Kabar mengejutkan datang dari Persijap Jepara menjelang bergulirnya musim baru. Striker andalan sekaligus top scorer tim, Carlos Franca, resmi mengakhiri kebersamaannya dengan Laskar Kalinyamat setelah satu musim yang penuh perjuangan. Keputusan tersebut diumumkan langsung oleh manajemen Persijap melalui akun Instagram resmi klub pada Kamis (18/6/2026).
Perpisahan ini menjadi momen emosional bagi para pendukung Persijap. Pasalnya, Carlos Franca bukan sekadar pemain asing biasa. Penyerang asal Brasil tersebut menjadi sosok penting yang membantu Persijap bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia sekaligus memberikan kontribusi besar sepanjang musim 2025/2026.
Kini, setelah meninggalkan Jepara, Franca dikabarkan akan melanjutkan petualangan kariernya ke Eropa demi mewujudkan impian yang telah lama ia simpan sejak kecil.
Persijap Resmi Ucapkan Selamat Tinggal
Pengumuman perpisahan Carlos Franca disampaikan melalui unggahan yang menyentuh hati di media sosial resmi Persijap. Dalam pesannya, klub menyampaikan rasa terima kasih atas dedikasi yang telah diberikan sang pemain selama membela tim.
Manajemen Persijap menegaskan bahwa setiap perjalanan pasti memiliki akhir, namun kontribusi dan kenangan yang ditinggalkan Franca akan selalu dikenang oleh keluarga besar Laskar Kalinyamat.
Perpisahan tersebut sekaligus mengakhiri kebersamaan yang terjalin sejak 4 Juli 2025, saat Franca pertama kali diperkenalkan sebagai rekrutan anyar Persijap untuk menghadapi kompetisi Super League.
Meski hanya berlangsung hampir satu tahun, kehadirannya meninggalkan jejak yang cukup dalam bagi klub maupun para pendukung.
Top Scorer yang Jadi Andalan Persijap
Musim 2025/2026 menjadi panggung pembuktian Carlos Franca bersama Persijap Jepara. Di tengah persaingan ketat kompetisi dan tekanan untuk bertahan di kasta tertinggi, sang striker mampu tampil konsisten sebagai ujung tombak tim.
Statistiknya berbicara banyak tentang perannya di lapangan.
Catatan Carlos Franca bersama Persijap musim lalu:
- 30 pertandingan di Super League 2025/2026
- 10 gol
- 3 assist
- Menjadi top scorer tim
- Berperan penting dalam perjuangan bertahan di liga
Produktivitas tersebut menjadikan Franca sebagai pemain paling berpengaruh di lini depan Persijap sepanjang musim lalu. Ketika tim sempat terjebak di papan bawah klasemen, kontribusi gol dan pengalamannya membantu Persijap keluar dari tekanan dan mengamankan status sebagai peserta Super League musim berikutnya.
Kehilangan pemain dengan kontribusi sebesar itu tentu menjadi tantangan tersendiri bagi manajemen dalam menyusun kekuatan baru.
Ucapan Perpisahan yang Menyentuh Hati
Sebelum pengumuman resmi dari klub, Carlos Franca terlebih dahulu menyampaikan salam perpisahan melalui akun Instagram pribadinya pada 15 Juni 2026.
Dalam pesannya, pemain kelahiran 9 Februari 1995 itu mengungkapkan rasa terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukungnya selama berada di Jepara.
Franca menyebut musim yang dijalaninya bersama Persijap sebagai pengalaman yang sangat spesial. Ia juga mengaku bangga pernah mengenakan seragam Laskar Kalinyamat dan berjuang bersama rekan-rekan setimnya.
Tak hanya itu, striker asal Brasil tersebut mengaku akan selalu mengenang dukungan luar biasa dari para suporter Persijap yang setia memberikan semangat dalam berbagai situasi.
Hubungan emosional yang terjalin antara Franca dan para pendukung menjadi salah satu alasan mengapa kabar perpisahan ini mendapat respons besar dari publik sepak bola Indonesia.
Mimpi Besar yang Membawanya ke Eropa
Keputusan Carlos Franca meninggalkan Persijap ternyata bukan semata-mata karena faktor profesional biasa. Sang pemain mengungkapkan bahwa kesempatan berkarier di Eropa menjadi alasan utama di balik langkah besar tersebut.
Menurut berbagai laporan yang beredar, Franca disebut telah mencapai kesepakatan dengan klub Liga Armenia, Ararat. Jika transfer tersebut benar-benar terealisasi, maka ia akan memulai tantangan baru di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya.
Bagi Franca, kesempatan ini merupakan mimpi yang telah lama ia kejar.
Sebagai pesepak bola asal Brasil, bermain di kompetisi Eropa memang menjadi target yang diidamkan banyak pemain sejak usia muda. Karena itulah, ketika peluang tersebut datang, ia memilih mengambil keputusan yang mungkin berat tetapi sangat penting bagi perkembangan kariernya.
Langkah ini menunjukkan ambisi besar yang masih dimiliki pemain berusia 31 tahun tersebut untuk terus berkembang dan menguji kemampuannya di level yang lebih tinggi.
Persijap Harus Bergerak Cepat Cari Pengganti
Kepergian Carlos Franca tentu meninggalkan lubang besar dalam skuad Persijap. Selain kehilangan top scorer, tim juga kehilangan sosok berpengalaman yang selama ini menjadi tumpuan di lini depan.
Beberapa aspek yang harus segera diantisipasi Persijap antara lain:
- Mencari pengganti dengan produktivitas gol yang setara.
- Menambah kedalaman skuad di sektor penyerangan.
- Menjaga stabilitas permainan tim.
- Menghadirkan sosok pemimpin baru di lapangan.
- Mempertahankan daya saing menghadapi musim baru.
Manajemen dan tim pelatih tentu sudah mulai menyusun rencana untuk mengisi kekosongan tersebut. Mengingat musim baru akan segera dimulai, langkah cepat dan tepat menjadi kunci agar Persijap tetap kompetitif.
Warisan Carlos Franca di Jepara
Meski masa baktinya tidak terlalu panjang, Carlos Franca berhasil meninggalkan warisan yang positif bagi Persijap Jepara. Ia datang saat klub membutuhkan sosok berpengalaman dan pergi setelah membantu tim bertahan di kasta tertinggi sepak bola Indonesia.
Dedikasi, profesionalisme, dan kontribusi golnya akan selalu menjadi bagian dari perjalanan Persijap dalam beberapa tahun terakhir.
Kini, lembaran baru telah menanti Carlos Franca di Eropa. Sementara itu, Persijap harus melanjutkan perjalanan dengan mencari sosok baru yang mampu mengisi peran penting yang ditinggalkannya.
Bagi para pendukung Laskar Kalinyamat, perpisahan ini memang menyisakan kesedihan. Namun di sisi lain, mereka juga memiliki alasan untuk bangga karena pernah menjadi bagian dari perjalanan seorang pemain yang kini siap mewujudkan mimpi besarnya di panggung sepak bola Eropa.
BACA JUGA :












