dibawa untuk menghadapi Bhayangkara FC.
Kiper: Cahya Supriadi, Harlan Suardi, Khairul Fikri.
Belakang: Jop van der Avert, Yusaku Yamadera, Franco Ramos, Rendra Teddy, Alwi Fadilah, Raka Cahyana, Rio Hardiawan.
Tengah: Savio Sheva, Ze Valente, Adrian Purzycki, Diandra Diaz, Ghulam Fatkur, Ahmad Agung.
Depan: Muhammad Iqbal, Marvin Loria, Mauro Caballero, Ezequiel Vidal, Andi Irfan, Riyatno Abiyoso, Nermin Haljeta, Adrian Dalmau.
Dengan komposisi tersebut, PSIM diharapkan mampu memberikan perlawanan maksimal di Lampung. Misi utama Laskar Mataram jelas, yakni meraih poin untuk memperbaiki posisi di klasemen dan membangun kembali kepercayaan diri tim.
BACA JUGA :












