Laga panas tersaji di Banten International Stadium saat Dewa United menjamu Persijap Jepara pada pekan ke-30 BRI Super League 2025/2026, Rabu (29/4/2026) malam. Pertandingan yang berlangsung ketat itu akhirnya dimenangkan Dewa United dengan skor tipis 1-0, namun cerita terbesar justru datang dari bawah mistar gawang.
Kiper asal Belanda, Sonny Stevens, tampil sebagai pahlawan kemenangan berkat aksi heroik di menit-menit akhir yang menggagalkan penalti penentu milik Persijap. Momen tersebut langsung menjadi sorotan dan membuat namanya kembali diperbincangkan di jagat sepak bola Indonesia.
Gol Penentu Alex Martins dan Laga yang Penuh Tekanan
Dewa United sebenarnya sudah lebih dulu unggul melalui eksekusi penalti Alex Martins. Gol tersebut menjadi satu-satunya pembeda dalam pertandingan yang berjalan ketat sejak awal.
Namun, keunggulan itu tidak membuat Dewa United bermain nyaman. Persijap Jepara tampil ngotot dan terus memberikan tekanan, terutama di babak kedua. Intensitas permainan meningkat drastis hingga membuat lini pertahanan Dewa United beberapa kali harus bekerja keras.
Situasi semakin menegangkan ketika pertandingan memasuki masa injury time.
Drama Injury Time: Penalti yang Mengubah Segalanya
Ketegangan mencapai puncaknya saat wasit menunjuk titik putih setelah Nick Kuipers melakukan pelanggaran terhadap Borja Herrera di kotak terlarang. Stadion langsung hening, semua mata tertuju pada eksekutor Persijap, Carlos Franca.
Dalam situasi krusial tersebut, Franca maju sebagai penendang dengan penuh tekanan. Tembakan kaki kanannya mengarah ke sisi kiri kiper, namun Sonny Stevens membaca arah bola dengan sempurna dan berhasil menepisnya.
Namun drama belum selesai.
Bola rebound kembali jatuh ke kaki Franca yang sudah berada di posisi ideal untuk mencetak gol. Dengan cepat, ia melepaskan tendangan kaki kiri, tetapi lagi-lagi Sonny Stevens menunjukkan refleks luar biasa dengan menggagalkan peluang emas tersebut.
Dalam sekejap, bola akhirnya berhasil diamankan tepat di garis gawang. Momen itu langsung disambut sorak-sorai pemain Dewa United yang menyadari betapa pentingnya penyelamatan tersebut.
Sonny Stevens: “Saya Lebih Bahagia dari Pelatih”
Usai pertandingan, Sonny Stevens tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. Ia mengakui bahwa laga tersebut tidak berjalan sempurna bagi timnya, namun kemenangan tetap menjadi hal terpenting.
“Saya rasa saat ini saya sedikit lebih bahagia dibandingkan pelatih. Namun, saya juga melihat bahwa kami tidak bermain dengan baik,” ujar Stevens.
Ia juga menyoroti jalannya pertandingan yang cukup berat, terutama di babak kedua ketika Persijap mulai meningkatkan tekanan.
“Di babak pertama kami masih bisa mengontrol permainan, tapi di babak kedua kami banyak mendapat tekanan. Itu tidak mudah,” tambahnya.
Momen Impian Seorang Kiper
Bagi seorang penjaga gawang, menjadi penentu kemenangan dalam situasi krusial adalah momen yang selalu diimpikan. Hal itu pula yang dirasakan Sonny Stevens dalam laga ini.
“Bagi seorang penjaga gawang, menjadi sosok penting di momen akhir pertandingan adalah sebuah impian. Dengan penyelamatan penalti dan penyelamatan beruntun yang saya lakukan, saya merasa sangat senang,” ungkapnya.
Meski mengakui timnya belum tampil maksimal, Stevens menegaskan bahwa tiga poin jauh lebih penting dibandingkan performa individu.
“Kami tidak bermain dengan baik, tapi yang terpenting adalah kami meraih poin,” tegasnya.
Ketangguhan Persijap dan Ujian Berat Dewa United
Sonny Stevens juga memberikan apresiasi kepada Persijap Jepara yang menurutnya tampil sangat disiplin dan sulit ditaklukkan. Ia menyebut tim lawan memiliki karakter permainan yang ngotot dan konsisten.
Persijap sendiri diketahui datang ke laga ini dengan tren positif, tidak mudah dikalahkan dalam delapan pertandingan terakhir sebelum menghadapi Dewa United.
Hal itu membuat pertandingan berlangsung ketat sejak awal hingga akhir.
Tren Positif Dewa United Semakin Panjang
Kemenangan atas Persijap Jepara ini memperpanjang catatan impresif Dewa United di BRI Super League 2025/2026. Tim asuhan Banten Warriors kini mencatat enam laga tanpa kekalahan.
Sebelumnya, mereka bermain imbang 1-1 melawan Persija Jakarta, kemudian menang 1-0 atas PSIM Yogyakarta, serta 2-1 melawan Malut United. Setelah itu, Dewa United menahan imbang Persib Bandung 2-2, lalu meraih kemenangan 2-1 atas Madura United sebelum akhirnya mengalahkan Persijap 1-0.
Performa stabil ini membuat Dewa United kini menempati posisi ketujuh klasemen dengan koleksi 47 poin.
Performa Konsisten Sonny Stevens Sepanjang Musim
Di balik performa solid Dewa United, nama Sonny Stevens menjadi salah satu faktor penting. Kiper berusia 33 tahun itu hampir selalu menjadi pilihan utama sepanjang musim.
Dari total 30 pertandingan, Stevens selalu tampil sebagai starter. Ia telah kebobolan 35 gol dan mencatatkan delapan clean sheet.
Meski angka kebobolan terlihat cukup tinggi, kontribusinya dalam banyak momen krusial tidak bisa diabaikan, termasuk penyelamatan ganda penalti melawan Persijap.
Penutup: Lebih dari Sekadar Kiper
Laga melawan Persijap Jepara menjadi bukti bahwa Sonny Stevens bukan sekadar penjaga gawang biasa. Ia mampu menjadi pembeda di momen paling menentukan, ketika tekanan berada di titik tertinggi.
Bagi Dewa United, kemenangan ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga soal karakter dan mentalitas tim yang terus berkembang di fase akhir musim.
Dan bagi Sonny Stevens, malam di Serang itu akan selalu dikenang sebagai salah satu momen paling spesial dalam kariernya di BRI Super League.
BACA JUGA :












