Suasana penuh tawa, nostalgia, dan semangat kebersamaan mewarnai laga persahabatan antara tim gabungan TNI-Polri dan Forkopimda melawan Persib Legends di Lapangan Sabuga ITB, Bandung, Selasa (23/6/2026). Dari banyak momen menarik yang terjadi, satu aksi yang paling mencuri perhatian adalah ketika Wakil Gubernur Jawa Barat, Erwan Setiawan, sukses menjebol gawang yang dikawal mantan kiper Persib Bandung, Dika Bayangkara.
Gol tersebut lahir melalui tendangan penalti yang langsung disambut sorak sorai para penonton yang hadir. Momen itu bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi simbol kebersamaan dalam sebuah pertandingan yang sarat nilai silaturahmi.
Gol Penalti Erwan Setiawan Jadi Momen Tak Terlupakan
Laga persahabatan yang digelar oleh Kasgartap II/Bandung tersebut berlangsung santai namun tetap kompetitif. Saat mendapat kesempatan mengeksekusi penalti, Erwan Setiawan tampil percaya diri menghadapi Dika Bayangkara yang dikenal sebagai salah satu kiper berpengalaman di sepak bola Indonesia.
Tendangan dari titik putih yang dilepaskannya berhasil menggetarkan jala gawang dan langsung memancing tepuk tangan meriah dari seluruh peserta maupun penonton yang hadir.
Bagi Erwan, gol tersebut memiliki makna tersendiri. Pasalnya, ia berhasil menaklukkan mantan penjaga gawang profesional yang hingga saat ini masih aktif membina pemain muda melalui Akademi Persib Cimahi.
“Saya sangat bangga bisa menaklukkan Dika Bayangkara yang masih aktif di sepak bola. Menaklukkan mantan pemain profesional itu luar biasa,” ujar Erwan sambil tersenyum.
Momen tersebut pun menjadi salah satu highlight dalam pertandingan yang berlangsung penuh keakraban.
Laga Persahabatan yang Sarat Nuansa Kebersamaan
Pertandingan antara TNI-Polri dan Forkopimda melawan Persib Legends bukan sekadar ajang olahraga biasa. Acara ini menjadi wadah silaturahmi yang mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam suasana santai dan penuh kekeluargaan.
Sebelum pertandingan dimulai, seluruh peserta mengikuti apel pagi dan senam Kesegaran Jasmani (SKJ). Aktivitas tersebut justru menjadi pemantik nostalgia bagi banyak peserta yang kembali teringat masa sekolah.
Menurut Erwan Setiawan, momen tersebut membawa kenangan indah saat masih duduk di bangku sekolah dasar.
“Ya, mengingatkan kami waktu zaman SD dulu. Sebelum masuk kelas kami senam SKJ dulu,” kenangnya.
Suasana hangat itu terus terasa hingga pertandingan berlangsung, menciptakan energi positif yang jarang ditemukan dalam kompetisi sepak bola profesional.
Persib Legends Masih Jadi Magnet bagi Pecinta Sepak Bola
Kehadiran para legenda Persib Bandung menjadi daya tarik utama dalam acara tersebut. Meski sudah tidak aktif bermain secara profesional, kemampuan mereka di atas lapangan masih mampu mengundang decak kagum.
Sejumlah nama besar yang pernah menjadi ikon Maung Bandung turut ambil bagian, di antaranya:
- Adjat Sudrajat
- Djadjang Nurdjaman
- Robby Darwis
- Sutiono Lamso
- Sejumlah legenda Persib era 1980-an dan 1990-an
Aksi para mantan pemain ini sukses menarik perhatian masyarakat sekitar Sabuga ITB. Banyak penonton yang sengaja datang untuk melihat kembali idola mereka beraksi di lapangan.
Bagi para pencinta Persib, momen tersebut seperti membawa mereka kembali ke masa kejayaan klub kebanggaan Jawa Barat itu.
Membangkitkan Kenangan Saat Persib Bermarkas di Stadion Siliwangi
Kepala Staf Garnisun Tetap II/Bandung, Marsma TNI Solihin, mengaku pertandingan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berkesan.
Menurutnya, bermain bersama para legenda Persib seperti menghidupkan kembali masa muda ketika menyaksikan pertandingan Persib di Stadion Siliwangi.
“Dulu waktu masih SMP, kami melihat tokoh-tokoh seperti Ajat Sudrajat, Djadjang Nurdjaman, dan Robby Darwis bermain. Sekarang bisa main bersama mereka tentu menjadi kehormatan,” ungkap Solihin.
Ia menambahkan bahwa semangat para legenda Persib masih sangat luar biasa meski usia mereka tidak lagi muda.
Bahkan, Solihin sempat berseloroh mengenai stamina para peserta yang tetap prima selama pertandingan berlangsung.
“Luar biasa semangatnya, termasuk Pak Wagub. Beliau masih bisa sprint,” katanya sambil tertawa.
Skor Imbang 3-3 Jadi Simbol Sportivitas
Pertandingan berlangsung sengit namun tetap dalam suasana persahabatan. Kedua tim saling menyerang dan menyajikan permainan yang menghibur hingga menghasilkan enam gol.
Laga akhirnya berakhir dengan skor imbang 3-3.
Hasil tersebut dianggap mencerminkan semangat sportivitas yang menjadi tujuan utama penyelenggaraan kegiatan ini.
Menurut Erwan Setiawan, hasil imbang merupakan akhir yang paling adil bagi kedua tim.
“Alhamdulillah hasil imbang. Ini sangat adil karena sama-sama kami bersemangat,” ujarnya.
Tidak ada pihak yang terlalu memikirkan kemenangan. Yang terpenting adalah kebersamaan yang tercipta selama pertandingan berlangsung.
Persib Legends Ingin Terus Menginspirasi Generasi Muda
Manajer Persib Legends, Ahmad Sarip Iskandar, menegaskan bahwa para alumni Persib era 1980-an dan 1990-an ingin terus memberikan kontribusi bagi sepak bola Jawa Barat.
Menurutnya, kegiatan seperti ini menjadi sarana untuk menjaga hubungan dengan masyarakat sekaligus memberikan motivasi kepada generasi muda yang sedang meniti karier di dunia sepak bola.
Beberapa tujuan yang terus diusung Persib Legends antara lain:
- Memberikan inspirasi kepada pemain muda.
- Mendukung prestasi Persib Bandung.
- Menjaga silaturahmi antar mantan pemain.
- Mempromosikan gaya hidup sehat melalui olahraga.
- Mempererat hubungan dengan berbagai elemen masyarakat.
Persib Legends sendiri diketahui cukup aktif memenuhi undangan pertandingan persahabatan di berbagai daerah di Jawa Barat.
Djanur: Yang Menang Adalah Kebersamaan
Legenda Persib sekaligus mantan pelatih Maung Bandung, Djadjang Nurdjaman, juga menyambut positif kegiatan tersebut.
Pria yang akrab disapa Djanur itu menilai pertandingan semacam ini sangat penting untuk menjaga hubungan antar mantan pemain Persib dari berbagai generasi.
Meski kemampuan fisik sudah tidak seperti masa muda, semangat bermain sepak bola tetap tidak pernah hilang.
“Meski sudah tidak sekuat seperti dulu, tapi semangat kami dalam bermain sepak bola tidak pernah pudar,” ujar Djanur.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara rutin dengan melibatkan lebih banyak mantan pemain dari berbagai era.
Bagi Djanur, hasil pertandingan bukanlah hal utama. Yang paling penting adalah terjalinnya silaturahmi, kebersamaan, dan semangat hidup sehat.
“Tidak ada pihak yang merasa kalah. Yang menang adalah kebersamaan, silaturahmi, dan semangat untuk terus bergerak sehat bersama,” pungkasnya.
Melalui pertandingan persahabatan ini, sepak bola kembali menunjukkan kekuatannya sebagai alat pemersatu. Di tengah padatnya aktivitas dan tingginya persaingan olahraga profesional, kebersamaan yang tercipta di Lapangan Sabuga ITB menjadi bukti bahwa semangat persaudaraan tetap menjadi kemenangan terbesar bagi semua pihak.
BACA JUGA :
- SBOTOP Erick Thohir Ungkap Kabar Pahit: Timnas Indonesia U-23 Dipastikan Absen di Asian Games 2026
- SBOTOP: Sepupu Raphinha Bantah Keras Eks Bintang Brasil soal Rumor Transfer Arab Saudi yang Disebut ‘Kebohongan’ Terkait Winger Barcelona
- SBOTOP: Lucas Paquetá Sambut Kembalinya Neymar ke Sesi Latihan Brasil Jelang Laga Krusial Piala Dunia Melawan Skotlandia dan Tekankan Peran Penting Sang Bintang












