1920x600-TOP-ID
ID
ID
previous arrow
next arrow

SBOTOP : Setelah Menang Telak Lawan Persipal, PSIS Tetap Jaga Mental dan Konsistensi

PSIS Semarang akhirnya berhasil mengakhiri catatan kelamnya di Pegadaian Championship 2025/2026 dengan lolos dari zona degradasi. Kemenangan telak 6-1 atas Persipal FC pada pekan ke-22 menjadi momen penting bagi Tim Mahesa Jenar untuk kembali menatap laga-laga berikutnya dengan percaya diri. Meski begitu, manajemen dan pemain sepakat untuk tidak jemawa dan tetap fokus menghadapi tantangan ke depan.

Pesta Gol Lawan Persipal

Dalam laga yang berlangsung di Stadion Jatidiri, Semarang, Minggu (29/3/2026) malam WIB, PSIS Semarang menunjukkan dominasi penuh atas Persipal FC. Alberto Goncalves menjadi bintang laga dengan hat-trick pada menit ke-23, 73, dan 90+1’. Gol lainnya dicetak oleh Esteban Vizcarra (45+1’), Dani Ibrohim (70’), dan Otavio Dutra (85’). Satu-satunya gol balasan Persipal lahir dari penalti Pandi Pulu (90+14’).

Kemenangan ini bukan sekadar soal skor, tapi juga simbol bangkitnya tim dari tekanan psikologis akibat lama berada di zona degradasi. PSIS kini menempati peringkat ke-8 klasemen sementara Grup Timur dengan 19 poin dari 22 laga, meninggalkan zona merah untuk pertama kalinya sepanjang musim.

Semangat Lolos Degradasi

Pelatih PSIS, Andri Ramawi Putra, memuji semangat juang yang diperlihatkan anak asuhnya. Menurutnya, kemenangan ini adalah hasil kerja keras seluruh pemain yang ingin membuktikan kualitas mereka dan keluar dari tekanan posisi terbawah.

“Kami bersyukur bisa mendapatkan tiga poin. Semua pemain berjuang luar biasa untuk menunjukkan semangat mereka keluar dari zona play-off degradasi. Saya ingin berterima kasih untuk hasil ini,” ujar Andri.

Kemenangan ini sekaligus menjadi titik balik psikologis bagi tim, karena sepanjang musim PSIS mendekam di posisi juru kunci atau zona degradasi, yang menambah tekanan mental bagi para pemain.

Fokus dan Tidak Jemawa

Meskipun keluar dari zona degradasi, pemain PSIS, Gustur Cahyo Putro, menegaskan bahwa tim tidak boleh cepat puas. Fokus tetap menjadi kunci untuk menghadapi pertandingan berikutnya, terutama melawan tim-tim papan atas.

“Ini adalah kemenangan penting, tapi kami tetap belajar dari pengalaman sebelumnya. Kami tidak boleh jemawa. Setelah ini, fokus kami tertuju pada laga melawan Barito Putera, yang akan sangat menentukan posisi kami ke depan,” kata Gustur.

Kedisiplinan dan mental bertanding menjadi kunci agar PSIS tidak kembali terperosok ke zona degradasi di laga-laga berikutnya.

Tantangan Berikutnya: Barito Putera

Laga berikutnya menjadi ujian sesungguhnya bagi PSIS. Mereka akan menjamu Barito Putera, salah satu tim terkuat di Grup Timur, pada Minggu (5/4/2026) di Stadion Jatidiri. Laskar Antasari saat ini menempati peringkat ketiga klasemen sementara dengan 42 poin dari 22 laga, dan masih berambisi merebut tiket promosi ke kasta tertinggi.

Andri Ramawi Putra menyadari bahwa PSIS harus bermain hati-hati. “Barito Putera bukan lawan mudah. Mereka punya kualitas dan target tinggi di sisa musim. Kami harus fokus, disiplin, dan siap tempur penuh,” jelasnya.

Momentum untuk Konsistensi

Kemenangan atas Persipal menjadi momentum penting bagi PSIS untuk membangun konsistensi. Tidak hanya sebagai pelepas tekanan dari zona degradasi, tetapi juga sebagai dorongan motivasi bagi seluruh pemain agar performa tetap stabil hingga akhir musim.

Selain itu, kemenangan besar ini juga menjadi bukti bahwa kerja sama tim dan disiplin pelatih mulai membuahkan hasil. Kepercayaan pemain terhadap arahan pelatih semakin terlihat, yang bisa menjadi modal penting untuk menghadapi lawan-lawan berat berikutnya.

Kesimpulan

Pesta gol PSIS ke gawang Persipal bukan sekadar kemenangan skor, tetapi simbol kebangkitan mental dan motivasi tim. Meski sudah keluar dari zona degradasi, manajemen, pelatih, dan pemain sepakat untuk tetap waspada dan tidak jemawa.

Fokus PSIS kini tertuju pada laga menghadapi Barito Putera, yang akan menjadi tolok ukur sejauh mana tim mampu mempertahankan performa dan konsistensi. Kemenangan atas Persipal bisa menjadi titik awal bagi PSIS untuk membuktikan bahwa mereka bukan hanya sekadar lolos dari degradasi, tetapi juga mampu bersaing dengan tim-tim papan atas di Pegadaian Championship 2025/2026.

Jika dikelola dengan baik, momentum ini berpotensi mengubah trajectory PSIS menjadi tim yang lebih stabil dan siap menghadapi sisa musim dengan penuh percaya diri.

BACA JUGA :

TAGS:
CLOSE