PSMS Medan harus mengubur mimpi melangkah ke semifinal Piala Presiden 2026 setelah kembali menelan kekalahan di fase grup. Meski hasil di atas lapangan belum berpihak kepada Ayam Kinantan, pelatih Eko Purdjianto justru melihat perkembangan yang menjanjikan dari performa timnya. Baginya, turnamen pramusim ini menjadi momentum penting untuk membangun fondasi kuat sebelum menghadapi Championship 2026/2027.
Kekalahan memang terasa pahit, tetapi PSMS pulang dengan membawa banyak pelajaran. Sejumlah pemain menunjukkan peningkatan performa, sementara rotasi yang diterapkan tim pelatih mulai memperlihatkan hasil positif. Hal tersebut menjadi modal berharga untuk menyongsong kompetisi resmi yang akan segera bergulir.
PSMS Medan Kembali Menelan Kekalahan
PSMS Medan harus mengakui keunggulan Persebaya Surabaya dengan skor tipis 0-1 pada laga kedua Grup B Piala Presiden 2026 yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo, Surabaya, Rabu (29/7/2026) malam.
Hasil tersebut memastikan langkah Ayam Kinantan terhenti di fase grup. Sebelumnya, PSMS juga gagal meraih poin setelah kalah 0-2 dari Port FC pada pertandingan pembuka.
Dua kekalahan beruntun membuat PSMS menjadi satu-satunya tim di Piala Presiden 2026 yang belum berhasil mengoleksi poin hingga memasuki laga terakhir grup.
Meski demikian, performa tim dinilai mengalami peningkatan dibanding pertandingan sebelumnya.
Eko Purdjianto Melihat Banyak Kemajuan
Di balik hasil yang kurang memuaskan, pelatih Eko Purdjianto tetap memberikan apresiasi tinggi kepada seluruh pemainnya.
Menurut pelatih berusia 48 tahun itu, anak asuhnya mampu menjalankan instruksi yang diberikan dengan lebih baik dibanding pertandingan sebelumnya.
Selain itu, rotasi pemain yang diterapkan juga memberikan dampak positif terhadap permainan PSMS Medan.
Eko mengungkapkan bahwa beberapa pemain yang tidak tampil saat menghadapi Port FC mampu menunjukkan performa yang cukup baik ketika dipercaya melawan Persebaya.
“Terbukti ada perlawanan dan ada beberapa pemain yang kemarin melawan Port FC tidak main, kami mainkan lawan Persebaya. Alhamdulillah ada progres permainan untuk pemantapan tim menjelang Championship nanti. Apresiasi yang besar buat pemain,” ujar Eko Purdjianto.
Pernyataan tersebut menjadi bukti bahwa tim pelatih lebih fokus melihat proses perkembangan dibanding sekadar hasil akhir.
Turnamen Pramusim Jadi Ajang Evaluasi
Bagi Eko Purdjianto, Piala Presiden 2026 bukan sekadar ajang berburu kemenangan.
Turnamen pramusim dimanfaatkan sebagai sarana mengevaluasi kemampuan seluruh pemain sebelum menghadapi Championship 2026/2027.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian tim pelatih antara lain:
- Meningkatkan kekompakan antarpemain.
- Menguji efektivitas berbagai skema permainan.
- Memberikan kesempatan tampil kepada seluruh pemain.
- Mengevaluasi kekurangan di setiap lini.
- Menentukan komposisi terbaik untuk kompetisi resmi.
Melalui dua pertandingan melawan lawan yang memiliki kualitas tinggi, PSMS mendapatkan gambaran mengenai aspek-aspek yang masih perlu dibenahi.
Evaluasi tersebut diharapkan menjadi bekal penting agar tim tampil lebih kompetitif saat kompetisi dimulai.
Menghadapi Lawan Kuat Memberikan Banyak Pelajaran
Menghadapi Port FC dan Persebaya Surabaya menjadi pengalaman berharga bagi skuad Ayam Kinantan.
Kedua lawan tersebut memiliki kualitas permainan yang mampu menguji kesiapan PSMS, baik dari sisi organisasi permainan, transisi bertahan maupun penyelesaian akhir.
Meski belum berhasil meraih hasil positif, para pemain dinilai mampu beradaptasi dengan intensitas pertandingan yang tinggi.
Situasi ini menjadi keuntungan tersendiri karena tim pelatih bisa mengetahui kelemahan yang harus segera diperbaiki sebelum memasuki Championship 2026/2027.
Rangga Muslim Apresiasi Semangat Juang Rekan-Rekannya
Optimisme juga datang dari gelandang berpengalaman PSMS, Rangga Muslim.
Ia menilai seluruh pemain telah menunjukkan semangat juang tinggi sepanjang pertandingan, khususnya pada babak kedua ketika tim berusaha mengejar ketertinggalan.
Menurut Rangga, PSMS sempat mampu keluar dari tekanan Persebaya dan menciptakan beberapa peluang berbahaya.
“Di babak kedua kami berusaha menyamakan kedudukan. Kami menciptakan beberapa peluang. Saya rasa pertandingan juga cukup menarik, kami mencoba keluar dari tekanan juga ya, kami berusaha sebaik mungkin, tapi hasil belum maksimal,” kata Rangga Muslim.
Meski gagal mencetak gol, permainan pada babak kedua memperlihatkan peningkatan yang cukup signifikan dibanding awal pertandingan.
Hal tersebut menjadi salah satu catatan positif yang dibawa tim pelatih.
Penyelesaian Akhir Masih Menjadi Pekerjaan Rumah
Salah satu aspek yang masih perlu dibenahi PSMS Medan adalah efektivitas di depan gawang.
Sepanjang dua pertandingan di Piala Presiden 2026, Ayam Kinantan mampu menciptakan beberapa peluang. Namun, kesempatan tersebut belum berhasil dikonversi menjadi gol.
Perbaikan pada sektor penyelesaian akhir diperkirakan akan menjadi fokus utama tim pelatih dalam beberapa pekan ke depan.
Selain itu, koordinasi antarlini juga diharapkan semakin solid agar peluang yang tercipta bisa dimanfaatkan dengan lebih maksimal.
Laga Kontra Persija Jadi Kesempatan Terakhir
PSMS Medan masih menyisakan satu pertandingan di Grup B, yakni menghadapi Persija Jakarta pada Sabtu (1/8/2026).
Meski hasil pertandingan tidak lagi menentukan nasib PSMS di turnamen ini, duel tersebut tetap memiliki arti penting.
Beberapa target yang bisa dikejar PSMS dalam laga terakhir antara lain:
- Menutup Piala Presiden 2026 dengan hasil positif.
- Meningkatkan kepercayaan diri pemain.
- Menguji strategi baru sebelum Championship.
- Memberikan kesempatan bermain kepada pemain yang belum banyak tampil.
- Menghambat langkah Persija yang masih memiliki peluang lolos ke semifinal.
Bagi Persija, pertandingan ini menjadi laga hidup mati untuk menjaga asa melaju ke babak empat besar.
Modal Positif Menyambut Championship 2026/2027
Walaupun gagal melangkah ke semifinal Piala Presiden 2026, PSMS Medan tetap membawa banyak pelajaran berharga dari turnamen pramusim ini.
Eko Purdjianto melihat adanya perkembangan permainan, peningkatan semangat juang, dan semakin baiknya pemahaman pemain terhadap strategi yang diterapkan.
Hasil memang belum sesuai harapan, tetapi proses yang dijalani Ayam Kinantan menunjukkan arah yang positif. Jika perkembangan tersebut terus berlanjut, PSMS berpeluang tampil lebih kompetitif saat Championship 2026/2027 resmi dimulai.
Kini, fokus utama tim adalah memanfaatkan laga terakhir melawan Persija Jakarta sebagai ajang penyempurnaan sebelum memasuki kompetisi yang sesungguhnya.
BACA JUGA :












