PSS Sleman mulai memasuki fase akhir persiapan menuju BRI Super League 2026/2027. Waktu kurang dari dua pekan dimanfaatkan Super Elang Jawa untuk meningkatkan kondisi fisik sekaligus mematangkan permainan sebelum menghadapi pertandingan perdana.
Ujian pertama PSS Sleman langsung cukup berat. Tim besutan Pieter Huistra dijadwalkan bertandang ke markas Bali United di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, Jumat (4/9/2026) pukul 19.00 WIB.
Dengan waktu persiapan yang semakin pendek, aspek kebugaran menjadi perhatian utama PSS. Huistra menyadari kondisi fisik pemain belum sepenuhnya mencapai level yang diharapkan untuk menjalani pertandingan selama 90 menit.
Kebugaran Jadi Fokus Utama PSS Sleman
Pieter Huistra menilai masih ada sejumlah aspek yang harus ditingkatkan sebelum PSS Sleman menjalani laga perdana BRI Super League 2026/2027.
Salah satu yang paling mendapat perhatian adalah kebugaran pemain. Menurut Huistra, kemampuan fisik skuad saat ini baru berada di kisaran 60 menit pertandingan.
Situasi tersebut membuat tim pelatih harus bekerja keras dalam waktu yang tersisa.
Targetnya bukan sekadar meningkatkan intensitas latihan, tetapi memastikan pemain mampu mempertahankan performa ketika pertandingan berlangsung penuh.
Huistra menyebut peningkatan kondisi fisik akan dilakukan secara bertahap.
“Selalu ada hal yang harus ditingkatkan. Pertama-tama adalah kebugaran. Kami masih punya waktu untuk bekerja keras di sektor kebugaran agar para pemain sanggup bermain selama 90 menit. Sejauh ini batas maksimum pemain baru sekitar 60 menit,” ujar Huistra.
PSS Tingkatkan Durasi Bermain Secara Bertahap
PSS Sleman tidak ingin memaksakan peningkatan fisik secara instan. Huistra memilih pendekatan bertahap dengan meningkatkan kemampuan pemain dari 60 menit menuju 70, 80, hingga akhirnya mampu bermain selama 90 menit.
Langkah tersebut menjadi penting karena pertandingan kompetitif memiliki tuntutan berbeda dibandingkan sesi latihan.
“Seiring berkembangnya permainan dan sesi latihan yang semakin panjang, kami mencoba meningkatkannya secara bertahap ke 70, 80, hingga 90 menit,” kata pelatih asal Belanda tersebut.
Pendekatan ini diharapkan membuat pemain memasuki musim baru dengan kondisi yang lebih siap.
Beberapa fokus PSS Sleman dalam waktu kurang dari dua pekan sebelum menghadapi Bali United meliputi:
- Meningkatkan kebugaran pemain.
- Menambah kemampuan bermain dalam durasi panjang.
- Mematangkan permainan melalui latihan.
- Memantau kondisi pemain yang masih cedera.
- Menyiapkan skuad untuk pertandingan 90 menit.
Tiga Uji Coba Jadi Bahan Evaluasi
Sebelum memasuki kompetisi, PSS Sleman telah menjalani tiga pertandingan uji coba pramusim.
Rangkaian laga tersebut menjadi kesempatan bagi Pieter Huistra untuk melihat perkembangan tim sekaligus mengukur kesiapan para pemain.
PSS membuka rangkaian uji coba dengan kemenangan tipis 1-0 atas Kendal Tornado FC. Setelah itu, Super Elang Jawa bermain imbang 1-1 menghadapi Persita Tangerang.
Hasil serupa kembali didapat ketika PSS berhadapan dengan PSM Makassar. Pertandingan tersebut juga berakhir dengan skor 1-1.
Dengan demikian, PSS belum terkalahkan dalam tiga uji coba pramusim.
Hasil pertandingan memang menjadi salah satu bahan evaluasi. Namun, Huistra juga dapat memanfaatkannya untuk melihat perkembangan fisik dan penerapan permainan anak asuhnya.
Tiga pertandingan tersebut memberikan pengalaman penting sebelum PSS menghadapi kompetisi resmi.
Duel Bali United Jadi Ujian Pertama
PSS Sleman akan langsung menghadapi Bali United pada pertandingan perdana BRI Super League 2026/2027.
Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Bali, pada Jumat (4/9/2026) pukul 19.00 WIB.
Bermain di kandang lawan membuat kesiapan fisik menjadi semakin penting. PSS harus mampu menjaga intensitas permainan selama 90 menit jika ingin mendapatkan hasil positif.
Karena itu, waktu yang tersisa akan dimanfaatkan untuk menyempurnakan berbagai aspek yang masih dianggap kurang.
Bagi Huistra, kondisi fisik menjadi salah satu pekerjaan utama yang harus diselesaikan sebelum pertandingan perdana.
Selain itu, perkembangan permainan PSS juga akan menjadi perhatian. Tim membutuhkan keseimbangan antara kebugaran dan penerapan strategi agar bisa tampil maksimal sejak menit pertama hingga pertandingan berakhir.
Kondisi Hanif Sjahbandi dan Pemain Cedera Dipantau
Persiapan PSS Sleman juga tidak hanya berkaitan dengan pemain yang berada dalam kondisi fit.
Tim medis masih memantau beberapa pemain yang menjalani pemulihan cedera. Nama Hanif Sjahbandi, Stefan Ashkovski, dan Frederic Injai termasuk yang mendapatkan perhatian.
Huistra menyebut perkembangan para pemain tersebut cukup positif.
“Terlihat cukup bagus kondisi mereka. Progres Injai berjalan sesuai jadwal pemulihan pascaoperasi dan Hanif juga menunjukkan perkembangan pesat dalam dua minggu terakhir,” ungkap Huistra.
Pelatih PSS tersebut juga memberikan apresiasi kepada tim medis yang terus mendampingi pemain selama proses pemulihan.
Menurutnya, kerja tim medis menjadi bagian penting dalam membantu pemain kembali ke kondisi terbaik.
Meski menunjukkan perkembangan, Hanif Sjahbandi dan Frederic Injai sebelumnya dipastikan tidak dapat memperkuat PSS pada pertandingan perdana musim 2026/2027.
Kondisi keduanya masih akan terus dipantau oleh tim medis.
Pieter Huistra Kejar Kesiapan Maksimal
Dengan waktu kurang dari dua pekan, PSS Sleman harus memanfaatkan setiap sesi latihan secara optimal.
Huistra memiliki pekerjaan untuk memastikan pemain mencapai kondisi fisik yang lebih baik sekaligus memahami tuntutan permainan yang akan diterapkan.
Kemenangan dalam uji coba memang menjadi hal positif. Namun, kompetisi resmi menghadirkan tantangan yang berbeda.
Karena itu, PSS perlu menjadikan tiga pertandingan pramusim sebagai bahan evaluasi sebelum menghadapi Bali United.
Jika kondisi fisik pemain terus meningkat sesuai target Huistra, PSS diharapkan mampu tampil lebih kompetitif ketika pertandingan perdana berlangsung.
PSS Sleman Bersiap Hadapi Musim Baru
BRI Super League 2026/2027 akan menjadi tantangan baru bagi PSS Sleman. Pertandingan melawan Bali United menjadi langkah pertama dalam perjalanan panjang mereka musim ini.
Waktu persiapan yang tersisa akan menjadi periode penting bagi Pieter Huistra dan staf pelatih.
Kebugaran menjadi prioritas utama, sementara kondisi pemain yang cedera juga terus dipantau.
PSS Sleman memiliki modal dari tiga uji coba tanpa kekalahan. Namun, hasil tersebut perlu diikuti peningkatan performa agar tim benar-benar siap menghadapi pertandingan kompetitif.
Duel di Stadion Kapten I Wayan Dipta pun akan menjadi ujian sesungguhnya bagi kesiapan Super Elang Jawa.
BACA JUGA :












