Persebaya Surabaya mulai mengalihkan fokus sepenuhnya ke Piala Presiden 2026. Turnamen pramusim bergengsi tersebut menjadi momentum penting bagi Bajul Ijo untuk mengukur kesiapan tim sebelum menghadapi ketatnya persaingan Super League 2026/2027. Bukan sekadar ajang pemanasan, kompetisi ini akan menjadi tempat bagi pelatih Bernardo Tavares menguji komposisi terbaik sekaligus membangun chemistry antarpemain.
Di tengah persiapan tersebut, striker Timnas Indonesia Ramadhan Sananta mengirimkan sinyal optimisme. Penyerang berusia 23 tahun itu menegaskan Persebaya datang dengan target yang jelas, yakni meraih hasil positif di setiap pertandingan tanpa memandang siapa lawan yang dihadapi.
Dengan bergabung di grup yang dihuni tim-tim kuat, tantangan yang menanti Persebaya tentu tidak ringan. Namun, semangat juang dan ambisi tinggi menjadi modal utama Bajul Ijo untuk tampil maksimal sepanjang turnamen.
Persebaya Fokus Penuh Menatap Piala Presiden 2026
Setelah menjalani serangkaian persiapan pramusim, Persebaya kini mengarahkan perhatian sepenuhnya ke Piala Presiden 2026.
Turnamen ini memiliki arti penting karena menjadi kesempatan terakhir bagi tim pelatih untuk mengevaluasi performa sebelum kompetisi resmi dimulai.
Persebaya tergabung di Grup B bersama tiga lawan yang memiliki kualitas berbeda, yaitu:
- Persija Jakarta
- PSMS Medan
- Port FC (Thailand)
Komposisi grup tersebut dipastikan menghadirkan persaingan sengit sejak pertandingan pertama.
Setiap tim datang dengan target masing-masing sehingga tidak ada laga yang bisa dianggap mudah.
Ramadhan Sananta Ingin Persebaya Selalu Raih Hasil Positif
Ramadhan Sananta menegaskan bahwa fokus utama Persebaya adalah memperbaiki permainan tim sendiri.
Meski menghormati kekuatan seluruh lawan, mantan striker Timnas Indonesia U-23 itu menegaskan Bajul Ijo tetap membidik kemenangan di setiap pertandingan.
Menurut Sananta, seluruh pemain memiliki tekad yang sama untuk memberikan penampilan terbaik.
“Tentunya kami fokus ke tim kami. Kami tahu Port FC datang dari Thailand, terus satu lagi ada PSMS Medan. Tentunya kami menginginkan hasil positif dari setiap pertandingan,” ujar Sananta.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa Persebaya tidak datang hanya untuk mencoba-coba taktik, tetapi juga ingin membangun mental juara sejak turnamen pramusim.
Hasil Imbang Lawan PSIS Jadi Bekal Evaluasi
Sebelum tampil di Piala Presiden, Persebaya menjalani laga uji coba menghadapi PSIS Semarang dalam pertandingan bertajuk 99th Anniversary Game.
Laga yang berlangsung di Stadion Gelora Bung Tomo itu berakhir dengan skor imbang 2-2.
Meski belum meraih kemenangan, pertandingan tersebut memberikan banyak pelajaran bagi tim pelatih.
Beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain:
- Koordinasi lini belakang.
- Efektivitas penyelesaian akhir.
- Transisi bertahan ke menyerang.
- Kekompakan pemain baru dengan skuad lama.
Evaluasi tersebut diharapkan membuat Persebaya tampil lebih siap saat memasuki persaingan Piala Presiden.
Bernardo Tavares Siapkan Formula Terbaik
Piala Presiden 2026 menjadi kesempatan berharga bagi Bernardo Tavares untuk menemukan susunan pemain ideal.
Pelatih asal Portugal tersebut diprediksi akan melakukan berbagai eksperimen selama fase grup.
Beberapa fokus yang kemungkinan akan diuji meliputi:
- Kombinasi pemain inti dan pelapis.
- Variasi strategi menyerang.
- Pola pressing saat kehilangan bola.
- Adaptasi pemain baru dalam sistem permainan.
Seluruh pertandingan akan menjadi bahan evaluasi penting sebelum Super League 2026/2027 resmi dimulai.
Semakin cepat pemain memahami filosofi permainan Tavares, semakin besar peluang Persebaya tampil konsisten di musim baru.
Ramadhan Sananta Punya Target Pribadi
Selain membantu tim meraih hasil maksimal, Ramadhan Sananta juga memiliki ambisi pribadi sepanjang turnamen.
Striker berusia 23 tahun tersebut ingin memberikan kontribusi nyata dalam setiap pertandingan.
Target tersebut bukan hanya soal mencetak gol, tetapi juga membantu permainan tim secara keseluruhan.
“Tentunya saya punya target pribadi. Setiap game, saya akan memberikan yang terbaik untuk membantu tim,” ujar Sananta.
Pernyataan itu memperlihatkan komitmen besar sang penyerang untuk terus berkembang sekaligus membuktikan kualitasnya bersama Persebaya.
Dengan usia yang masih muda, Sananta diprediksi menjadi salah satu pemain kunci Bajul Ijo sepanjang musim ini.
Reuni Emosional dengan Mantan Pemain Persebaya
Selain persaingan di lapangan, Piala Presiden 2026 juga menghadirkan cerita menarik bagi Persebaya.
Bajul Ijo akan bertemu dua mantan pemain yang pernah menjadi bagian penting klub.
Mereka adalah:
- Rizky Ridho, yang kini membela Persija Jakarta.
- Bruno Moreira, yang saat ini memperkuat Port FC.
Kedua pertandingan tersebut diprediksi menjadi laga yang penuh emosi.
Rizky Ridho dikenal sebagai mantan kapten sekaligus pemain binaan Persebaya, sementara Bruno Moreira pernah menjadi idola Bonek berkat kontribusinya di lini serang.
Meski kini berada di kubu lawan, keduanya tetap memiliki hubungan emosional dengan klub asal Surabaya tersebut.
Persaingan Grup B Dipastikan Berjalan Ketat
Grup B menjadi salah satu grup paling menarik di Piala Presiden 2026.
Setiap peserta memiliki karakter permainan yang berbeda.
Persija datang dengan kekuatan sebagai salah satu tim besar Indonesia.
PSMS Medan berstatus tim yang siap memberikan kejutan.
Sementara Port FC membawa pengalaman dari kompetisi Thailand yang dikenal memiliki tempo permainan cepat.
Situasi ini membuat Persebaya harus tampil konsisten sejak laga pertama apabila ingin melangkah ke babak berikutnya.
Tidak ada ruang untuk kehilangan poin apabila ingin menjaga peluang lolos.
Persebaya Ingin Bangun Mental Juara Sejak Pramusim
Piala Presiden 2026 bukan hanya menjadi ajang persiapan teknis bagi Persebaya Surabaya, tetapi juga kesempatan membangun mental juara sebelum Super League dimulai. Ambisi yang ditunjukkan Ramadhan Sananta menggambarkan tekad seluruh skuad Bajul Ijo untuk tampil kompetitif sejak awal musim.
Dengan perpaduan pemain berpengalaman, rekrutan anyar, serta sentuhan strategi Bernardo Tavares, Persebaya memiliki modal yang cukup untuk bersaing di Grup B. Setiap pertandingan akan menjadi ujian penting sekaligus tolok ukur kesiapan tim menghadapi kompetisi resmi.
Kini, perhatian Bonek dan pecinta sepak bola nasional tertuju pada langkah Persebaya di Piala Presiden 2026. Mampukah Bajul Ijo mewujudkan target meraih hasil positif di setiap laga dan membuka jalan menuju musim yang lebih gemilang? Waktu akan segera memberikan jawabannya.
BACA JUGA :












