1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP: Rekor Gol Piala Dunia Lionel Messi di Laga Austria Tuai Kontroversi, Ada Apa?

Lionel Messi kembali mencatatkan namanya dalam buku sejarah sepak bola dunia saat membawa Argentina meraih kemenangan 2-0 atas Austria pada laga kedua Grup J Piala Dunia 2026. Namun, malam yang seharusnya menjadi momen perayaan bagi sang kapten justru dibayangi kontroversi yang memicu perdebatan luas di kalangan pengamat, mantan pemain, hingga para penggemar sepak bola.

Dalam pertandingan yang berlangsung di AT&T Stadium, Arlington, Texas, Selasa (23/6/2026) dini hari WIB, Messi memborong dua gol kemenangan Argentina. Gol pertamanya menjadi sangat spesial karena membuat megabintang berusia 39 tahun itu resmi menyandang status sebagai pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.

Akan tetapi, tak lama setelah gol tersebut tercipta, muncul perdebatan mengenai proses serangan yang berujung pada gol bersejarah tersebut. Banyak pihak mempertanyakan keputusan wasit dan peran VAR yang dianggap gagal meninjau dugaan pelanggaran yang terjadi sebelum Argentina mencetak gol.

Gol Rekor Lionel Messi Jadi Sorotan

Gol pembuka Argentina yang dicetak Messi pada menit ke-38 awalnya disambut meriah oleh para pendukung Albiceleste. Selain membawa tim unggul atas Austria, gol tersebut juga mengantar Messi melampaui rekor gol Piala Dunia yang sebelumnya menjadi milik legenda Jerman, Miroslav Klose.

Namun euforia itu tidak berlangsung lama.

Beberapa tayangan ulang menunjukkan adanya kontak yang melibatkan gelandang Argentina Alexis Mac Allister dengan pemain Austria Xaver Schlager dalam proses pembangunan serangan sebelum gol tercipta.

Momen tersebut langsung memicu perdebatan di media sosial maupun berbagai program analisis pertandingan. Sebagian pihak menilai seharusnya wasit menghentikan permainan dan memberikan tendangan bebas kepada Austria sebelum Argentina melanjutkan serangan.

Karena tidak ada intervensi dari VAR, gol Messi tetap disahkan dan masuk ke dalam catatan sejarah Piala Dunia.

Peter Schmeichel Kritik Keras Keputusan Wasit dan VAR

Kontroversi semakin memanas setelah mantan penjaga gawang legendaris Manchester United dan Timnas Denmark, Peter Schmeichel, secara terbuka mengkritik keputusan yang diambil perangkat pertandingan.

Dalam analisisnya di Fox Sports, Schmeichel menilai gol tersebut seharusnya tidak pernah disahkan karena prosesnya diawali pelanggaran yang cukup jelas terhadap pemain Austria.

Menurut Schmeichel, Mac Allister melakukan tekel dari belakang yang membuat Schlager kehilangan bola, sehingga Austria seharusnya mendapatkan tendangan bebas.

Ia menegaskan bahwa insiden tersebut layak ditinjau ulang oleh VAR karena termasuk dalam kategori kesalahan yang berpotensi memengaruhi jalannya pertandingan.

Schmeichel bahkan menyebut dirinya merasa frustrasi melihat VAR tidak melakukan intervensi, padahal teknologi tersebut hadir untuk membantu wasit mengoreksi kesalahan penting dalam pertandingan.

Pernyataan tersebut langsung mendapat perhatian luas dan menjadi bahan diskusi di berbagai media internasional.

Argentina Tetap Fokus pada Misi Mempertahankan Gelar

Terlepas dari polemik yang berkembang, Argentina tetap berhasil menjalankan misinya dengan sempurna.

Kemenangan atas Austria membuat skuad asuhan Lionel Scaloni mengoleksi enam poin dari dua pertandingan, sekaligus memastikan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Hasil tersebut membuat laga terakhir fase grup melawan Yordania tidak lagi menentukan nasib Argentina dalam perebutan tiket lolos.

Sebagai juara bertahan, Albiceleste menunjukkan performa yang konsisten sepanjang turnamen. Selain solid dalam bertahan, mereka juga masih mengandalkan kreativitas dan ketajaman Lionel Messi yang tetap menjadi sosok sentral di lini serang.

Dua gol ke gawang Austria kembali membuktikan bahwa Messi masih mampu menjadi pembeda dalam pertandingan besar meski usianya telah mendekati 40 tahun.

Bukan Kali Pertama Argentina dan Messi Terlibat Kontroversi di Piala Dunia 2026

Menariknya, kontroversi yang terjadi dalam laga melawan Austria bukanlah peristiwa pertama yang melibatkan Argentina dan Lionel Messi di Piala Dunia tahun ini.

Pada pertandingan pembuka Grup J melawan Aljazair, Messi juga sempat menjadi sorotan setelah melakukan tekel keras terhadap bek Aljazair, Aissa Mandi.

Dalam tayangan ulang, kaki Messi terlihat mengarah dengan studs terbuka ke arah lawan. Banyak pihak menilai pelanggaran tersebut layak diganjar kartu merah langsung.

Namun wasit memutuskan untuk tidak memberikan hukuman berat kepada sang kapten Argentina, dan VAR juga tidak meminta peninjauan ulang terhadap insiden tersebut.

Keputusan tersebut memicu reaksi keras dari Federasi Sepak Bola Aljazair yang kemudian mengajukan keluhan resmi terkait kepemimpinan wasit pada pertandingan tersebut.

Menurut perwakilan federasi, terdapat beberapa keputusan yang dianggap merugikan Aljazair, termasuk insiden yang melibatkan Messi.

Mereka menilai VAR gagal menjalankan fungsinya secara maksimal dalam beberapa situasi krusial yang berpotensi mengubah jalannya pertandingan.

VAR Kembali Jadi Perdebatan di Piala Dunia 2026

Kontroversi dalam laga Argentina vs Austria kembali membuka diskusi mengenai efektivitas penggunaan VAR di level tertinggi sepak bola dunia.

Meski teknologi tersebut dirancang untuk meminimalkan kesalahan manusia, sejumlah keputusan kontroversial selama Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa interpretasi wasit masih memegang peranan besar.

Perbedaan pandangan mengenai suatu insiden sering kali membuat keputusan VAR menjadi bahan perdebatan panjang, terutama ketika melibatkan momen penting seperti gol penentu atau peluang kartu merah.

Kasus gol Messi ke gawang Austria menjadi salah satu contoh terbaru yang memunculkan pertanyaan mengenai konsistensi penerapan teknologi tersebut.

FIFA Masih Bungkam Soal Kontroversi Gol Messi

Hingga artikel ini ditulis, FIFA belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait kontroversi yang menyertai gol pembuka Lionel Messi ke gawang Austria.

Tidak adanya klarifikasi resmi membuat perdebatan terus berlanjut di kalangan penggemar, analis, dan mantan pemain.

Di satu sisi, banyak pihak menganggap gol tersebut sah karena wasit dan VAR tidak menemukan pelanggaran yang cukup jelas dalam prosesnya. Namun di sisi lain, sejumlah pengamat meyakini Austria dirugikan oleh keputusan tersebut.

Yang pasti, terlepas dari segala kontroversi yang menyertainya, malam itu tetap menjadi momen bersejarah bagi Lionel Messi. Ia berhasil mencetak rekor baru sebagai top skor sepanjang masa Piala Dunia, sekaligus membawa Argentina melangkah ke fase gugur dengan status salah satu kandidat kuat juara.

Kini perhatian akan beralih ke pertandingan berikutnya, sementara perdebatan mengenai gol bersejarah Messi kemungkinan masih akan terus menjadi topik hangat di dunia sepak bola dalam beberapa hari ke depan.

BACA JUGA :

CLOSE