Timnas Singapura berhasil memastikan tiket ke semifinal Piala AFF 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Timnas Indonesia pada pertandingan terakhir Grup A. Duel yang berlangsung di Stadion Jalan Besar, Jumat (7/8/2026) tersebut menjadi bukti ketangguhan mental The Lions dalam menghadapi situasi sulit.
Singapura sempat berada dalam posisi tertinggal setelah Indonesia membuka keunggulan. Namun, tim asuhan Gavin Lee tidak panik dan terus berusaha mencari celah hingga akhirnya berhasil mencetak gol penyama kedudukan.
Hasil imbang tersebut sudah cukup bagi Singapura untuk mengamankan posisi yang dibutuhkan dan melanjutkan perjalanan ke babak semifinal Piala AFF 2026. Sebaliknya, Indonesia harus mengakhiri kiprahnya di fase grup.
Singapura Kembali Tunjukkan Mental Pantang Menyerah
Kemampuan bangkit dari situasi tertinggal bukanlah sesuatu yang baru bagi Singapura. Dalam beberapa pertandingan sebelumnya, The Lions juga menunjukkan karakter serupa ketika menghadapi India dan Hong Kong pada Kualifikasi Piala Asia 2027.
Namun, pertandingan melawan Indonesia memiliki arti tersendiri. Untuk pertama kalinya dalam perjalanan mereka di Piala AFF 2026, Singapura harus mengejar ketertinggalan setelah lawan berhasil mencetak gol lebih dahulu.
Tekanan semakin besar karena Indonesia membutuhkan kemenangan, sementara Singapura harus menjaga peluang untuk melaju ke fase berikutnya. Dalam kondisi tersebut, para pemain The Lions tetap menjaga konsentrasi dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.
Mentalitas tersebut akhirnya membuahkan hasil pada babak kedua.
Insiden Song Ui-young dan Drama VAR
Salah satu momen paling menegangkan terjadi ketika pertandingan memasuki menit ke-58. Song Ui-young, yang sebelumnya sudah mengantongi satu kartu kuning, terlibat insiden dengan Ivar Jenner dalam situasi tanpa bola.
Wasit asal Oman, Abdullah Salim Khalfan Al Amouri, awalnya memberikan kartu kuning kepada kedua pemain. Karena Song telah menerima kartu kuning sebelumnya, keputusan tersebut otomatis membuatnya mendapatkan kartu merah.
Singapura pun sempat terancam harus bermain dengan 10 orang pada sisa pertandingan.
Namun, situasi berubah setelah wasit melakukan peninjauan VAR selama kurang lebih enam menit. Setelah melihat tayangan ulang, kartu kuning kedua untuk Song dibatalkan. Sebaliknya, Ivar Jenner yang kemudian menerima kartu kuning.
Keputusan tersebut membuat Singapura tetap bermain dengan kekuatan penuh dan menjadi salah satu titik balik penting dalam pertandingan.
Ilhan Fandi Jadi Penyelamat Singapura
Hanya beberapa menit setelah insiden VAR tersebut, Singapura berhasil memanfaatkan momentum.
Pada menit ke-66, sebuah sepak pojok yang dilepaskan Song Ui-young tidak mampu dibersihkan dengan sempurna oleh lini pertahanan Indonesia. Bola kemudian jatuh ke area berbahaya dan diteruskan Shah Shahiran ke depan gawang.
Kiper Indonesia, Cahya Supriadi, gagal mengantisipasi bola dengan sempurna. Situasi tersebut langsung dimanfaatkan Ilhan Fandi, yang berada di posisi tepat untuk menyelesaikan peluang menjadi gol.
Skor berubah menjadi 1-1.
Bagi Ilhan Fandi, gol tersebut semakin mempertegas perannya sebagai salah satu pemain penting Singapura di Piala AFF 2026. Itu merupakan gol ketiganya sepanjang turnamen.
Setelah kedudukan kembali seimbang, Singapura bermain lebih disiplin untuk mempertahankan skor hingga peluit panjang berbunyi.
Suporter Singapura Rayakan Kelolosan ke Semifinal
Dukungan dari publik tuan rumah di Stadion Jalan Besar menjadi salah satu energi tambahan bagi para pemain Singapura.
Setelah pertandingan berakhir, para pemain The Lions tidak langsung meninggalkan lapangan. Mereka bergabung dengan suporter untuk merayakan keberhasilan lolos ke semifinal.
Suasana stadion semakin meriah ketika para pemain dan pendukung menyanyikan lagu kebangsaan “Majulah Singapura”, disusul lagu “Home” yang dipopulerkan oleh penyanyi Singapura, Kit Chan.
Momen tersebut menjadi salah satu perayaan emosional bagi sepak bola Singapura setelah perjalanan panjang di fase grup.
Gavin Lee Puji Perjuangan Para Pemain
Pelatih Singapura, Gavin Lee, mengaku sangat bangga dengan perjuangan anak asuhnya. Ia menilai para pemain mampu menunjukkan karakter kuat meskipun banyak pihak sebelumnya meragukan peluang The Lions untuk lolos dari Grup A.
“Saya sangat bangga kepada para pemain dan staf. Perjalanan kami tidak mudah karena tidak banyak yang memberi kami peluang untuk lolos dari grup ini. Namun, kami benar-benar ingin memberikan kenangan indah lagi untuk para suporter,” ujar Gavin Lee.
Sang pelatih juga mengapresiasi kemampuan pemain untuk tetap fokus ketika pertandingan berlangsung dalam tekanan tinggi.
“Sebagai pelatih, rasanya menyenangkan melihat tim terus berjuang dan mendapatkan hasil yang dibutuhkan. Mereka fokus pada apa yang bisa mereka kendalikan, mengabaikan keputusan wasit, kesalahan, maupun momen-momen besar dalam pertandingan, lalu terus melangkah,” lanjutnya, dikutip dari The Straits Times.
Tim Pelatih Sempat Hadapi Situasi Tegang Saat VAR
Gavin Lee juga mengungkapkan bahwa tim pelatih harus tetap tenang ketika keputusan terkait kartu merah Song Ui-young sedang ditinjau oleh VAR.
Menurutnya, situasi tersebut berpotensi mengganggu konsentrasi pemain. Karena itu, staf kepelatihan berusaha memastikan para pemain tetap fokus terhadap pertandingan.
“Kami harus tetap tenang agar bisa memberikan dukungan terbaik kepada tim. Para pemain, termasuk Hariss Harun, juga saling menenangkan sehingga situasi tetap terkendali,” ungkap Lee.
Sikap tersebut menjadi bagian penting dari keberhasilan Singapura menjaga fokus hingga pertandingan berakhir.
Perkembangan Singapura Terus Menanjak
Keberhasilan melaju ke semifinal Piala AFF 2026 juga memperpanjang tren perkembangan positif sepak bola Singapura dalam beberapa tahun terakhir.
Bersama Gavin Lee dan pelatih sebelumnya, Tsutomu Ogura, The Lions secara bertahap membangun fondasi tim yang lebih kompetitif. Perkembangan tersebut juga terlihat dalam perjalanan mereka menuju Piala Asia 2027.
Sejak babak Kualifikasi Piala Asia 2027 dimulai pada 2025, Singapura hanya mengalami dua kekalahan dalam 16 pertandingan. Dua hasil negatif tersebut terjadi ketika mereka menghadapi Thailand dengan skor 2-3 dan China dengan skor 1-2.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa Singapura bukan lagi tim yang mudah dikalahkan di kawasan Asia Tenggara.
Tampil Tanpa Dua Pemain Penting
Menariknya, Singapura mampu mencapai hasil positif melawan Indonesia tanpa diperkuat dua pemain penting, yakni Safuwan Baharudin dan Ikhsan Fandi.
Keduanya tidak dapat dilepas oleh klub masing-masing karena pertandingan Piala AFF berlangsung di luar kalender resmi FIFA. Absennya kedua pemain tersebut sempat menjadi tantangan tersendiri bagi Gavin Lee.
Namun, The Lions mampu menunjukkan bahwa kekuatan mereka tidak hanya bergantung pada beberapa pemain tertentu.
Menghadapi Indonesia, yang memiliki peringkat dunia lebih tinggi serta skuad dengan banyak pemain yang lahir di luar negeri, Singapura tetap mampu menjalankan permainan sesuai rencana dan meraih hasil yang dibutuhkan.
Singapura Incar Final Piala AFF 2026
Kelolosan ke semifinal menjadi pencapaian penting bagi Singapura. Dalam tujuh edisi terakhir Piala AFF, The Lions tercatat hanya tiga kali berhasil melewati fase grup.
Kini, kesempatan untuk membuat kejutan semakin terbuka.
Piala AFF 2026 merupakan turnamen besar pertama bagi Gavin Lee sejak dipercaya sebagai pelatih kepala. Setelah berhasil membawa Singapura melewati fase grup, target berikutnya tentu adalah melangkah lebih jauh.
The Lions bahkan berpeluang mencapai final Piala AFF untuk pertama kalinya dalam 14 tahun.
Dengan mentalitas pantang menyerah yang kembali mereka tunjukkan saat menghadapi Indonesia, Singapura kini memiliki alasan kuat untuk percaya diri menghadapi semifinal. Perjalanan mereka belum selesai, dan Gavin Lee bersama pasukannya berambisi menjadikan Piala AFF 2026 sebagai salah satu momen penting dalam kebangkitan sepak bola Singapura.
BACA JUGA :












